Cara Ukur Tinggi Badan Anak di Rumah, Jangan Salah Tekniknya

Sesudah anak berusia di atas dua tahun, cara mengukur tinggi badan dengan berdiri. Namun, pastikan tepat ya caranya.

Diterbitkan 14 April 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tinggi badan merupakan salah satu indikator anak bertumbuh dengan baik atau tidak. Untuk mengetahui tinggi badan anak maka orangtua disarankan untuk rutin melakukan pengukuran tinggi badan.

Pada anak di bawah satu tahun pengukuran tinggi badan dilakukan rutin dilakukan tiap bulan di fasilitas kesehatan masyarakat seperti puskesmas atau rumah sakit. Pengukuran panjang badan biasanaya dilakukan sekalian saat anak melakukan imunisasi.

Setelah itu, orangtua diminta untuk rutin mengukur tinggi badan anak setiap 6 bulan sekali bagi anak di atas 3 tahun dan tiap tahun bagi anak di atas 6 tahun. Cara mengukur tinggi badan anak bisa dengan menggunakan dinding di rumah seperti disampaikan dokter spesialis anak konsultan endikronologi Profesor Jose Rizal Batubara.

Jose menekankan sesudah anak berusia dua tahun cara mengukur tinggi badan dengan cara berdiri. Namun, pastikan cara mengukur tinggi badan anak dengan tepat yakni kaki rapat, postur tegak dengan punggung menempel ke dinding, lalu menghadap ke depan dan aras mata lurus.

"Kalau tekniknya salah, misalnya kaki anak ngangkang atau kaki melebar, ya itu hasilnya akan lebih pendek. Jadi, yang benar, kaki rapat, badan tegak lurus, punggung bersandar pada dinding dan menghadap ke depan," terang Jose dalam media briefing bersama IDAI pada Selasa, 14 April 2026.

Dengan rutin melakukan pengukuran tinggi badan secara tepat, maka orangtua punya data untuk plotting ke kurva pertumbuhan. Bila mana diketahui ada gangguan pertumbuhan, dokter akan bisa secara cepat mengetahui gangguan pertumbuhan itu terjadi.

Misalnya, pada anak berusia tiga tahun sampai pre pubertas, setiap tahun itu normalnya mengalami penambahan tinggi badan 5-7 cm. Kalau tidak sampai 5 cm pertambahan tinggi badan maka perlu berkonsultasi ke dokter untuk mencari tahu penyebabnya.

"Jadi bisa dicari tahu, apakah ada penyakit kronis, penyakit infeksi, sindrom tertentu yang membuat pertumbuhan tidak normal," kata Jose.

 

Faktor Penentu Tinggi Badan Anak

Di kesempatan yang sama, Jose Rizal mengatakan ada beberapa faktor yang menentukan tinggi badan anak. Diantaranya: nutrisi, lingkungan yang baik, keseimbangan emosional, hormon, dan genetik.

"Nutrisi misalnya, untuk mendukung pertumbuhan anak pastikan jangan hanya karbohidrat. Ada juga protein hewani. Lalu, kalsium yang bisa didapat dari susu dan ikan itu juga mendukung tinggi badan anak," kata Jose.