3 Jenis Vaksin yang Bisa Diberikan pada Ibu Hamil, Ikut Lindungi Bayi

Vaksinasi yang diberikan kepada ibu hamil memiliki berbagai manfaat bagi bayi, termasuk mengurangi risiko bayi dirawat di rumah sakit akibat infeksi serius.

Diterbitkan 25 November 2025, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Pemberian vaksin saat masa kehamilan tak hanya bermanfaat bagi ibu tapi juga bayi saat ia lahir.

“Bayi yang baru lahir belum dapat menerima beberapa jenis vaksin sehingga rentan terhadap infeksi. Di sinilah peran vaksin ibu hamil menjadi penting. Antibodi yang ditransfer ibu membantu bayi memiliki pertahanan tubuh sejak hari pertama,” kata dokter spesialis kebidanan kandungan Handojo Tjandra di RS EMC Alam Sutera.

Vaksinasi yang diberikan kepada ibu hamil juga mengurangi risiko bayi dirawat di rumah sakit akibat infeksi serius. Bayi pun mendapat perlindungan hingga ia bisa mendapatkan jadwal vaksinasi lengkap.

Handojo merinci beberapa jenis vaksin yang sangat penting diberikan selama kehamilan, yakni:

Vaksin Influenza

Vaksin influenza diberikan pada trimester berapa pun. Vaksin ini melindungi ibu dari risiko influenza berat, yang dapat menyebabkan komplikasi pada janin. Bayi juga terlindungi dari influenza selama beberapa bulan pertama kehidupannya.

Vaksin Tdap

Vaksin tetanus, difteri, pertussis (Tdap) direkomendasikan pada setiap kehamilan, idealnya di usia 27–36 minggu atau trimester ketiga.

Vaksin ini melindungi bayi dari penyakit tetanus, difteri, dan batuk rejan (pertusis), penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan sesak napas berat pada bayi baru lahir.

Vaksin RSV

Vaksin Respiratory Syncytial Virus (RSV) direkomendasikan untuk mencegah infeksi RSV, salah satu penyebab utama bronkiolitis dan pneumonia pada bayi.

Biasanya diberikan pada trimester ketiga, sesuai evaluasi dokter. Antibodi yang terbentuk membantu melindungi bayi dari risiko infeksi RSV berat pada bulan-bulan pertama kehidupan, periode ketika bayi sangat rentan dan belum memiliki kekebalan yang kuat.

 

Vaksin yang Direkomendasikan Aman untuk Ibu dan Janin

Handojo memastikan, vaksin yang direkomendasikan selama kehamilan adalah vaksin aman.

Vaksin-vaksin ini telah melalui banyak penelitian dan digunakan secara luas di seluruh dunia. Efek samping yang ditimbulkan umumnya ringan, seperti nyeri di lokasi suntikan atau demam ringan. Dokter spesialis kandungan akan menilai kondisi ibu secara menyeluruh sebelum memberikan vaksin.

“Vaksinasi ibu hamil adalah investasi kesehatan yang sangat penting bukan hanya untuk ibu, tetapi juga untuk bayi yang sedang berkembang. Dengan vaksin, perlindungan dapat diberikan sejak bayi masih dalam kandungan, memastikan bayi lahir dengan tameng imun yang kuat,” ujar Handojo.

Bentuk Imunitas Awal bagi Bayi

Handojo menyampaikan, kehamilan adalah perjalanan penuh harapan dan setiap calon ibu tentu ingin memberikan yang terbaik bagi bayinya.

Salah satu langkah penting untuk memastikan kesehatan optimal sejak dalam kandungan adalah melalui pemberian vaksin selama kehamilan. Vaksin tidak hanya melindungi ibu, tetapi juga memberikan “tameng” awal bagi bayi yang masih berkembang dalam rahim.

Selama hamil, daya tahan tubuh ibu cenderung menurun sehingga risiko terkena infeksi meningkat. Jika ibu jatuh sakit, dampaknya dapat dirasakan langsung oleh janin. Dengan vaksinasi, ibu mendapatkan perlindungan ekstra dan pada saat yang sama antibodi yang terbentuk akan ditransfer ke bayi melalui plasenta.

Inilah yang disebut perlindungan pasif, sebuah bentuk imunitas awal yang sangat berharga bagi bayi hingga ia cukup kuat untuk menerima vaksin sendiri setelah lahir.

“Jika Anda sedang merencanakan kehamilan atau sedang hamil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan mengenai kebutuhan vaksin Anda. Pencegahan dimulai dari langkah kecil yang berdampak besar bagi buah hati Anda,” pungkasnya.