Rekam Medis Elektronik Dorong Pengobatan Pasien Lebih Presisi

Rumah sakit yang menerapkan rekam medis elektronik memungkinkan dokter memberi terapi lebih tepat dan aman berbasis data.

Diterbitkan 14 November 2025, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tangerang Teknologi digital turut mendukung layanan perawatan pasien di rumah sakit. Salah satunya lewat kehadiran rekam medis elektronik yang membantu dokter untuk memberikan treatment sesuai kebutuhan masing-masing pasien.

"Antara satu pasien dengan pasien lain bisa memiliki penyakit yang sama tapi treatmentnya bisa berbeda. Berdasarkan data yang dimiliki secara elektronik maka dokter sebagai praktisi medis bisa menetapkan diagnosa yang lebih tepat berdasarkan bukti," kata Direktur Sales, Marketing, dan Business Development Bethsaida Healthcare, Iwan A Setiawan.

Berbeda halnya saat rekam medis maupun pencatatan dilakukan secara konvensional. Hal tersebut bisa memunculkan kemungkinan ada data yang lupa tercatat atau misalnya tenaga kesehatan salah membaca tulisan dokter.

"Sedangkan melalui electronic medical record, semua penerimaan data, obat itu tercatat melalui elektronik," kata Iwan dalam konferensi pers HUT Paramount Enterprise International ke-19 di Gading Serpong, Tangerang, Banten pada Kamis, 13 November 2025.

Praktik tersebut pun telah diterapkan dua Bethsaida Hospital sehingga mulai dari hasil laboratorium hingga obat yang digunakan pasien tercatat dengan rapi dalam rekam medis elektronik.

Lewat langkah tersebut Bethsaida Hospital mendapatkan validasi HIMSS EMRAM Stage 6. Hal ini menandai terintegrasinya seluruh proses klinis melalui Rekam Medis Elektronik (EMR) dan Clinical Decision Support System telah berjalan di Bethsaida Hospital.

 

Jamin Keamanan Data Pasien

Berbicara mengenai data elektronik, Iwan pun mengungkapkan bahwa Bethsaida menjamin keamanan data pasien secara ketat. Hal ini karena rumah sakit ini menjalankan pengelolaan data secara on-premise, sebuah model di mana perusahaan mengelola infrastrutur teknologi informasi ---seperti server, perangkat lunak dan penyimpanan data -- di fasilitas sendiri.

"Jadi, untuk saat ini sampai dengan tahun depan kami masih memilih untuk menyimpan data electronic medical record, data-data pasien di lokal, artinya di rumah sakit sendiri," kata Iwan.

 

Bethsaida Hospital Bakal Tambah 3 RS

Di kesempatan itu Iwan menyampaikan rencana Bethsaida Hospital untuk menambah rumah sakit. Rencananya dalam lima tahun ke depan bakal dibangun rumah sakit di Jakarta, Manado dan Paramount Petals.

Iwan mengatakan pembangunan rumah sakit Bethsaida yang berada di Jakarta memiliki nilai investasi sekitar Rp 1 triliun. Sementara, di Manado dan Paramount Petals yang bakal menjadi rumah sakit tipe B nilai investasinya masing-masing sekitar Rp 300 miliar.

Â