Dokter Sebut Makanan Orang Indonesia Paling Sehat, Ini Alasannya

Makanan orang Indonesia disebut paling sehat ketimbang di negara lain menurut Dokter spesialis penyakit dalam sub spesialis hematologi onkologi medik, Jeffry Beta Tenggara.

Diterbitkan 24 Oktober 2025, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dokter spesialis penyakit dalam sub spesialis hematologi onkologi medik, Jeffry Beta Tenggara mengatakan bahwa makanan orang Indonesia adalah yang paling sehat dibanding negara lain. Hal ini disampaikan saat menjawab pertanyaan Health Liputan6.com terkait daftar makanan yang pantang dikonsumsi pasien kanker hati.

"Kasihan banget orang kanker itu kalau baca media sosial, enggak boleh makan ini, enggak boleh makan itu, kumpulin semuanya itu, nanti jatuhnya cuma boleh minum air mineral," kata Jeffry dalam temu media di Jakarta pada Kamis, 23 Oktober 2025.

"Ada yang bilang enggak boleh makan nasi, ada yang bilang enggak boleh makan daging, ada yang bilang enggak boleh makan kacang-kacangan, ada yang bilang enggak boleh makan sayur karena ada pestisidanya," tambahnya.

Padahal, pasien kanker hati boleh mengonsumsi setiap makanan yang wajar dikonsumsi sehari-hari. Termasuk daging kambing, sapi, ikan, dan ayam.

Jeffry tak memungkiri, ada satu penelitian di Amerika yang menyatakan bahwa konsumsi daging bisa memicu kanker usus. Namun, pola makan orang Amerika beda dengan Indonesia.

"Kalau pernah mampir ke Amerika, makan steak, porsi satu steak itu kalau untuk orang Indonesia buat satu keluarga. Di Amerika, porsi segitu, satu orang yang makan," ujar dokter dari Siloam Hospitals.

"Lah, orang Indonesia, makan soto satu mangkuk isinya ada bihunnya, ada apanya, dagingnya? Seberapa biji sih? Itu orang Indonesia, tapi justru ini yang sehat," ujar Jeffry.

 

Tak Ada Pantangan Makan bagi Pasien Kanker Hati

Dia menyimpulkan, tidak ada pantangan bagi pasien kanker hati dalam aspek makanan, selama makanan yang dikonsumsi itu adalah makanan yang wajar.

"Jadi, kalau yang wajar kita makan sehari-hari, nasi, sayur, daging, itu sehat. Baik bagi orang yang belum kena kanker atau orang kanker yang sedang menjalani pengobatan, enggak ada yang namanya pantangan, asal yang wajar dimakan," katanya.

Dia mencontohkan, makanan wajar misalnya ketika makan sirsak maka yang dimakan adalah buahnya, tidak dimakan dengan daun-daunnya.

 

Hindari Konsumsi Makanan Berjamur

Makanan tak wajar lainnya adalah makanan yang sudah tidak layak konsumsi, termasuk makanan berjamur.

Jeffry menyampaikan, kanker hati dapat dipicu berbagai hal, salah satunya faktor lingkungan. Faktor ini mencakup kelembapan yang memicu tumbuhnya jamur pada makanan.

Mengonsumsi makanan berjamur inilah yang dapat meningkatkan risiko kanker hati. Pasalnya, makanan berjamur dapat mengandung racun, yakni aflatoksin. Jamur ini tentu berbeda dengan jamur kuping dan merang yang biasa dikonsumsi.

"Beda kalau kita makan jamur kuping, jamur merang, itu namanya jamur yang edibel (dapat dimakan)," kata Jeffry.

Dia menambahkan bahwa memotong bagian makanan yang berjamur dan memakan bagian yang masih terlihat bagus bukanlah hal yang direkomendasikan.

"Kadang-kadang kita kalau ada roti itu ada jamurnya, dipotong rotinya abis itu yang enggak ada jamurnya dimakan aja. Padahal akarnya itu sudah sampai ke dalam. Jadi kalau ada banyak roti tapi sudah ada jamurnya, udah buang semuanya. Lebih baik kita buang dibanding kita keracunan," ujar Jeffry.