Kanker Kolorektal Stadium Awal Tidak Bergejala, Ini Pentingnya Endoskopi bagi Pria 50 Tahun ke Atas

Dokter Seno Budi Santoso, Sp.B. Subsp. BD(K) dari RS EMC Pulomas ungkap kanker kolorektal stadium awal umumnya tidak menunjukkan gejala.

Diterbitkan 12 Februari 2026, 10:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kanker kolorektal stadium awal umumnya tidak menunjukan gejala karena tumor masih kecil dan belum menyumbat usus.

"Tumor itu kan tidak datang langsung sebesar gini. Pasti dari kecil. Dan ketika kecil itu, belum ada manifest gejalanya. Makanya tidak diketahui," kata dokter Seno Budi Santoso, Sp.B. Subsp. BD(K) usai mengisi seminar medis "Advancing Cancer Care in Indonesia" bersama EMC Healthcare pada Rabu, 11 Februari 2026 di Hotel Sultan Jakarta.

Lantaran tidak ada gejala, lalu kebanyakan kasus sering menimpa pada pria yang rata-rata usia 50-60 tahun maka rekomendasinya adalah bagi pria di atas 50 disarankan untuk melakukan endoskopi.

"Gold standard-nya endoskopi. Ada atau enggak ada gejala laki-laki terutama di atas 50 tahun, bergejala atau tidak. Rekomendasinya seperti itu," tutur dokter yang sehari-hari praktik di RS EMC Pulomas Jakarta itu.

Endoskopi adalah prosedur medis minimal invasif untuk melihat organ dalam tubuh secara langsung. Sehingga ada selang tipis yang dilengkapi dengan kamera sehingga dokter bisa melihat kondisi di usus.

"Ada benjolan sekacang pun akan terlihat. Dan sekalian bisa penegakan diagnostik, bisa lakukan biopsi. Bisa kita cubit sedikit, lalu dibiopsi untuk tahu tumornya ganas atau jinak," tutur Seno.

Bila ditemukan dalam stadium dini maka respons terhadap pengobatan akan lebih baik.

Sementara itu, pada laki-laki dengan kondisi tertentu seperti memiliki riwayat kanker di keluarga maka pemeriksaan endoskopi bisa lebih muda dari usia 50. Di luar negeri, skrining kanker kolorektal sudah berjalan baik, sehingga banyak kasus ditemukan dini.

 

Pemeriksaan Feses

Bila endoskopi adalah gold standard dalam skrining kanker kolorektal, cara lain yang bisa dilakukan dengan pemeriksaan feses.

Bila hasil laboratorium menunjukkan ada darah samar pada feses, lanjut Seno, maka bisa dilakukan pemeriksaan lebih detail.

"Walaupun darah itu belum tentu ya, bisa juga dari makanan bisa, kalau kita makan daging itu kalau tes bisa darah samarnya positif. Namun, dengan adanya darah itu membuat kita harus melanjutkan ke pemeriksaan yang lebih detail," paparnya.

Temuan Kasus Kanker Kolorektal pada Usia Muda

Biasanya kasus kanker kolorektal terjadi di usia 50-60 tahun. Namun, dalam 10 tahun terakhir Seno menemukan tidak sedikit kasus kanker kolorektal di bawah usia 40.

"Insidensi meningkat sangat tajam biasanya umur di atas 50-60 tahun. Sekarang usia cenderung muda. Akhir-akhir ini saya menerina pasien CA kolorektal di bawha 40 tahun," tuturnya.

"Biasanya ketika terjadi di usia muda lebih ganas," paparnya. 

Secara teori berbagai faktor jadi penyebab seperti konsumsi alkohol, makanan yang tidak sehat dan aspek gaya hidup lainnya.Â