Gigi Tidak Rapi Ternyata Bisa Picu Masalah Mulut, Dokter Sarankan Perawatan Ini

Gigi tidak rapi bisa memicu masalah mulut seperti gigi berlubang dan gangguan gusi, dokter menyarankan perawatan ortodonti untuk memperbaikinya.

Diterbitkan 15 Maret 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sekitar 80 persen penduduk Indonesia memiliki susunan gigi tak rapi. Hal ini dapat memicu penurunan rasa percaya diri terutama ketika berinteraksi dengan orang lain.

“Hal pertama yang diperhatikan saat bertemu seseorang adalah senyum. Dan realitanya, sekitar 80 persen penduduk Indonesia memiliki susunan gigi yang tidak rapi, sehingga perawatan ortodonti menjadi solusi yang banyak dibutuhkan,” kata dokter gigi spesialis ortodonti, R. Ratih, dalam acara edukasi bersama SATU Dental di Jakarta, 6 Maret 2026.

Ratih menjelaskan, perawatan ortodonti dilakukan untuk merapikan gigi sehingga menghasilkan tampilan senyum yang lebih percaya diri. Perawatan ortodonti juga berperan penting dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut secara menyeluruh.

Susunan gigi yang tidak rata atau bertumpuk sering kali menjadi awal permasalahan mulut seperti sisa makanan terselip dan sulit dibersihkan, sehingga berisiko menimbulkan masalah seperti gigi berlubang ataupun gangguan gusi.

“Dengan perawatan ortodonti yang tepat, posisi gigi dapat diperbaiki sehingga fungsi gigi dan mulut menjadi lebih optimal, kebersihan gigi lebih mudah dijaga, serta membantu meningkatkan rasa percaya diri saat tersenyum.”

Perawatan ortodonti perlu dilakukan secara profesional dengan penanganan yang terencana dan teknologi pendukung yang lengkap. Sehingga, setiap pasien dapat menjalani proses menuju senyum dengan percaya diri.

Perawatan Ortodonti Harus Dilakukan oleh Dokter Profesional

Perawatan ortodonti dapat dilakukan oleh dokter spesialis ortodonti. Spesialisasi ini menandakan bahwa dokter gigi telah menempuh pendidikan lanjutan khusus dalam bidang ortodonti selama beberapa tahun setelah menyelesaikan pendidikan dokter gigi umum.

Mereka dilatih untuk menangani berbagai kondisi yang berhubungan dengan ketidaksejajaran gigi dan rahang, seperti maloklusi (gigitan yang tidak tepat) dan overcrowding (gigi yang terlalu rapat). Tindakan utama dari seorang spesialis ortodonti adalah mengoreksi posisi gigi dan rahang yang tidak sejajar, serta memperbaiki gigitan seseorang, baik untuk alasan estetika maupun kesehatan.

Perawatan ortodonti melibatkan berbagai teknik, termasuk penggunaan alat-alat khusus seperti kawat gigi (braces), retainer, dan perangkat lainnya yang berfungsi untuk memperbaiki struktur dan posisi gigi. Mereka juga melakukan evaluasi menyeluruh sebelum menentukan tindakan yang tepat bagi pasien. Pada tahap evaluasi, dokter ortodonti akan memeriksa kondisi kesehatan mulut secara keseluruhan, melihat radiograf (X-ray), serta menganalisis cetakan gigi pasien.

Fungsi Kawat Gigi dalam Perawatan Ortodonti

Kawat gigi (braces) merupakan salah satu alat paling umum yang digunakan dalam perawatan ortodonti untuk memperbaiki susunan gigi yang tidak sejajar. Berikut adalah beberapa fungsi utama kawat gigi dalam perawatan ortodonti:

Memperbaiki Ketidaksejajaran Gigi

Kawat gigi bekerja dengan cara memberikan tekanan yang konsisten dan terukur pada gigi, memungkinkan gigi untuk bergerak secara perlahan ke posisi yang benar.

Proses ini secara bertahap membantu mengoreksi berbagai masalah ketidaksejajaran, seperti gigi yang tumpang tindih, gigi yang terlalu renggang, atau gigi yang posisinya tidak beraturan.

Selama perawatan, spesialis ortho akan menerangkan terkait jenis kawat gigi apa saja yang dapat digunakan. Dokter juga akan memastikan bahwa gigi bergeser ke arah yang sesuai sehingga menciptakan susunan gigi yang lebih fungsional dan estetis.

Memperbaiki Gigitan (Bite Correction)

Tujuan lain dari penggunaan kawat gigi adalah untuk memperbaiki gigitan seseorang. Masalah seperti gigitan terbuka, overbite (di mana gigi atas menutupi gigi bawah secara berlebihan), atau underbite (gigi bawah lebih maju daripada gigi atas) dapat memicu komplikasi. Seperti nyeri pada rahang, gigi sakit saat mengunyah, atau bahkan keausan gigi yang tidak merata.

Dengan penyesuaian posisi gigi secara hati-hati, kawat gigi dapat memperbaiki gigitan ini dan membantu mengurangi risiko komplikasi lebih lanjut.

Meningkatkan Estetika Senyum

Salah satu keuntungan utama dari perawatan ortodonti adalah perbaikan estetika senyum. Setelah perawatan dengan kawat gigi selesai, gigi akan lebih rapi dan simetris, memberikan senyum yang lebih menarik secara visual. Perubahan ini sering kali meningkatkan kepercayaan diri pasien, terutama bagi mereka yang sebelumnya merasa kurang nyaman dengan penampilan gigi mereka.

Meningkatkan Kesehatan Mulut

Gigi yang tidak sejajar dapat menimbulkan kesulitan dalam membersihkan area tertentu, meningkatkan risiko terbentuknya plak, gigi berlubang, dan penyakit gusi.

Dengan memperbaiki posisi gigi menggunakan kawat gigi, pasien akan lebih mudah menjaga kebersihan mulut yang optimal. Alhasil, risiko masalah kesehatan gigi di masa depan dapat berkurang secara signifikan, menjadikan perawatan ortodonti tidak hanya sebagai solusi estetika, tetapi juga solusi kesehatan jangka panjang.

Dalam kesempatan yang sama, Elbert Kurniawan selaku Vice President Operation of SATU Dental Group mengenalkan kampanye “Tersenyum PEDE”.

“Melalui campaign ‘Tersenyum PEDE’, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kesehatan dan kerapian gigi merupakan kunci dari senyum percaya diri yang bermakna,” katanya.

“Oleh karena itu, dalam momentum Ramadan ini kami ingin mengajak masyarakat untuk bisa peduli dan sadar akan pentingnya penampilan dalam menunjang kepercayaan diri secara maksimal. Salah satunya dengan memperkenalkan perawatan Ortodonti,” pungkasnya.