Liputan6.com, Jakarta - Penyakit asam urat masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering dialami masyarakat, termasuk pada usia produktif. Keluhan nyeri sendi yang muncul akibat asam urat tidak hanya mengganggu aktivitas harian, tapi juga dapat berdampak pada kualitas hidup jika tidak dikelola dengan baik.
Secara medis, asam urat merupakan zat sisa hasil metabolisme purin yang sebagian besar disaring oleh ginjal dan dikeluarkan melalui urine. Namun, ketika tubuh memproduksi asam urat secara berlebihan atau fungsi ginjal tidak optimal, kadar asam urat dalam darah akan meningkat.
Kondisi ini dikenal sebagai hiperurisemia, yang dapat memicu pembentukan kristal asam urat tajam di sendi dan jaringan tubuh, sehingga menyebabkan peradangan dan nyeri.
Advertisement
Dokter dan edukator kesehatan, Dr. Lonlim Mass, menjelaskan, pola makan dan gaya hidup menjadi faktor utama meningkatnya kadar asam urat.
Asam urat biasanya meningkat karena konsumsi makanan tinggi purin, seperti jeroan, daging merah, seafood, serta alkohol. Jika menumpuk, purin ini bisa membentuk kristal di sendi dan memicu peradangan yang dikenal sebagai gout artritis.
Selain pola makan, ada sejumlah faktor lain yang meningkatkan risiko asam urat, mulai dari faktor genetik, obesitas, konsumsi alkohol, hingga penggunaan obat-obatan tertentu seperti diuretik dan aspirin.
Gangguan fungsi ginjal juga berperan besar karena ginjal tidak mampu membuang asam urat secara efektif.
Apa Ciri-Ciri Orang Terkena Asam Urat?
Dari sisi gejala, asam urat umumnya ditandai dengan nyeri sendi yang terasa mendalam, panas, dan seperti terbakar. Sendi yang paling sering terdampak adalah ibu jari kaki, disertai pembengkakan, kemerahan, serta kekakuan yang membuat penderita sulit bergerak.
Diagnosis asam urat dilakukan melalui pemeriksaan fisik, tes darah untuk mengukur kadar asam urat, hingga aspirasi sendi guna memastikan adanya kristal asam urat. Pemeriksaan penunjang ini penting untuk membedakan asam urat dengan penyakit sendi lainnya.
Menurut Lonlim, pengobatan asam urat tidak cukup hanya mengandalkan obat pereda nyeri. Pendekatan jangka panjang melalui perubahan gaya hidup dan nutrisi menjadi kunci utama pencegahan kekambuhan.
"Pencegahan bisa dimulai dengan membatasi makanan tinggi purin, memperbanyak minum air putih agar asam urat bisa dikeluarkan lewat urin, serta rutin berolahraga. Obesitas terbukti meningkatkan risiko seseorang terkena asam urat," ujarnya.
Â
Â
Apakah Daun Kelor Bisa untuk Penderita Asam Urat?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5434177/original/013024000_1764917194-young-pregnant-woman-drinking-milk.jpg)
Lonlim juga menekankan pentingnya nutrisi jangka panjang dalam menjaga kesehatan sendi. Konsumsi makanan yang kaya antioksidan dinilai mampu membantu menekan stres oksidatif sekaligus meredakan peradangan dalam tubuh.
"Salah satu contoh bahan alami yang kaya antioksidan adalah daun kelor. Daun kelor juga mengandung senyawa yang dapat membantu menurunkan reaksi inflamasi dalam tubuh," ujar Lonlim.
Dalam konteks nutrisi harian, Lonlim menilai kombinasi susu kambing Etawa dan ekstrak daun kelor relevan untuk mendukung kesehatan sendi. Susu kambing Etawa memiliki pH yang mendekati pH tubuh manusia, sehingga lebih mudah dicerna.
"Kandungan vitamin A, B6, C, protein, dan kalsium di dalamnya berperan penting dalam menjaga kekuatan tulang dan sendi," ujarnya.
Dia, menambahkan, Etawanesia mengombinasikan susu kambing Etawa dengan ekstrak daun kelor yang difokuskan pada pencegahan peradangan.
Â
Advertisement
Pendekatan Mengatasi Nyeri Sendi Asam Urat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5161658/original/071707900_1741847303-1741841239600_penyebab-asam-urat-tinggi.jpg)
Sementara itu, Etawalin mengandung herbal berempah seperti jahe, temulawak, dan kayu manis, yang diformulasikan untuk membantu meredakan nyeri sendi.
Lonlim menegaskan bahwa pendekatan nutrisi bukan hanya untuk mengatasi nyeri sesaat, tapi menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
"Dengan memilih nutrisi yang tepat, kita tidak hanya membantu mengurangi peradangan sendi, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh agar tetap aktif dan produktif,"Â pungkasnya.
Tanpa pengelolaan yang tepat, asam urat berisiko menimbulkan komplikasi seperti tophi, batu ginjal, hingga gagal ginjal.
Oleh sebab itu, pencegahan sejak dini melalui pola hidup sehat dan nutrisi yang tepat menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan sendi dalam jangka panjang.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/262/original/004103300_1521089203-WhatsApp_Image_2018-03-15_at_12.45.09.jpeg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/5112075/original/077947000_1738105547-WhatsApp_Image_2025-01-29_at_05.54.02.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2811626/original/056782900_1558421178-dana-devolk-696161-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5742469/original/084932000_1778640331-Desain_Rumah_Sederhana_Rp_50_Juta_di_Desa_untuk_Lansia_Stroke_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672784/original/094908600_1778494889-Panen_dengan_Dicabut_Jika_Ingin_Tanam_Ulang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5021070/original/065972100_1732554680-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119614/original/001875100_1738589172-Asam_urat_12.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5161658/original/071707900_1741847303-1741841239600_penyebab-asam-urat-tinggi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5536334/original/069898300_1774320330-unnamed__47_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5468878/original/018463100_1768029329-Gemini_Generated_Image_vwzc27vwzc27vwzc.png)