Dokter di Cianjur Meninggal Diduga Kena Campak dengan Komplikasi Pneumonia

Dokter muda di Cianjur meninggal dunia dengan gejala campak. Pneumonia yang dialami memperburuk kondisi dokter lulusan FKUI itu.

Diterbitkan 27 Maret 2026, 13:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dokter muda lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Andito Mohammad Wibisino meninggal dunia pada Kamis, 26 Maret 2026. Ia meninggal dunia dengan gejala campak saat bertugas sebagai dokter internship di Cianjur, Jawa Barat.

"Kementerian Kesehatan mengonfirmasi adanya satu kasus suspek campak pada seorang dokter laki-laki berinisial AMW (26 tahun) yang berdomisili di Cipanas, Kabupaten Cianjur," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, Aji Munawarman pada Jumat, 27 Maret 2026.

Sebelum meninggal dunia, Andi mengalami gejala demam, ruam merah sertak ssesak napas berat. Pneumonia yang dialami Andi memperburuk kondisinya.

"Berdasarkan hasil investigasi sementara, pasien mengalami penyakit campak dengan komplikasi pneumonia yang memperburuk kondisi kesehatannya," kata Aji.

Pihak RSUD Cimacan telah melakukan penanganan medis sesuai standar pada 26 Maret 2026. Namun demikian pasien kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah pihak RS mengupayakan penanganan maksimal.Langkah selanjutnya, Dinkes Cianjur, Dinkes Provinsi Jawa Barat bersama Kemenkes akan melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) di lapangan pada tanggal 27 Maret 2026.

Pemberian Vitamin A

Usai kejadian ini, tim kesehatan akan melakukan penelusuran kontak erat, mencari sumber penularan dan melakukan penilaian risiko. Lalu, kontak erat dengan pasien akan diberikan vitamin A untuk mencegah penularan lebih luas di wilayah setempat.

Kasus Campak Tak Hanya Serang Anak

Dari kejadian yang dialami dokter muda ini, Kemenkes mengingatkan bahwa campak bisa menyerang siapa saja. Bukan cuma anak-anak tapi juga orang dewasa.

"Kasus ini mengingatkan kita bahwa penyakit campak bukan hanya dapat menyerang anak-anak," kata Aji.

Orang dewasa yang belum pernah divaksinasi atau belum pernah terinfeksi campak tetap memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi serius dan berakibat fatal.

Segera Lengkapi Imunisasi Campak

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit campak.

"Segera lengkapi status imunisasi karena vaksinasi merupakan perlindungan paling efektif untuk mencegah gejala berat dan kematian akibat penyakit campak," pesan Aji.

Jika masyarakat mengalami masalah kesehatan dengan ejala penyakit campak berupa demam tinggi dan ruam merah maka segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Tak kalah penting, upaya pencegahan harus dilakukan denga menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti rajin mencuci tangan pakai air dan sabun, konsumsi makanan bergizi serta menggunakan masker jika sedang sakit campak.