Donald Trump Konsumsi Aspirin Dosis Tinggi Setiap Hari, Ini Kata Dokter Jantung

Donald Trump akui dirinya mengonsumsi aspirin setiap hari dalam jumlah yang tinggi. Simak penjelasan dokter jantung tentang hal tersebut.

Diterbitkan 07 Januari 2026, 15:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dalam sebuah wawancara, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengatakan bahwa ia mengonsumsi aspirin setiap hari dengan dosis lebih tinggi dari rekomendasi dokter.

Donald Trump mengaku, hal ini telah menjadi kebiasaannya selama 25 tahun. Ia tetap melakukan hal itu meski berdampak bisa membuat memar pada tubuhnya. 

Trump mengatakan bahwa kebiasaannya mengonsumsi aspirin didasarkan pada keinginannya akan aliran darah yang lancar. Ia percaya bahwa semakin banyak aspirin yang dikonsumsi, semakin lancar pula peredaran darahnya ke jantung.

"Mereka bilang aspirin bagus untuk mengencerkan darah, dan saya tidak ingin darah kental mengalir melalui jantung saya," kata Trump dalam wawancara dengan Wall Street Journal.

Trump yang kini hampir menginjak usia 80 tahun mengungkapkan, dirinya mengonsumsi sebanyak 325 miligram aspirin setiap hari. Hal ini juga didukung dengan pil aspirin dewasa yang bersifat bebas jual beli. Jumlah ini diketahui empat kali lebih tinggi dari dosis yang disarankan dalam pencegahan penyakit kardiovaskular.

Sementara itu, dosis normal aspirin hanya sebanyak 81 miligram. Tingginya dosis aspirin yang dikonsumsi Trump ini tentunya menjadi perhatian publik.

Para ahli telah memperingatkan bahwa aspirin sebaiknya tidak dikonsumsi setiap hari pada orang yang berusia lebih dari 60 tahun. Hal ini disampaikan US Preventive Services Task Force sejak tahun 2022. Mereka mempertegas bahwa sudah seharusnya orang yang terbiasa mengonsumsi aspirin menghentikannya pada usia 75 tahun.

Di samping itu, seorang ahli kardiologi preventif dari Stanford Medicine, Eleanor Levin, mengungkapkan bahwa ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa risiko yang ditimbulkan aspirin dosis tinggi sangat minim. Hal ini disebabkan oleh toleransi seseorang terhadap aspirin dengan jumlah berlebih.

"Sebenarnya, penggunaan aspirin dosis tinggi itu tidak diperlukan," kata Levin mengutip NPR.

Apa Itu Aspirin?

Aspirin termasuk ke dalam kelompok obat ibuprofen dan naproxen. Pada dosis rendah, aspirin dapat mengurangi produksi molekul yang dapat menyebabkan pembekuan darah.

Secara umum, obat ini diperjualbelikan secara bebas untuk indikasi sakit kepala dan nyeri pada orang dewasa. Pada batas normal, obat ini juga bisa menjadi langkah pencegahan terhadap masalah vaskular bagi orang usia lanjut, seperti Trump.

 

Efek Samping Aspirin yang Harus Diperhatikan

Meskipun aman, pil aspirin hanya boleh dikonsumsi dalam batas wajar. Sama seperti obat lainnya, aspirin juga dapat menimbulkan efek samping.

Menurut ahli, mengonsumsi aspirin secara sembarangan dapat meningkatkan risiko pendarahan di lambung dan otak. Akan tetapi, kecil kemungkinannya terhadap kematian.

Aspirin juga dapat memicu pendarahan ringan seperti memar atau luka kecil. Trump diketahui pernah mengalami keduanya dan ini divalidasi oleh dokter pribadinya mengenai penggunaan aspirin yang berlebihan.

Levin mengatakan bahwa efek samping tersebut umum terjadi dan tidak mengkhawatirkan. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa fungsi aspirin sebagai pengencer darah terbukti berhasil. Selain itu, pendarahan juga didukung oleh penuaan, dimana kulit semakin menipis dan rapuh.

Oleh karena itu, tenaga kesehatan mungkin lebih sering menemui pasien usia lanjut dengan kondisi memar dan bahkan tidak ingat dirinya pernah terbentur.

Selain pendarahan, aspirin juga memiliki efek samping terhadap pendengaran. Gangguan tinnitus kerap terjadi akibat mengonsumsi aspirin secara berlebih. Hal ini juga pernah dialami Trump menurut wawancaranya bersama media.