Tak Selalu karena Kurang Bersih, Ini 10 Penyebab Ketiak Gatal

Ketiak gatal merupakan keluhan yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Saat rasa gatal muncul, keinginan untuk menggaruk sering kali sulit ditahan. Berikut 10 penyebab umum ketiak gatal yang perlu diketahui.

OlehMasni
Diterbitkan 21 Januari 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketiak gatal merupakan keluhan yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Saat rasa gatal muncul, keinginan untuk menggaruk sering kali sulit ditahan.

Meski menggaruk dapat memberikan rasa lega sesaat, gatal biasanya akan kembali muncul dan bahkan bisa bertambah parah.

Kulit di area ketiak tergolong tipis dan sensitif. Tak heran, bagian tubuh ini lebih mudah mengalami iritasi dibandingkan area kulit lainnya.

Namun, rasa gatal di ketiak tidak selalu berkaitan dengan kebersihan semata. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu. Dilansir dari laman Health pada Selasa, 20 Januari 2026, berikut 10 penyebab umum ketiak gatal.

1. Dermatitis Kontak

Dermatitis kontak merupakan penyebab paling sering dari ketiak gatal. Kondisi ini terjadi ketika kulit bereaksi terhadap zat pemicu iritasi atau alergi, seperti pewangi, pengawet dalam sabun, atau deodoran. Paparan berulang dapat menyebabkan kemerahan dan rasa gatal.

Solusinya, hentikan penggunaan produk yang dicurigai, bersihkan ketiak secara lembut, dan gunakan krim pereda gatal bila diperlukan.

2. Hidradenitis Supurativa

Hidradenitis supurativa adalah penyakit peradangan kulit kronis akibat tersumbatnya folikel rambut di area kelenjar keringat.

Gejalanya berupa benjolan kecil yang nyeri dan berisi nanah. Jika memburuk, benjolan dapat pecah dan meninggalkan bekas luka.

Penanganan bergantung pada tingkat keparahan, mulai dari obat oles, antibiotik, hingga terapi khusus yang diresepkan dokter.

3. Folikulitis

Folikulitis adalah infeksi pada folikel rambut yang ditandai dengan benjolan mirip jerawat di ketiak. Kondisi ini kerap dipicu oleh kebiasaan mencukur, waxing, atau penggunaan pakaian yang terlalu ketat

Menghentikan sementara kebiasaan mencukur serta menggunakan obat topikal dapat membantu meredakan gejala.

4. Akantosis Nigrikans

Akantosis nigrikans ditandai dengan kulit ketiak yang menebal, terasa seperti beludru, dan berwarna lebih gelap. Kondisi ini sering berkaitan dengan resistensi insulin, gangguan hormon, atau efek samping obat tertentu.

Penanganannya berfokus pada mengatasi penyakit yang mendasari, disertai perawatan kulit untuk memperbaiki tampilan area yang menghitam.

5. Intertrigo

Intertrigo terjadi akibat gesekan antar lipatan kulit yang lembap dan hangat. Gejalanya berupa ruam kemerahan yang terasa perih dan gatal, bahkan bisa terinfeksi jamur atau bakteri.

Menjaga ketiak tetap kering serta penggunaan obat sesuai anjuran medis dapat membantu mencegah perburukan. 

6. Psoriasis Inversa

Berbeda dengan psoriasis pada umumnya, psoriasis inversa muncul di lipatan tubuh seperti ketiak dengan tampilan kulit halus, mengkilap, dan merah terang. Keringat sering memperparah rasa gatal.

Pengobatan biasanya menggunakan obat oles, dan pada kasus berat diperlukan terapi lanjutan.

7. Kurap

Kurap disebabkan oleh infeksi jamur dan bukan cacing, seperti yang sering disalahartikan. Ruam biasanya berbentuk melingkar, bersisik, dan terasa gatal. Penyakit ini mudah menular melalui kontak langsung atau penggunaan barang pribadi bersama.

Penggunaan salep antijamur umumnya efektif untuk mengatasi infeksi ini.

8. Jamur Kulit

Infeksi jamur Candida kerap menyerang area tubuh yang hangat dan lembap, termasuk ketiak. Gejalanya berupa ruam kemerahan disertai rasa gatal hebat.

Menjaga kebersihan dan kekeringan ketiak serta penggunaan krim antijamur secara rutin dapat membantu penyembuhan.

 

9. Biang Keringat

Biang keringat muncul akibat tersumbatnya saluran keringat. Tanda-tandanya berupa bintil kecil yang terasa perih atau seperti menusuk, terutama saat berkeringat.

Kondisi ini umumnya ringan dan dapat membaik dengan menjaga tubuh tetap sejuk dan mengenakan pakaian longgar.

10. Limfoma Kulit

Penyakit ini memang jarang terjadi. Namun, gatal di ketiak bisa menjadi tanda limfoma kulit, yaitu kanker sel darah putih. Gejalanya meliputi bercak atau benjolan berwarna merah hingga keunguan. Jika menyebar ke kelenjar getah bening, akan muncul benjolan keras di ketiak.

Penyakit ini memerlukan pemeriksaan medis menyeluruh dan penanganan khusus oleh dokter spesialis.