Anak Kecanduan Roblox? Pakar Ungkap Bahaya Gim Daring dan Pentingnya Pengawasan Orangtua

Di balik serunya Roblox, pakar mengungkap risiko kecanduan, keamanan anak, dan perlunya pengawasan orangtua saat bermain gim daring.

OlehMasni
Diterbitkan 22 Desember 2025, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Popularitas game online, Roblox, di kalangan anak-anak terus meningkat. Platform ini bahkan memiliki lebih dari 80 juta pengguna aktif harian, dengan sekitar 60 persen di antaranya berumur di bawah 13 tahun. Di balik keseruannya, para pakar mengingatkan adanya risiko kecanduan dan ancaman keamanan yang perlu menjadi perhatian serius orangtua.

Roblox bukan sekadar gim, melainkan platform kreatif yang memungkinkan pengguna membuat, memainkan, dan membagikan gim buatan sendiri. Aksesnya yang mudah melalui ponsel, tablet, hingga komputer membuat anak-anak dapat bermain kapan saja. Namun, kemudahan ini pula yang berpotensi membuat anak menghabiskan waktu berlebihan di depan layar.

American Academy of Pediatrics (AAP) menyoroti sistem penghargaan dalam gim daring yang dirancang untuk memicu rasa ingin terus bermain. Anak akan terdorong menyelesaikan misi, mengumpulkan item, hingga berinteraksi sosial secara virtual.

"Pola ini dapat memicu kecanduan jika tidak disertai batasan yang jelas," tulis AAP dalam laporannya.

Tak hanya soal durasi bermain, risiko konten juga menjadi sorotan. Meski banyak gim di Roblox dirancang ramah anak, tetap ada potensi paparan konten yang tidak sesuai usia, seperti kekerasan ringan atau tema romantis.

Kondisi ini bisa semakin berisiko jika sistem penyaringan konten mengalami gangguan atau Roblox eror sehingga tidak bekerja optimal.

 

Awas Pelaku Kejahatan di Balik Game Roblox

Selain itu, fitur komunikasi dalam gim multipemain juga menimbulkan kekhawatiran. Organisasi ParentsTogether mengingatkan bahwa meskipun Roblox telah membatasi fitur pesan untuk anak di bawah usia tertentu dan memiliki tim moderasi, pelaku kejahatan daring masih berupaya mencari celah untuk berinteraksi dengan anak. Oleh sebab itu, pengawasan orangtua dinilai tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh sistem otomatis.

Masalah teknis seperti Roblox eror juga kerap memicu emosi anak. Ketika gim tiba-tiba tidak bisa diakses atau akun bermasalah, sebagian anak menunjukkan reaksi berlebihan hingga tantrum. Situasi ini sering kali membuat orangtua ikut stres, terutama jika anak sudah menunjukkan tanda-tanda ketergantungan pada gim.

 

 

Orang Tua Wajib Mendampingi Anak Bermain Roblox

Para ahli menekankan bahwa peran orangtua sangat krusial dalam mendampingi anak bermain gim daring. Orangtua disarankan rutin memeriksa pengaturan privasi akun, terutama terkait fitur obrolan dan pertemanan. Penggunaan parental controls dapat membantu membatasi konten, mengatur waktu bermain, serta memantau aktivitas anak secara lebih aman.

Selain pengaturan teknis, membangun komunikasi terbuka dengan anak juga menjadi kunci. Orangtua perlu mengajak anak berdiskusi tentang pengalaman mereka bermain Roblox, termasuk jika menemukan konten atau interaksi yang membuat tidak nyaman. Pendekatan yang empatik dinilai lebih efektif dibandingkan larangan keras tanpa penjelasan.

Pakar juga menyarankan orangtua sesekali ikut bermain bersama anak. Dengan memahami cara kerja dan daya tarik Roblox, orangtua dapat lebih mudah mengenali potensi risiko sekaligus mengajarkan etika berinteraksi di dunia digital.

Dengan pendampingan yang konsisten dan pengawasan yang tepat, gim daring seperti Roblox tetap bisa menjadi sarana hiburan dan kreativitas yang aman bagi anak. Kuncinya bukan melarang sepenuhnya, melainkan memastikan anak bermain dengan sehat, seimbang, dan terlindungi.