Andrie Yunus Jalani Perawatan di RSCM, Ini Terapi dan Pengobatan yang Diberikan

Andrie Yunus menjalani perawatan di RSCM setelah disiram air keras dengan berbagai terapi medis untuk luka bakar dan gangguan penglihatan.

Diterbitkan 17 Maret 2026, 12:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kasus penyiraman air keras oleh orang tak dikenal menimpa seorang aktivis KontraS, Andrie Yunus. Akibatnya, pria 27 tahun itu mengalami luka bakar kimia di wajah dan beberapa bagian tubuh. Dia pun dilarikan ke RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan mendapat penanganan medis intensif.

Menurut Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, SH., pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM pada Jumat, 13 Maret 2026, sekitar pukul 12 malam, dengan keluhan luka bakar pada wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan, disertai gangguan penglihatan pada mata kanan.

Setibanya di IGD, tim medis segera melakukan pemeriksaan awal dan tindakan stabilisasi. Pemeriksaan menggunakan indikator pH menunjukkan adanya paparan zat kimia bersifat asam pada area luka.

Sebagai penanganan awal, tim medis melakukan irigasi atau pencucian pada area yang terpapar untuk menurunkan efek zat kimia serta menormalkan kondisi jaringan.

Hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa pasien mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada area tubuh serta trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga pada fase akut.

Kondisi tersebut menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea.

"Untuk menangani kondisi tersebut, pasien menjalani tindakan pembersihan jaringan yang rusak pada mata kanan serta transplantasi membran amnion guna melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan," kata Yoga dalam keterangan resmi, Selasa (17/3/2026).

Andrie Yunus Ditangani Tim Dokter Multidisiplin

Selanjutnya, pasien dirawat di High Care Unit (HCU) luka bakar untuk mendapatkan pemantauan dan perawatan lebih lanjut secara komprehensif oleh tim medis multidisiplin. Tim ini terdiri dari dokter spesialis mata, dokter bedah plastik rekonstruksi, serta tim medis kegawatdaruratan.

Terapi yang diberikan meliputi perawatan luka, pemberian antibiotik, obat anti-inflamasi, vitamin, serta pengobatan untuk menjaga tekanan bola mata tetap terkontrol.

Saat ini, kondisi umum pasien sudah stabil dan tidak dalam kondisi yang mengancam jiwa. Penanganan medis akan terus dilakukan secara bertahap sesuai dengan perkembangan kondisi pasien, termasuk kemungkinan tindakan rekonstruksi jaringan dan prosedur lanjutan untuk membantu mengoptimalkan pemulihan fungsi penglihatan.

"RSCM berkomitmen memberikan pelayanan medis yang komprehensif dan profesional bagi setiap pasien yang membutuhkan penanganan kasus trauma kompleks serupa," pungkasnya.