Setiap Gigitan Donat, Ada Kesenangan Sederhana yang Membuat Hidup Lebih Manis

Nikmati setiap gigitan donat yang menghadirkan kebahagiaan sederhana, bikin hari-harimu lebih manis dan penuh keseruan.

Diterbitkan 15 Januari 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Industri donat di Indonesia kini memasuki fase baru. Tak lagi sekadar soal rasa manis atau topping menarik, tapi juga tentang bagaimana sebuah produk dapat menjawab kebutuhan konsumen yang semakin spesifik. Mulai dari selera rasa, gaya hidup sehat, hingga preferensi diet tertentu.

Pendiri sekaligus CEO Dough Darlings, Ivan Mario Halim, mengatakan, perubahan perilaku konsumen dalam satu dekade terakhir menuntut pelaku industri F&B untuk terus beradaptasi.

"Kalau bicara Indonesia, khususnya Jakarta, tren itu bergerak sangat cepat. Viral hari ini, besok bisa berubah lagi. Konsumen selalu mencari sesuatu yang baru," ujar Ivan.

Dia, menambahkan, perubahan tren ini tidak hanya terjadi pada rasa donat, tapi juga pada nilai yang dibawa sebuah produk. 

"Mau rasanya seperti apa pun, kami tetap pegang value utama kami yaitu artisanal dibuat dengan tangan, dan memberi experience. Itu tidak berubah sejak 11 tahun perjalanan Dough Darlings," tambahnya.

Perubahan selera ini membuat inovasi menjadi kunci bertahan, tanpa kehilangan identitas merek.

Eksplorasi rasa yang semakin luas membuat industri donat bergerak ke wilayah lebih spesifik, seperti donat gluten-free dan vegan. Ivan menekankan bahwa inovasi kini bukan hanya soal rasa, tapi juga menyesuaikan dengan kebutuhan gaya hidup konsumen.

"Sekarang konsumen makin spesifik, bahkan ada yang punya kebutuhan khusus. Kami sudah mengembangkan produk gluten-free dan vegan untuk menjawab itu," ujarnya.

Dari Eksplorasi Rasa ke Gaya Hidup Sehat

Meski begitu, pengembangan produk untuk kebutuhan khusus bukan hal mudah. "Secara bahan dan proses, produk seperti gluten-free dan vegan jauh lebih menantang. Variannya juga tidak bisa terlalu banyak karena bahan bakunya sulit didapat," ujarnya.

Menurutnya, hal ini justru menunjukkan arah masa depan industri kuliner yang bergerak dari sekadar sadar kesehatan hingga penuh pertimbangan.

Perubahan preferensi konsumen menandai babak baru dunia donat. Kini, donat bukan sekadar camilan, tetapi bagian dari gaya hidup dan identitas.

Konsumen Baru dan Tantangan Baru

"Sekarang orang bukan cuma beli karena lapar, tapi karena ingin pengalaman, ingin merasa bahagia. Itu yang kami jaga sejak awal agar setiap orang yang makan donat kami merasa harinya jadi lebih baik," ujar Ivan.

Dia, menambahkan,"Donat itu tidak cuma bundar dan gula. Dari adonan, coating, sampai konsep rasa, semua masih bisa dieksplorasi. Masa depannya masih sangat panjang."

Di tengah tren kesehatan, veganisme, dan diet personal, donat justru menemukan bentuk barunya. Lebih sadar, lebih bermakna, dan semakin relevan dengan kehidupan modern.

Â