Bangun Tidur Langsung Lompat 50 Kali, Klaimnya Bisa Selamatkan dari Hipertensi

Viral di TikTok, lompat 50 kali setiap pagi disebut selamatkan dari hipertensi. Ini penjelasan medis dan risikonya.

Diterbitkan 03 Januari 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah tren kesehatan yang viral di TikTok kembali memancing rasa penasaran publik. Kali ini, praktik sederhana berupa lompat sebanyak 50 kali sesaat setelah bangun tidur diklaim mampu membantu mengatasi tekanan darah tinggi atau hipertensi. Selain itu, metode ini juga disebut dapat mengurangi perut kembung, rasa lemas di pagi hari, hingga meningkatkan suasana hati.

Sejumlah pengguna media sosial mengaku merasakan manfaat setelah rutin mencoba tren tersebut. "Saya merasakan lebih banyak kegembiraan dan kebahagiaan dalam hidup sebagai hasil dari perubahan kecil ini," tulis seorang pengguna TikTok.

Pengguna lain menambahkan,"Saya sudah melakukan ini selama tiga minggu dan perut saya menjadi lebih rata, kaki lebih ramping, serta peradangan tampaknya berkurang."

Melansir Today pada Rabu, 31 Desember 2025, antusiasme terhadap tren lompat pagi ini cukup tinggi. Namun, para ahli menegaskan bahwa klaim yang beredar perlu disikapi secara realistis dan tidak dianggap sebagai solusi medis tunggal, khususnya untuk hipertensi.

Tren ini dipopulerkan oleh seorang influencer yang menyebut dirinya 'gadis malas', Kathryn Smith. Dia mengunggah video pada Juli lalu dan menyebut bahwa kebiasaan melompat di pagi hari dapat membantu sirkulasi darah, sistem limfatik, serta meningkatkan suhu tubuh.

"Jika Anda memiliki kemampuan untuk melompat, Anda sebaiknya melakukannya setiap hari," ujar Smith.

 

Melompat 50 Kali di Pagi Hari

Dari sisi medis, dokter spesialis kedokteran olahraga di Penn Medicine, Dr. John Vasudevan menjelaskan bahwa melompat termasuk latihan pliometrik yang dapat memberikan manfaat jangka pendek bagi tubuh.

"Anda mengaktifkan otot untuk mencegahnya dari atrofi. Lonjakan detak jantung juga membantu meningkatkan aliran darah ke otak," kata John.

Dia menambahkan bahwa aktivitas ini hanya membakar sekitar 10–15 kalori dan efeknya terhadap metabolisme bersifat sementara. "Tidak ada keajaiban dalam melakukannya di pagi hari atau di angka 50. Ini sebaiknya hanya menjadi bagian dari gaya hidup aktif secara keseluruhan," ujarnya.

Manfaat lain yang kerap dikaitkan dengan tren ini adalah dukungan terhadap sistem limfatik. Menurut John, sistem limfatik berfungsi sebagai 'sistem pembuangan' tubuh yang bekerja secara pasif.

"Gerakan kontraksi dan relaksasi otot saat melompat dapat membantu mempercepat pembuangan limbah metabolisme," tambahnya.

 

Apakah Melompat 50 Kali Setiap Pagi Memiliki Manfaat?

Sementara itu, perawat praktisi keluarga bersertifikat di Orlando Health Heart and Vascular Institute, Rita Baroudi, mengaku telah mencoba sendiri tren tersebut.

"Saat bangun dengan perasaan lesu atau stres, melompat di pagi hari memberi dorongan energi tanpa perlu minum kopi," katanya.

Meski relatif aman bagi orang sehat, para ahli mengingatkan bahwa tren lompat 50 kali setiap pagi tidak cocok untuk semua orang. John menyarankan pemula memulai dengan lima hingga 10 lompatan terlebih dahulu.

Konsultasi medis dianjurkan bagi lansia, penderita penyakit jantung, gangguan tekanan darah, pembekuan darah, atau penyakit ginjal.

Baroudi juga menegaskan bahwa tren ini sebaiknya dihindari saat sedang demam atau mengalami infeksi. "Media sosial sebagian besar ada untuk memberikan inspirasi, bukan informasi," kata John mengingatkan.