Liputan6.com, Jakarta - Tradisi yang pasti dilakukan semua orang saat merayakan Hari Natal adalah makan besar. Akan tetapi, hidangan Natal yang meriah bisa saja memiliki dampak terhadap kesehatan tubuh, termasuk otak.
Ada berbagai cara makanan memengaruhi fungsi otak, terutama berkaitan dengan ingatan dan kemampuan konsentrasi.
Oleh sebab itu, menjaga pola makan seimbang menjadi penting untuk mendukung fungsi otak sekaligus kesehatan mental. Namun, apakah makan besar di Hari Natal memiliki efek secara langsung pada otak?
Advertisement
Melansir BBC pada Rabu, 24 Desember 2025, makan berlebihan dalam jangka waktu yang lama secara umum memberikan dampak buruk bagi otak. Apalagi, makanan yang tinggi gula dan lemak jenuh.
Meski begitu, makan banyak sesekali memberikan efek yang lebih rendah. Seorang peneliti tamu pascadoktoral dari National Institutes Health di Washington, Aaron Hengist, mengatakan, masyarakat boleh menikmati hidangan besar di Hari Natal. Dengan catatan, setelah itu pola makan seimbang harus kembali berjalan.
Menurutnya, jika setelah itu seseorang tetap makan berlebihan, tekanan pada tubuh akan meningkat. Setidaknya selama lima hari, dampak buruk akan timbul pada fungsi otak.
Ketika makan, berbagai sinyal di dalam tubuh memberi tahu otak bahwa kita sudah kenyang. Sinyal-sinyal tersebut dihasilkan oleh hormon yang dilepaskan dari usus dan metabolisme.Â
Perhatikan ‘Sinyal Kenyang’
Â
Selain itu, hormon-hormon tersebut juga memberi sinyal pelepasan insulin dari pankreas. Sehingga kadar gula darah dalam tubuh dapat dikontrol. Dalam konteks ilmiah, semua proses ini disebut sebagai 'kaskade rasa kenyang'.
Profesor dan konsultan endokrinologi dari Imperial College London, Tony Goldstone, mengatakan, setiap hormon bekerja dalam jangka waktu yang berbeda. Sinyal yang dikirim juga berkaitan dengan rasa kantuk yang dialami setelah makan banyak.
Sebagian besar orang meyakini bahwa efek ini terjadi karena aliran darah yang turun dari otak ke perut. Sementara itu, Hengist menyebutkan bahwa perlu penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.
Hal ini karena respon hormon dari usus merupakan campuran dari berbagai hormon sehingga kita tidak tahu hormon mana yang menyebabkan rasa kantuk itu ada.
Â
Advertisement
Makan Banyak Tidak Berbahaya Bagi Kondisi Tertentu
Sebuah studi yang dilakukan Hengist pada tahun 2020 meneliti efek yang dialami orang-orang ketika makan lebih dari batas kenyang. Hasilnya menunjukkan bahwa makan berlebihan sesekali tidak memberikan banyak pengaruh pada sistem metabolisme.
Sebanyak 14 laki-laki sehat secara sukarela memakan banyak pizza dalam satu hari. Pada tahap pertama, mereka diminta untuk makan sampai kenyang.
Selanjutnya, mereka diminta makan sebanyak yang mereka bisa. Dalam eksperimen ini, mereka makan dua kali lipat dari jumlah pizza biasanya.
Hormon, nafsu makan, mood, dan respons metabolisme mereka diukur selama empat jam setelah makan. Para peneliti menemukan bahwa kadar gula darah mereka tidak lebih tinggi dari biasanya. Begitu juga dengan jumlah lemak dalam darah mereka.
Meski tidak ada perbedaan yang signifikan, studi ini meneliti laki-laki dengan usia muda dan kondisi sehat. Pola makan seimbang harus tetap diperhatikan, terutama bagi perempuan dan orang yang mengalami obesitas.
Â
Perhatikan Cara Kita Makan Besar
Studi lain menunjukkan bahwa makan berlebihan selama beberapa jam atau satu hari dapat mulai mengganggu metabolisme. Hal ini karena tubuh mengalami tekanan sehingga mampu memengaruhi otak.
Studi yang diterbitkan tahun 2021 ini, meneliti kebiasaan makan sesuai tradisi Amerika dalam pesta menyambut pertandingan olahraga. Momen itu biasanya membuat meja dipenuhi oleh minuman beralkohol dan makanan tinggi lemak.
Sebanyak 18 laki-laki yang kelebihan berat tapi sehat mengonsumsi 5.087 kalori selama lima jam. Setelah itu, mereka melakukan tes darah dan scan hati. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar sukarelawan mengalami peningkatan lemak di hati mereka.
Penelitian menyimpulkan bahwa diet tinggi lemak dan gula dapat menyebabkan berkurangnya oksigen ke otak. Selain itu, peradangan pada jaringan otak juga mungkin terjadi. Hal inilah yang menjadi pemicu gangguan hati yang berlemak sekalipun rendah alkohol.
Â
Advertisement
Makan Besar Tidak Memiliki Banyak Pengaruh karena Evolusi
Goldstone mengatakan, banyak hal yang mendorong kita untuk makan saat merasa lapar. Misalnya, perubahan suasana hati atau kelelahan. Sehingga kita cenderung menginginkan makanan yang kaya akan energi.
Faktor pendorong rasa lapar berlebihan masih dipertanyakan. Namun, sebagian penelitian menunjukkan bahwa rasa lapar adalah kondisi yang terburuk manusia. Hal ini memungkinkan seseorang makan banyak untuk menghilangkan kondisi ini.
Goldstone juga menambahkan, siklus lapar dan makan berlangsung secara sadar. Manusia telah berevolusi untuk menemukan cara mengatasi kelaparan. Banyak yang menganggap tanpa makanan, kita akan mati.
Sementara itu, sepanjang sejarah manusia belum ada fenomena kelebihan makanan tidak pernah terjadi. Hal ini karena dampaknya yang jangka panjang dan tidak terlalu mematikan. Oleh karena itu, evolusi dapat menjelaskan mengapa makan banyak sesekali tidak terlalu berbahaya.
Â
Apa yang Kita Makan Berpengaruh pada Otak
Studi lain meneliti terkait apa yang terjadi di otak ketika kita mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak. Penelitian ini tidak hanya dilakukan dalam satu kali makan, tetapi berlangsung selama lima hari.
Kepala divisi neuroimaging metabolik di University of Tübingen di Jerman, Stephanie Kullmann, mengungkapkan bahwa temuan ini berpotensi dapat diterapkan. Meskipun dalam skala yang lebih kecil dan periode makan banyak yang singkat.
Penelitian ini melibatkan 18 laki-laki sehat yang mengonsumsi makanan tinggi kalori selama lima hari. Hal ini dilakukan dengan diiringi diet normal mereka. Sementara itu, 11 orang di antaranya tidak mengubah diet mereka.
Hasilnya menunjukkan bahwa diet tinggi kalori memengaruhi respons otak terhadap insulin di area visualisasi makanan dan proses memori. Otak yang resisten terhadap insulin tidak dapat mengurangi nafsu makan dan asupan dengan benar. Hal ini karena sinyal kenyang membuat kita berhenti makan.
Kullmann menyimpulkan bahwa makanan memengaruhi otak lebih dulu daripada tubuh. Para peserta memiliki berat badan yang sama. Akan tetapi, otak mereka menjadi lebih mirip dengan orang yang mengalami obesitas bertahun-tahun.
Dengan begitu, kondisi obesitas disebabkan oleh adanya gangguan pada hipotalamus. Bagian ini yang mengatur asupan makan kita sehari-hari.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3902462/original/ACg8ocLHNUNrqYcho6lDWlSJj-ozzcMifcmqLkS7k0YWuBhKvos7Dn3Q%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5452986/original/051951400_1766464415-Makanan_Natal_Praktis_untuk_Kumpul_Keluarga.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263870/original/059767400_1782025319-Diskon_tiket_transportasi_selama_libur_sekolah_2026-21_Juni_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4475545/original/099616600_1687339010-IMG-20230621-WA0001.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548664/original/042938200_1775547470-Pramono_Keberagaman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/262/original/004103300_1521089203-WhatsApp_Image_2018-03-15_at_12.45.09.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260379/original/084688000_1781589230-tj_verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259296/original/035877100_1781495343-_____________FIFAWorldCup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621898/original/023575700_1782614127-063_2283622576.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540345/original/069396100_1774710516-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618866/original/035352900_1782607831-063_2283624619.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243047/original/051478600_1749093312-AP25155771563061.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3529388/original/056973400_1627972342-000_9767F7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625922/original/005183100_1782620553-063_2283651686.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4475545/original/099616600_1687339010-IMG-20230621-WA0001.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548664/original/042938200_1775547470-Pramono_Keberagaman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495985/original/029592800_1770453408-WhatsApp_Image_2026-02-07_at_06.05.03.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493006/original/086837400_1770191317-IMG-20260203-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489879/original/074481000_1769943019-WhatsApp_Image_2026-02-01_at_09.09.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486499/original/099745700_1769588886-Ide_Usaha_Hampers_dengan_Kain_Tile_Makanan_Ringan_Tradisional.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5482978/original/082856100_1769311877-WhatsApp_Image_2026-01-25_at_10.27.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5457952/original/085391400_1767067413-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3875320/original/081320500_1640924991-20211231-_Kawasan_Kota_Tua_Ditutup_pada_Malam_Pergantian_Tahun-2.jpg)