Liputan6.com, Jakarta - Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Obrin Parulian, mengatakan, sistem rujukan pasien BPJS Kesehatan segera berubah dari berjenjang menjadi berbasis kompetensi. Selama ini, sistem rujukan dilakukan berjenjang dari rumah sakit kelas D, C, B, dan A. Ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 1 tahun 2012 tentang sistem rujukan.
Kini, guna menjamin akses masyarakat yang lebih baik terhadap fasilitas pelayanan kesehatan tingkat lanjut dengan tetap memerhatikan mutu atau kualitas pelayanannya, maka dilakukanlah transformasi.
"Salah satunya transformasi sistem rujukan. Ini sebenarnya sudah kita persiapkan jauh-jauh hari. Termasuk ketika kita merancang dan menetapkan undang-undang nomor 17 tahun 2023 tentang kesehatan dan peraturan pemerintah nomor 28 tahun 2024 sebagai peraturan pelaksanaannya," kata Obrin dalam temu media di Jakarta, Jumat (21/11/2025).
Advertisement
Obrin juga menjelaskan beberapa perbedaan antara sistem rujukan berjenjang dengan basis kompetensi sebagai berikut:
Tak Lagi Disebut Kelas A sampai D
Dengan adanya transformasi ini, kini RS rujukan tidak lagi disebut kelas A, B, C, dan D, tapi Dasar, Madya, Utama, dan Paripurna.
Rujukan Lebih Efisien
Pada sistem rujukan berjenjang, pasien dirujuk dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) ke RS kelas D, kemudian kelas C, B, dan A. Sementara, pada sistem rujukan berbasis kompetensi, pasien dari FKTP dapat langsung dirujuk ke RS yang sesuai dengan kebutuhan atau kondisi kesehatannya tanpa harus selalu melewati RS Dasar terlebih dahulu.
Cara Pembagian Kelas Rumah Sakit Rujukan
Dalam sistem rujukan berjenjang, rumah sakit dibagi kelas-kelasnya berdasarkan jumlah tempat tidur yang dimiliki. Artinya, RS kelas A memiliki ranjang paling banyak ketimbang kelas-kelas di bawahnya.
Sementara, pada sistem rujukan berbasis kompetensi, rumah sakit dibedakan berdasarkan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM), sarana prasarana (sarpras), dan alat kesehatan. Rumah sakit Paripurna adalah RS yang bisa menangani penyakit berat dan kompleks sementara RS Dasar adalah RS yang dapat menangani masalah-masalah kesehatan dasar.
Meski begitu, setiap rumah sakit dapat memiliki aspek Paripurna dari beberapa bagian saja. Misalnya, RS X Paripurna dalam layanan jantung, tapi Madya dalam layanan mata.
Advertisement
Rumah Sakit Khusus Bisa Beri Pelayanan Lain
Dalam sistem rujukan berjenjang, sebuah rumah sakit khusus hanya bisa menangani penyakit khusus. Misalnya, rumah sakit jiwa (RSJ) hanya melayani masalah kejiwaan.
Sementara, dalam sistem rujukan berbasis kompetensi, RSJ bisa melakukan pelayanan lain, misalnya bedah jika fasilitas, SDM, dan alatnya memadai.
“Sehingga rumah sakit itu kita berikan kesempatan untuk memberikan pelayanan pada semua bidang dan jenis penyakit. Kalau dulu mungkin kita kenal rumah sakit jiwa ya sudah cuman boleh melayani pasien-pasien jiwa. Nah sekarang, di dalam rumah sakit jiwa itu sebenarnya ada sumber daya untuk memberikan layanan untuk pelayanan lainnya juga.”
“Misalnya dia punya ruang ICU, dia punya ada beberapa punya ruang operasi, punya dokter bedah. Kenapa tidak digunakan akses dia untuk melayani pelayanan lain juga,” katanya.
Meski begitu, RSJ tetap memiliki kesempatan untuk mengembangkan layanan unggulannya yakni pelayanan masalah jiwa.
Pasien Darurat Bisa Langsung ke RS Terdekat
Khusus bagi pasien kasus darurat, maka sistem rujukan dapat dikesampingkan terlebih dahulu dan langsung menuju fasilitas kesehatan terdekat. Sementara, bagi pasien non darurat, maka rujukan dapat dimulai dari FKTP.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1908458/original/066821200_1766619000-WhatsApp_Image_2025-12-25_at_06.29.31.jpeg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/5419998/original/012709400_1763717065-Obrin.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/262/original/004103300_1521089203-WhatsApp_Image_2018-03-15_at_12.45.09.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710453/original/039368100_1782790641-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378845/original/006458400_1782257129-England_s_Harry_Kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715414/original/056650500_1782804083-AP26180851266408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711445/original/003693600_1782792455-000_B8QK6YV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715315/original/077601700_1782799662-Netherlands__Jan_Paul_van_Hecke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8712680/original/020579600_1782794460-bpjs__3_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8522060/original/066754900_1782450323-WhatsApp-Image-2026-06-26-at-09.56.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263189/original/085238600_1781864950-WhatsApp_Image_2026-06-19_at_17.22.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437321/original/005168000_1765248432-044d577c-1541-4753-a618-d7e80a83a7bc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7826094/original/030520100_1780645478-Screenshot_2026-06-05_143608.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3519054/original/089734200_1627033794-image__11_.jpg)
![[Kolom Pakar] Emira E Oepangat: Ketika Anak Menjadi 'BPJS' Orang Tuanya](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/vJxs9Pb338jwCgUdEcyA47UTI1U=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7509386/original/025453500_1780281470-Wakil_Ketua_I_Perhimpunan_Dokter_Pembiayaan_Jaminan_Sosial_dan_Perasuransian_Indonesia__PERDOKJASI___Emira_E._Oepangat.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3167340/original/060639900_1593591890-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6512260/original/019241300_1779371921-WhatsApp_Image_2026-05-21_at_8.55.30_PM.jpeg)