Cara Pemberian ASI pada Bayi dengan Bibir Sumbing agar Tidak Tersedak

Cara terbaik memberikan ASI untuk bayi yang terkena bibir sumbing adalah dengan menggunakan pakai sendok atau pipet.

Diterbitkan 04 Maret 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara memberikan Air Susu Ibu (ASI) untuk bayi dengan bibir sumbing salah satunya dengan memberikan lewat sendok atau pipet seperti disampaikan dokter bedah plastik rekonstruksi dan estetik, Yantoko.

“Cara paling mudah adalah dengan menggunakan sendok atau pipet, karena lebih terkontrol dibanding dot biasa, terutama untuk bayi yang celah lebar,” ujar Yantoko dalam acara Harmoni Ramadan Ciptakan Senyuman, di Wisma 46 Jakarta pada Selasa, 3 Maret 2026.

Penggunaan dot masih bisa dilakukan dengan teknik khusus, yakni dengan menekan sisi bibir yang mengalami celah agar membantu menutupnya saat menyusu. Namun, cara ini tetap memiliki keterbatasan, terutama pada bayi dengan celah yang lebih lebar.

Posisi bayi saat menerima asupan juga menjadi faktor utama, posisi setengah duduk bisa jadi pilihan yang tepat.

“Anak yang menderita sumbing itu berbeda, sehingga dia diposisikan miring 45 derajat dalam gendongan. Dan diberikan dalam posisi sadar,” tegasnya.

Posisi ini bertujuan agar cairan tidak langsung mengalir ke arah saluran napas dan meminimalkan risiko tersedak.

Bayi Bibir Sumbing Berpotensi Sulit Menyusui dengan Benar

Yantoko juga menjelaskan bahwa bayi dengan bibir sumbing kemungkinan besar mengalami hambatan saat proses menyusui sejak hari-hari pertama kelahiran.

Gangguan tersebut terjadi karena adanya celah pada bibir yang membuat struktur bibir tidak dapat membentuk lingkaran rapat sebagaimana mestinya.

“Jadi kalau bibir sumbing, itu pasti ada gangguan untuk menyusui, karena kemampuan bibir untuk menutup dan membuka secara sempurna menjadi terganggu,” katanya.

Struktur bibir yang tidak utuh membuat bayi kesulitan membentuk tekanan di dalam rongga mulut yang dibutuhkan untuk mengisap ASI atau susu secara efektif, sehingga asupan nutrisi tidak maksimal apabila tidak disertai teknik pemberian ASI yang tepat.

“Karena lingkar bibirnya itu terputus, baik satu sisi, sebagian, atau dua sisi. Gerakan menyusu tidak bisa seperti gelang karet. Bisa buka, tutup, buka, tutup. Itu kan proses untuk mengisap,” jelasnya.

Bayi Menjadi Kurang Nutrisi

Yantoko menyinggung bahwa berat badan bayi kadang sulit naik karena nutrisi yang kurang dan kemampuan mengisap yang tidak optimal. Jika asupan tidak mencukupi dalam waktu lama, pertumbuhan dapat terhambat, dan bayi bisa jadi tidak mencapai berat badan ideal.

Kekurangan nutrisi pada bayi bibir sumbing bukan hanya karena kurangnya makanan, melainkan karena hambatan anatomis yang mengganggu proses menyusu, lalu risiko tersedak yang membatasi cara pemberian susu, serta kemungkinan asupan yang tidak maksimal dalam jangka waktu tertentu.

Berpotensi Mudah Tersedak

Jika kondisi tersebut terjadi pada langit-langit mulut maka celah tersebut membuat rongga mulut dan rongga hidung tidak terpisah secara sempurna. Sehingga bisa membuat anak tersedak.

“Ketika rongga mulut dengan rongga hidung menjadi satu. Ini berbahaya sekali apabila anak tersedak. Kemudian masuk ke saluran napas. Itu lebih bahaya daripada risiko operasinya sendiri,” ungkapnya.

Risiko masuknya cairan ke saluran pernapasan menjadi perhatian utama dalam pemberian ASI maupun susu. Karena itu, orangtua tidak hanya harus memastikan kecukupan nutrisi, tetapi juga memahami teknik pemberian yang aman untuk mencegah tersedak. Edukasi sejak awal dinilai penting agar keluarga tidak keliru dalam praktik sehari-hari.