Liputan6.com, Jakarta - Para penari profesional memiliki risiko tinggi mengalami cedera, terutama pada bagian tungkai kaki. Cedera seperti keseleo, memar, hingga tendinitis menjadi keluhan yang paling sering dijumpai akibat intensitas latihan dan pertunjukan yang tinggi.
Minimnya pengetahuan mengenai penanganan awal membuat cedera ringan sering kali berkembang menjadi cedera kronis. Kondisi ini mendorong perlunya edukasi kesehatan khusus bagi penari.
Risiko cedera semakin meningkat pada penari muda dengan rentang usia 20 s.d 30 yang aktif tampil di berbagai event. Mereka dituntut untuk selalu menampilkan performa terbaik, sering kali tanpa waktu pemulihan yang cukup.
Advertisement
Cedera akut seperti memar dan keseleo biasanya terjadi karena salah pijak atau salah mendarat. Sementara cedera overuse seperti tendinitis muncul akibat penggunaan otot yang berulang dan berlebihan.
Melihat tingginya kasus cedera tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Kedokteran – Program Studi Fisioterapi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mengadakan kegiatan 'Sosialisasi dan Pelatihan Penanganan Cedera bagi Penari Profesional'.
Ketua Pelaksana PKM, Isma Nur Azzizah, S.Si., M.Biomed., menjelaskan bahwa penari pada dasarnya memiliki risiko cedera yang sama dengan atlet.
"Penari adalah atlet dalam bidang seni. Penanganan cedera awal, khususnya metode PRICE dan teknik tapping, sangat krusial untuk mencegah cedera ringan berkembang menjadi masalah kronis," ujarnya.
Â
Â
Metode PRICE untuk Penari Profesional
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5063364/original/068964700_1734948473-1734943490579_apa-fungsi-properti-tari.jpg)
Metode PRICE (Protection, Rest, Ice, Compression, Elevation) menjadi teknik penanganan pertama yang ditekankan dalam pelatihan tersebut. Penari diajarkan untuk segera menghentikan aktivitas saat cedera terjadi, melindungi area cedera, mengompres es 10 s.d 15 menit, memberikan kompresi menggunakan bebat elastis, dan meninggikan area cedera untuk mengurangi pembengkakan.
Teknik ini terbukti membantu mempercepat pemulihan dan mencegah cedera berlanjut menjadi kondisi yang lebih parah.
Selain itu, penari juga mendapatkan pelatihan cara membebat menggunakan bebat elastis (tensocrepe) untuk memberikan stabilisasi pada sendi yang cedera.
Teknik pembebatan yang tepat sangat penting karena dapat membantu mengurangi nyeri, mempercepat pemulihan, sekaligus menjaga mobilitas penari tetap optimal.
Â
Advertisement
Edukasi Penanganan Cedera pada Penari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5062491/original/080583200_1734932768-1734931271528_fungsi-tari-kreasi.jpg)
Praktik pembebatan dilakukan secara langsung agar peserta memahami perbedaan antara pembebatan yang benar dan yang bisa memperburuk kondisi cedera.
Koordinator Program Studi S1 Fisioterapi FK UNESA, Firdausi Kahfi Maulana, S.Tr.Fis., M.Pt., menegaskan bahwa edukasi tersebut menjadi bagian dari kontribusi akademik untuk mendukung kesehatan para pelaku seni.
"Kami berharap penari dapat lebih sigap dan mandiri dalam menangani cedera ringan yang sering terjadi. Harapannya, waktu pemulihan lebih efektif dan tidak mengganggu jadwal pertunjukan mereka," ujarnya.
Salah satu penari yang mengikuti pelatihan, Rindang, mengaku sangat terbantu dengan materi yang diberikan. "Saya sangat excited sejak awal sampai akhir kegiatan karena bisa belajar cara yang tepat dan tidak tepat saat mengalami cedera ketika menari," katanya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304320/original/074308900_1784712554-cek_fakta_lowongan_SKK_Migas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2365270/original/068589700_1537681835-20180923-Pawai-Kampanye-Damai-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521382/original/090333100_1772688718-gempa_besar-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304429/original/014311000_1784714561-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5062486/original/021675100_1734932754-1734931264307_fungsi-tari-sebagai-pendidikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)