Tanpa Radiasi, Ekokardiografi Pantau Kondisi Penyakit Jantung Bawaan pada Anak Secara Real Time

Ekokardiografi atau USG jantung merupakan salah satu pemeriksaan pada bayi dengan penyakit jantung bawaan (PJB).

Diterbitkan 03 Februari 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ekokardiografi merupakan salah satu pemeriksaan pada bayi dengan penyakit jantung bawaan (PJB). Pemeriksaan ini bisa dilakukan pada anak sejak usia neonatal (baru lahir hingga 28 hari).

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan Radityo Prakoso mengungkapkan lewat pemeriksaan ekokardiografi, dokter bisa melihat kondisi jantung secara real-time.

"Ekokardiografi merupakan metode utama non-invasif, tanpa radiasi, dan akurat untuk mendeteksi, mendiagnosis, serta memantau struktur dan fungsi jantung bayi dan anak secara real-time,” ungkap Radityo.

Menurut Radityo pemeriksaan ekokardiografi bisa membantu penanganan penyakit jantung bawaan pada anak sebagai golden standard.

Apalagi data menunjukkan peningkatan kasus PJB dari 0,6 per 1.000 kelahiran hidup pada 1930 menjadi 9,1 per 1.000 kelahiran hidup pada 2010. Lalu, Asia sebagai wilayah dengan proporsi tertinggi.

"Kondisi ini menjadikan echocardiography sebagai standar emas dalam pemantauan penyakit jantung bawaan sejak masa neonatal hingga tindak lanjut jangka panjang," tutur Radit dalam keterangan tertulis. 

Mengenal 3D Ekokardiografi

Salah satu jenis ekokardiografi adalah 3D ekokardiografi. Teknologi ini membuat gambar jantung 3D sehingga banyak gambar dari sudut yang berbeda. Lewat 3D ekokardiografi, bisa membantu dokter dalam memungkinkan penilaian anatomi dan fungsi katup jantung secara detail.

"3D ekokardiografi membantu mengidentifikasi morfologi ventrikel yang kompleks pada CHD, memfasilitasi evaluasi perubahan volume dan fungsi ventrikel, serta memungkinkan penilaian anatomi dan fungsi katup jantung secara lebih detail," kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan Ario Soeryo Kuncoro.

Selain itu, teknologi ini juga berperan sebagai panduan periprocedural dalam tindakan intervensi transkateter seperti jelas Ario dalam salah satu sesi Mini Workshop CARES 2026 – 3D Echocardiography Essentials: Building the Foundation for Advanced Imaging Across All Ages yang digelar Heartology Cardiovascular Hospital.

Sesi workshop tersebut dihadiri 30 dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang berfokus pada ekokardiografi dan kardiologi pediatrik.

Hadir dalam kesempatan itu Profesor Luigi Badano sebagai salah satu pembicara yang datang mengatakan bahwa dokter perlu pembelajaran berkelanjutan untuk terus memperdalam keilmuan di bidang imaging kardiovaskular.

“Saya sangat senang dapat menghadiri Mini Workshop CARES 2026. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan aktif, serta terlibat dalam diskusi dan sesi tanya jawab yang sangat dinamis,” ujar Luigi.