Bukan Sekadar Panjang Umur, Festival Ini Dorong Kualitas Hidup Lewat Pendekatan Longevity

Ageless Festival 2026 ajak masyarakat eksplorasi kesehatan dan jaga kualitas hidup bersama Ade Rai dan pakar longevity.

Diterbitkan 26 Januari 2026, 17:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seiring meningkatnya usia harapan hidup dan semakin kompleksnya tantangan kesehatan di era modern, masyarakat kini dihadapkan pada satu pertanyaan besar, apakah hidup lebih lama selalu berarti hidup lebih sehat? Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat usia harapan hidup global meningkat lebih dari enam tahun sejak 2000.

Namun, laporan Global Burden of Disease menunjukkan bahwa hampir satu dekade terakhir kehidupan manusia rata-rata dijalani dalam kondisi kesehatan yang menurun. Situasi ini mendorong masyarakat, terutama di kawasan urban, untuk mencari pendekatan kesehatan yang tidak semata berfokus pada pengobatan saat sakit.

Pendekatan preventif dan berkelanjutan kini semakin dibutuhkan untuk menjaga kualitas hidup dalam jangka panjang. Kebutuhan inilah yang melatarbelakangi kehadiran Ageless Festival, sebuah health fair terbuka berskala besar yang dirancang sebagai ruang eksplorasi kesehatan secara menyeluruh.

Ageless Festival dijadwalkan berlangsung pada 6 s.d 7 Juni 2026 dengan target kehadiran sekitar 10.000 peserta. Angka tersebut menjadikan acara ini sebagai salah satu festival kesehatan terbesar yang akan digelar di Jakarta pada 2026.

Berbeda dari seminar medis atau konferensi tertutup, Ageless Festival mengusung konsep pengalaman langsung yang dapat diakses oleh masyarakat luas.

"Ageless Festival kami rancang sebagai ekosistem eksplorasi kesehatan. Peserta tidak hanya datang untuk mendengar, tetapi juga untuk mencoba, bertanya, dan menemukan pendekatan kesehatan yang paling relevan dengan kebutuhan mereka," ujar Ketua Penyelenggara Ageless Festival, Joditha Winatajaya.

 

Pengalaman Kesehatan yang Telah Dikurasi

Selama dua hari penyelenggaraan, peserta akan mendapatkan akses ke berbagai pengalaman kesehatan yang telah dikurasi.

Area pameran menghadirkan beragam brand dan penyedia layanan, mulai dari vitamin dan suplemen, teknologi kesehatan, kebugaran dan pemulihan, hingga pendekatan medis dan non-medis yang mendukung kesehatan jangka panjang.

Pengunjung juga dapat berdialog langsung dengan para praktisi dan penyedia layanan. Melalui interaksi ini, peserta dapat memahami manfaat, kegunaan, hingga batasan dari berbagai metode kesehatan yang ditawarkan.

Pendekatan tersebut memberi ruang bagi masyarakat untuk membangun pemahaman yang lebih kritis dan personal, tanpa bergantung pada satu tren kesehatan tertentu.

Tak hanya menghadirkan pameran, Ageless Festival juga menyuguhkan berbagai aktivasi interaktif. Peserta dapat mengikuti sesi kebugaran, pemulihan tubuh, hingga mencoba teknologi kesehatan yang semakin relevan di tengah gaya hidup modern yang serba cepat dan penuh tekanan.

"Dari sisi edukasi, festival ini akan menggelar diskusi terbuka dan panel inspiratif yang membahas kesehatan, kebugaran, dan gaya hidup dari beragam perspektif," tambahnya.

 

Ada Ade Rai

Percakapan dirancang agar inklusif dan kontekstual dengan tantangan kesehatan masyarakat urban, termasuk isu longevity dan kualitas hidup jangka panjang.

Sejumlah tokoh dan praktisi dari berbagai latar belakang dijadwalkan hadir sebagai pembicara. Di antaranya ikon kebugaran Indonesia, Ade Rai; Spesialis Functional Medicine dan Longevity dari Malaysia, Dr. Andes Lai; Entrepreneur dan Pegiat Gaya Hidup Sehat, Donny Pramono; Aktor sekaligus Co-founder Manifest, Brandon Salim; dan MedTech Lead dari Longevity Clinic Malaysia, Dr. Key.

Dengan target ribuan peserta, Ageless Festival diposisikan sebagai ajang temu antara masyarakat, praktisi, dan industri kesehatan dalam skala yang lebih luas dibandingkan pameran konvensional.

Pendekatan festival diharapkan mampu menghadirkan pengalaman yang lebih terbuka, interaktif, dan relevan dengan tantangan kesehatan masyarakat urban.

Ke depan, penyelenggara berharap Ageless Festival dapat berkembang menjadi platform tahunan yang mendorong masyarakat untuk lebih aktif dan sadar dalam mengelola kesehatannya.

Bukan hanya bagi mereka yang telah menghadapi masalah kesehatan, tapi juga bagi generasi usia produktif yang ingin menjaga kualitas hidup. Bukan sekadar memperpanjang usia.