Pasien Kanker Bisa Santap Sate Saikoro dan Ayam Pop, Begini Cara Mengolah yang Sehat

Siapa bilang pasien dengan diet rendah lemak, tidak bisa menikmati kelezatan ayam pop atau sate maranggi dari daging saikoro? Di tangan chef Esach finalis Master Chef Season 2, menu Nusantara itu bisa disantap pasien kanker.

Diterbitkan 15 Desember 2025, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Siapa bilang pasien dengan diet rendah lemak, tidak bisa menikmati kelezatan ayam pop atau sate maranggi dari daging saikoro? Di tangan chef Esach finalis Master Chef Season 2, menu Nusantara itu bisa disantap pasien yang tengah terbaring di rumah sakit.

Pria yang juga penyintas kanker kelenjar getah bening itu, membagikan pengetahuan dan resep masakannya bukan hanya bisa dinikmati oleh orang sehat, tapi juga orang sakit yang merindukan masakan yang kaya rasa.

"Biasanya kan kalau sakit makanannya hambar, tapi saya coba sajikan makanan yang kaya rasa, semua terbuat dari real food, dengan memperhatikan pertimbangan dan penilaian dari tim atau dokter gizi,"ungkapnya, saat peluncuruan Sepiring Harapan, di Mandaya Royal Hospital Puri, Kota Tangerang, Minggu (14/12/2025).

Misalnya saja, dia menghadirkan menu Sate Rempah Saikoro Salsa with Cajun Butter Rice. Dia mengakui, menabrak larangan pasien kanker khususnya tidak boleh makan sate sebab dibakar. Tapi dia mencoba untuk menghadirkan menu sate dengan proses pengolahan yang mirip hasil akhirnya seperti dibakar.

"Basicnya dari sate Maranggi, saya tambahin Salsa dari Meksiko, jadi dikombain ulang. Tomat saya ganti dengan nanas. Lalu proses pembakarannya saya tidak pakai arang, tapi pakai pan. Seperti di grill, sehingga cita rasanya mirip seperti dibakar,"ujarnya.

Nasinya agar tidak hambar, dia olah dengan butter rendah lemak dan garam, diorak arik dengan telur, agar lebih banyak protein yang disajikan.

Juga dengan menu ayam pop, proses memasaknya pun hanya direbus, sambalnya yang pedas diganti dengan campuran paprika dan tomat, untuk menghasilkan warna merah ceria, seperti ayam pop di rumah makan Padang.

"Saya mau pakai kerupuk, tapi dilarang oleh ahli gizi. Saya ganti dengan daun kale yang di airfryer hingga garing, sehingga ada kriuk-kriuknya tapi aman dikonsumsi untuk yang tengah berjuang," tuturnya.

Ingin Sajikan Masakan yang Nyaman

Esach yang pernah berjuang melawan kanker getah bening stadium 4 selama bertahun-tahun,merasakan betul fase kesulitan makan. Terlebih makanan rumah sakit cenderung hambar karena memperhatikan beberapa pola diet.

"Sebenarnya saya ingin menyajikan comfort food saja, yang biasa dimakan sehari-hari, tapi masih bisa dinikmati mereka yang lagi berjuang, terbaring sebagai pasien di rumah sakit ini. Sehingga nafsu makan kembali pulih tanpa menghilangkan nilai gizi,"ujarnya.

Sempat Berdebat dengan Tim Ahli Gizi

Sebenarnya, bukan hal mudah juga bagi Chef Esach untuk menghadirkan makanan lezat untuk pasien-pasien tersebut. Sebab, harus ada takaran atau hitungan nilai gizi yang terkandung.

"Saya riset sendiri, langsung saya maju ke Mandaya, terutama ke tim Ahli Gizi, test food juga. Jadi sangat sulit, beberapa kali saya bentrok dengan ahli gizi,"akunya.

Sebab di proses awal menghadirkan menu untuk orang sakit ini, beberapa kali Chef Esach  menggunakan cabai secara sembunyi-sembunyi. Namun, ketahuan dan harus diulang kembali.

"Untuk pengidap kanker masih oke. Sebenarnya kami itu tidak boleh makanan yang mengandung bahan pengawet, makanya di makanan saya ini tidak ada seperti sosis, bakso, semua real food,"ujarnya.

Sensasi kerupuk pun oleh Esach diganti menjadi daun kale di cincang, kemudian di olah menjadi krispi. Rasa dan gurihnya mirip seperti 'Jukut Goreng' khas makanan Sunda.

Hadir 3 Menu Sepiring Harapan

Berkolaborasi dengan Mandaya Royal Hospital, Chef Esach menghadirkan 3 menu nusantara yang bisa disantap pasien di rumah sakit tersebut. Seperti Nasi Goreng Siram Kepiting, Nasi Ayam Pop Crispy Kale, dan Sate Rempah Saikoro Salsa with Cajun Butter Rice.

Presiden Direktur Mandaya Royal Hospital Puri, dr. Ben Widaja mengungkapkan, kolaborasi ini diharapkan mampu memberi semangat kepada para pasien yang tengah berjuang melawan sakitnya, untuk kembali sembuh dan bisa berkarya seperti yang dialami Chef Esach.

"Beliau ini sosok menginspirasi yang memiliki semangat juang yang tinggi untuk sembuh, hingga sekarang sudah urvivor kanker stadium 4. Lewat menu-menu lezat ini, diharapkan para pasien mampu menikmati kelezatan sembari tetap semangat untuk bangkit dan sembuh,"katanya.