Cacar Api Bisa Menyiksa Bertahun-tahun, Rasa Sakitnya Disebut Lebihi Operasi

Cacar api atau herpes zoster bisa menyebabkan nyeri hebat hingga bertahun-tahun, bahkan disebut lebih menyakitkan dari operasi.

Diterbitkan 19 Januari 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penyakit cacar api atau herpes zoster tidak boleh dianggap sepele. Keterlambatan atau kesalahan penanganan dapat memicu berbagai komplikasi serius. Bahkan, rasa nyeri yang ditimbulkan disebut bisa melebihi sakit pascaoperasi maupun nyeri persalinan.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam subspesialis Reumatologi Siloam Hospital Lippo Village, dr Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR, FACR, menjelaskan, cacar api disebabkan oleh Virus Varicella-Zoster (VZV), virus yang sama dengan penyebab cacar air dan termasuk dalam keluarga virus herpes.

"Virusnya sama seperti cacar air yang kita alami saat kecil. Namun, setelah sembuh, virus ini tidak hilang, melainkan menetap di dalam tubuh dan akan aktif kembali ketika sistem imun menurun," ujar Sandra dalam Health Talk Kenali Cacar Api di Siloam Hospital Lippo Village, Kabupaten Tangerang pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Saat pertama kali muncul, cacar api tidak langsung menimbulkan nyeri hebat. Gejala awal biasanya berupa rasa nyeri atau gatal di satu bagian tubuh saja. Berbeda dengan cacar air yang menyebar ke seluruh tubuh, herpes zoster hanya muncul pada satu sisi atau area tertentu.

Pada hari ke-0 hingga ke-3, gejala yang dirasakan antara lain nyeri, gatal, sakit kepala, dan keluhan ringan lainnya. Memasuki hari ke-4 hingga ke-8, mulai muncul ruam, lepuhan berisi cairan, dan nyeri yang semakin intens.

Selanjutnya, pada fase penyembuhan sekitar minggu ke-2 hingga ke-4, lepuhan akan mengering dan mengelupas.

 

Cara agar Terhindar dari Cacar Api

Namun, pada sebagian pasien, kondisi dapat berkembang ke tahap kronis. Rasa nyeri dapat berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, tergantung kondisi masing-masing individu.

"Kalau cacar air sembuh biasanya kulit kembali mulus. Berbeda dengan cacar api, bisa muncul komplikasi yang disebut Neuralgia Pasca-Herpes (PHN). Ini adalah nyeri hebat yang tidak berlangsung sebentar, bahkan bisa bertahun-tahun," tambahnya.

Beberapa pasien bahkan menggambarkan nyeri akibat PHN lebih parah dibandingkan sakit pascaoperasi, nyeri melahirkan, hingga sakit kepala akut. "Nyeri melahirkan mungkin berlangsung 8 jam sampai dua hari, tapi ini bisa berbulan-bulan bahkan menahun," katanya.

Menurut Sandra, cacar api merupakan penyakit akibat virus yang mudah aktif saat daya tahan tubuh melemah.

Kelompok usia anak-anak dan usia di atas 50 tahun menjadi kelompok yang paling rentan karena sistem imun yang cenderung menurun.

Oleh sebab itu, menjaga sistem imun menjadi kunci utama pencegahan. Namun, penguatan imun tidak bisa dilakukan secara instan atau dengan satu cara saja.

"Tidak cukup hanya minum vitamin atau suntik vitamin sesekali. Imun harus dipelihara secara konsisten. Ada konsep TOMS yang bisa diterapkan setiap hari," ujarnya.

KECAPI adalah Kenali Cacar Api

TOMS meliputi Tidur cukup minimal 8 jam per hari, Olahraga rutin untuk menjaga metabolisme dan mencegah penyakit seperti diabetes, Makan sehat dan bergizi seimbang, serta mengelola stres dengan baik.

"Selain itu, pencegahan juga bisa dibantu dengan vaksinasi. Berdasarkan penelitian, efektivitas vaksin herpes zoster bisa mencapai lebih dari 90 persen," kata Sandra.

Dalam kesempatan yang sama, Head of Medical Vaccine GSK Indonesia, dr Johan Wijoyo, mengatakan, GSK Indonesia mendukung upaya pencegahan penyakit menular melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, asosiasi kedokteran, dan tenaga kesehatan.

GSK juga bekerja sama dengan Maia Estianty sebagai duta kesehatan cacar api. "Kami aktif meningkatkan kesadaran publik melalui edukasi tentang pentingnya pencegahan cacar api atau herpes zoster, termasuk vaksinasi sebagai langkah preventif yang efektif," ujar Johan.

GSK Indonesia juga telah menjalin kerja sama resmi dengan Kementerian Kesehatan RI untuk mendukung kemitraan strategis, memperluas akses edukasi, mempermudah konsultasi medis, serta meningkatkan kesadaran penyakit dan penerapan vaksinasi demi menjaga kualitas hidup masyarakat dewasa di Indonesia.

Sebagai bagian dari inisiatif edukasi, GSK Indonesia menghadirkan chatbot WhatsApp KECAPI (Kenali Cacar Api) yang memudahkan masyarakat memperoleh informasi seputar herpes zoster dan langkah pencegahannya.