Rayakan Lebaran Seorang Diri, Psikolog Ungkap Cara Redam Rasa Kesepian

Merasa kesepian saat merayakan Lebaran seorang diri adalah hal wajar, begini cara meredamnya menurut psikolog.

Diterbitkan 20 Maret 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Merayakan Lebaran seorang diri dapat memicu rasa kesepian. Terutama ketika melihat orang lain merayakan bersama keluarga besar.

Menurut psikolog sekaligus dosen Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Nur Islamiah, perasaan tersebut merupakan hal yang wajar.

Guna meredam rasa kesepian, ia menyarankan agar individu tetap menjaga koneksi emosional dengan orang terdekat, meskipun tidak dapat bertemu secara langsung.

“Hubungi orang yang disayangi, lakukan panggilan video meski hanya sebentar. Yang terpenting, jangan memendam semuanya sendirian,” saran psikolog yang akrab disapa Mia seperti mengutip laman IPB, Rabu (18/3/2026).

Menurut Mia, langkah-langkah sederhana tersebut dapat membantu seseorang tetap merasa terhubung dan mengurangi rasa kesepian di tengah suasana perayaan.

Ia pun menegaskan bahwa Lebaran bukanlah ajang perlombaan untuk terlihat paling bahagia atau paling sukses.

“Kita tidak harus selalu kuat dan tidak perlu merasa harus sempurna. Memberi ruang untuk diri sendiri justru merupakan bentuk kekuatan emosional yang matang,” ucapnya.

Jika Suasana Lebaran Terlalu Ramai

Sebaliknya, suasana Lebaran terlalu ramai juga bisa memicu kelelahan fisik maupun mental.

Menurut Mia, ketika suasana Lebaran terasa sangat ramai, penting bagi seseorang untuk mengenali batas dirinya. Misalnya dengan memilih percakapan yang ingin diikuti atau mengambil waktu sejenak untuk menenangkan diri tanpa merasa bersalah.

“Menetapkan batas waktu dan energi untuk bersosialisasi bukan berarti tidak menghargai orang lain, melainkan bentuk upaya menjaga kesehatan mental,” paparnya.

Mia juga menekankan pentingnya memberi ruang bagi diri sendiri di tengah aktivitas silaturahmi. Menurutnya, ruang tersebut diperlukan untuk menjaga kapasitas emosional agar tidak mudah merasa lelah atau tersinggung.

“Memberi ruang bukan berarti menjauh, tetapi cara untuk memelihara kapasitas emosional. Tanpa ruang itu, kita lebih mudah merasa lelah, tersinggung, bahkan merasa kosong meski dikelilingi banyak orang,” jelasnya.

Merasa Lelah dalam Suasana Bahagia

Ia menambahkan, keseimbangan antara kebersamaan dengan keluarga dan waktu untuk diri sendiri sangat penting. Salah satu cara sederhana adalah menyempatkan waktu sejenak untuk diri sendiri, seperti bangun lebih pagi untuk menikmati ketenangan atau beristirahat beberapa menit di kamar.

Tekanan sosial yang muncul saat Lebaran, seperti pertanyaan mengenai pekerjaan atau pencapaian hidup, juga dapat menjadi beban mental. Untuk menyikapinya, Mia menyarankan jawaban yang tetap sopan namun menjaga batas pribadi, misalnya dengan mengatakan: “Masih dalam proses, mohon doanya, ya.”

“Jawaban seperti ini cukup untuk menjaga kenyamanan tanpa harus menjelaskan terlalu banyak,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar seseorang tidak mengabaikan perasaan lelah atau tertekan yang muncul. Menurutnya, perasaan tersebut wajar meskipun berada dalam suasana yang bahagia.

“Tidak apa-apa merasa lelah di tengah suasana yang bahagia. Validasi perasaan itu penting. Carilah cara sederhana untuk menenangkan diri, seperti berjalan sebentar, berwudu, atau mengambil waktu untuk beribadah dengan lebih khusyuk,” ujarnya.