Peserta BPJS Kesehatan Program Rujuk Balik Bisa Dapat Obat 7 Hari Lebih Awal di Musim Mudik

Selama musim mudik Lebaran, peserta BPJS Kesehatan Program Rujuk Balik bisa dapatkan obat lebih cepat dari biasanya.

Diterbitkan 10 Maret 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Peserta BPJS Kesehatan yang masuk dalam Program Rujuk Balik (PRB) bisa mendapat obat lebih awal dari biasanya.

Program Rujuk Balik adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien penyakit kronis dengan kondisi stabil dan masih memerlukan pengobatan atau asuhan keperawatan jangka panjang.

“Bagi pemudik yang selama ini mendapatkan Program Rujuk Balik, mendapatkan obat, nah selama fase mudik ini obat bisa diambil lebih awal dari biasanya. Jadi selama libur Lebaran 2026, jadwal pengambilan obat peserta PRB maupun penyakit kronis bisa dilakukan lebih awal, yaitu 7 hari sebelum persediaan obat habis,” kata Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan Purba, dalam temu media di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Abdi kemudian menjelaskan tata cara pengambilan obat lebih awal bagi peserta PRB, yakni:

  1. Peserta datang ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk mendapatkan resep obat
  2. Bawa resep ke Apotek Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk ambil obat
  3. Obat juga bisa diambil di Apotek PRB daerah tujuan mudik.

“Bagi layanan kronis, peserta ambil obat di instalasi farmasi apotek membawa identitas JKN dan kopi resep dari rawat jalan tingkat lanjutan,” katanya.

Dia mengimbau, sebelum mudik, perlu dipastikan bahwa status kepesertaan JKN diri dan keluarga masih aktif. Hal ini diperlukan untuk antisipasi sistuasi darurat.

“Nah, pesan untuk masyarakat yang pertama sebelum mudik pastikan status kepesertaan JKN kita dan keluarga kita selalu aktif. Yang kedua tentu saja jaga kesehatan saat perjalanan mudik, jangan lupa istirahat.”

“Yang ketiga, manfaatkan kemudahan layanan digital yang dimiliki oleh BPJS Kesehatan. Yang keempat, jangan ragu hubungi kami jika perlu informasi atau di mana terdapat kendala,” pesan Abdi.

Layanan JKN Tetap Bisa Diakses Selama Libur Lebaran

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, memastikan bahwa layanan JKN tetap bisa diakses selama libur Lebaran.

"Momentum mudik Lebaran tidak boleh menjadi penghalang bagi peserta untuk memperoleh pelayanan kesehatan. BPJS Kesehatan memastikan layanan Program JKN tetap dapat diakses dengan mudah, sehingga masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan tenang karena perlindungan kesehatannya tetap terjamin," ujar Pujo.

Dia menambahkan, berbagai kemudahan layanan telah disiapkan agar peserta tetap memperoleh pelayanan kesehatan maupun layanan administrasi kepesertaan. Termasuk bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.

Pujo menegaskan, kemudahan layanan JKN harus tetap dirasakan oleh masyarakat kapan pun dan di mana pun, termasuk di daerah tujuan mudik. Untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses layanan administrasi secara tatap muka, BPJS Kesehatan membuka layanan di kantor cabang pada tanggal 18, 20, 23, dan 24 Maret 2026 mulai pukul 08.00 hingga 13.30 waktu setempat.

Sebagai bagian dari upaya memberikan dukungan layanan selama masa mudik, BPJS Kesehatan juga menghadirkan Posko Mudik BPJS Kesehatan di sejumlah titik strategis. Pujo mengatakan, posko tersebut disiapkan untuk memberikan layanan informasi, konsultasi, hingga bantuan layanan bagi peserta Program JKN yang membutuhkan selama perjalanan.

8 Titik Posko Mudik BPJS Kesehatan

Posko mudik BPJS Kesehtan akan tersedia tanggal 13 hingga 16 Maret di delapan titik paling ramai, yakni:

  • Pelabuhan Merak, Banten
  • Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur
  • Rest Area Tol 88A Cipularang di Purwakarta
  • Rest Area Tol 166A Cipali di Majalengka
  • Rest Area Tol 429A Ungaran di Semarang
  • Rest Area Tol 519A Masaran di Sragen
  • Terminal Purabaya di Sidoarjo
  • Pelabuhan Soekarno-Hatta di Makassar.

“Kehadiran posko tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para pemudik sekaligus mempermudah peserta memperoleh informasi terkait layanan Program JKN selama perjalanan," terang Pujo.