Kurang Tidur Bisa Hambat Tinggi Badan Anak, Ini Penjelasan Dokter

Tidur sangat memengaruhi tinggi badan anak. Maka pastikan anak tidur cukup dan lelap agar hormon pertumbuhan bisa keluar.

Diterbitkan 15 April 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Manfaat tidur tak bisa dianggap enteng terlebih bagi anak yang masih masa pertumbuhan. Guru Besar Endokrinologi Anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, Jose Rizal Latief Batubara mengingatkan agar tinggi badan anak optimal maka salah satunya anak perlu cukup tidur.

"Tidur sangat memengaruhi tinggi badan anak," kata Jose saat media briefing bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada Selasa, 14 April 2026.

Kebutuhan tidur anak berbeda di tiap usia. Pada bayi baru lahir punya durasi tidur 16-20 jam. Pada akhir tahun pertama, seorang anak tidur sekitar 14-15 jam per hari, dengan proporsi terbanyak pada malam hari dan sisanya berupa satu atau dua kali tidur siang. Kemudian, pada anak 1-3 tahun tidur sekitar 12 jam yang terdiri dari tidur siang dan malam seperti mengutip laman IDAI.

Jose mengatakan saat anak tidur di malam hari, bakal keluar growth hormone yang memacu pertumbuhan. Hanya saja, hormon ini keluar ketika anak tidur lelap atau deep sleep.

"Waktu tidur yang lelap atau deep sleep, growth hormone akan keluar optimal yang memacu pertumbuhan," kata Jose.

"Kalau anak tidur enggak cukup, pasti ada gangguan pertumbuhan," tuturnya lagi.

 

Faktor Lain Terkait Tinggi Badan Anak

Selain tidur cukup dan berkualitas, ada beberapa faktor lain yang memengaruhi pertumbuhan tinggi badan anak. Mulai dari kalori hingga olahraga yang dijalankan anak.

1. Kalori Harus Cukup Sesuai Kebutuhan

Pastikan anak mendapatkan asupan nutrisi sesuai dengan kebutuhan kalori sehingga berat badan ideal. Jika berat badan kurang maka sulit untuk mencapai berat badan optimal.

"Kalau anaknya berat badannya enggak cukup, enggak bisa bertumbuh dengan optimal," kata Jose.

2. Penuhi Protein

Salah satu aspek yang penting dalam mengoptimalkan tinggi badan anak adalah protein. Maka dari itu penuhi kebutuhan protein terutama yang berasal dari hewan seperti daging, ikan, ayam, seafood.

"Protein nabati seperti kacang-kacangan itu butuh tapi yang paling bagus protein hewani," tuturnya.

3. Asupan Kalsium, Fosfor dan Vitamin D

Kalsium adalah bahan untuk membentu tulang maka perlu asupan kalsium dan fosfor. "Kalsium itu berasal terutama ari susu dan dairy product lainnya, lalu ada juga di daging merah. Jadi, jangan anak enggak dikasih susu," kata Jose.

Lalu, tubuh juga perlu vitamin D untuk membawa kalsium dibawa ke tulang.

4. Olahraga

Olahraga membantu pertumbuhan karena seorang anak berolahraga maka tubuh dipaksa untuk bekerja agar hormon pertumbuhan keluar. Namun, Jose mengingatkan agar memilih olahraga yang non high impact. Pilih olahraga seperti berenang, futsal, badminton, basket.

"Tapi jangan olahraga yang high impact ya, karena itu bisa ganggu lempeng pertumbuhan," pesannya.