Liputan6.com, Jakarta - Kini, padel bukan sekadar olahraga, tapi juga bagian dari gaya hidup modern. Olahraga ini populer karena lapangannya yang kecil, mudah dimainkan, dan bisa dinikmati bersama teman, sekaligus menjadi sarana membangun hubungan sosial.
Dari segi kesehatan, padel membawa banyak manfaat, terutama bagi orang dengan berat badan berlebih atau obesitas. Menurut Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Hand & Microsurgery Rumah Sakit Pondok Indah, dr. Oryza Satria, olahraga padel efektif untuk menjaga kebugaran jantung dan paru-paru.
Selain itu, padel dapat membakar kalori cukup besar, sekitar 400 s.d 600 kalori per jam. Olahraga ini juga melatih reflek dan koordinasi motorik karena melibatkan hampir seluruh gerak tubuh.
Advertisement
"Padel juga membantu menjaga kesehatan mental dan sosial, sehingga orang tidak merasa ketinggalan zaman," ujar dr. Oryza dalam wawancara eksklusif Risiko Cedera Bermain Padel.
Tak heran, banyak orang menjadikan padel sebagai cara melepaskan stres atau burnout, sekaligus memperluas relasi sosial. Padel pun layak disebut sebagai olahraga yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi keseimbangan hidup.
Risiko Bermain Padel
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5329551/original/082690900_1756288560-Screenshot__1500_.jpg)
Namun, tren ini juga ternyata membawa risiko pada kesehatan. Akibat tren yang membuat orang FOMO ini, banyak orang ikut bermain padel tanpa persiapan, hanya karena mereka takut tertinggal tren.
Dokter Spesialis Ortopedi Konsultas Hand & Microsurgery Rumah Sakit Pondok Indah, dr. Oryza Satria, mengungkapkan, angka cedera karena tren padel ini meningkat secara signifikan. Keluhan umumnya berasal dari bahu sampai pergelangan tangan.
“Kalau ada pasien datang keluhannya di antara bahu dan pergelangan tangan, pasti main padel,” katanya.
Menurut Oryza, angka dari 10 orang pemain padel, sebanyak lebih dari 50 persen mengalami cedera pada siku, lutut, bahum hingga pinggang bagian bawah.
Oryza membagi jenis cedera ini dalam dua jenis, yaitu cedera akut dan cedera kronis. Cedera akut umumnya dialami pada pergelangan kaki dan lutut, karena keduanya berfungsi untuk menahan beban saat gerakan berhenti mendadak.
Sementara, cedera kronis umumnya muncul di bahu dan siku akibat gerakan ringan yang dilakukan berulang kali.
“Itu sekitar 50% lebih paling umum terjadi di siku, lutut, bahu, pinggang bawah,” katanya.
Advertisement
Cara Bermain Padel dengan Aman
Menurut Oryza, agar tetap aman dalam bermain padel, diperlukan pemahaman terkait teknik dasar dan pemilihan perlengkapan yang sesuai. Untuk meminimalisir risiko, pemanasan serta conditioning otot wajib dilakukan sebelum permainan dimulai.
Oryza juga menyarankan penggunaan sepatu khusus padel atau tenis yang memiliki bantalan baik sangat penting, terutama bagi pemain dengan kondisi obesitas. Raket yang terlu berat juga sebaiknya dihindari karena dapat menambah beban pada siku dan pergelangan tangan.
Selain itu, ia juga menyarankan agar frekuensi bermain padel disesuaikan dengan kemampuan tubuh.
“Untuk perempuan cukup dua hingga tiga kali dalam seminggu, sisanya bisa jalankan aktivitas olahraga yang lebih ringan,’ sebut Oryza.
Selain itu, ia juga menyarankan untuk berlatih menguakan otot dengan latihan lain, seperti lari atau gym, sebelum memulai bermain padel dengan intensitas tinggi. Bagi pemula, Oryza hanya menyarankan aktivitas olahraga ini sebanyak dua kali dalam seminggu, kemudian menaik secara bertahap.
Cara Penanganan Cedera Setelah Main Padel
Menurut Oryza, cedera akibat bermain padel bisa ditandai dengan rasa nyeri, kaku, keterbatasan, gerak, hingga muncuknya bunyi ‘klik’ pada sendi. Ketika mengalami cedera, hal pertama yang harus diterapkan adalah prinsip PRICE.
Metode PRICE atau Protection, Rest, Ice, Compression, Evaluation, bisa membantu meredakan gejala awal cedera, sebelum mendapatkan pertolongan medis.
Namun, jika cedera berat, Oryza mengharuskan untuk berkonsultasi kepada ahli sehingga bisa mendapatkan penanganan yang tepat.
Meskipun padel membawa manfaat dan terasa menyenangkan, kewaspadaan tetap diperlukan. Oryza mengingatkan, bagi orang yang memiliki masalah sendi berat, riwayat penyakit jantung, atau obesitas dengan komplikasi perlu berhati-hati saat bermain padel.
Ia juga menyebut, orang dengan obesitas lebih berisiko tinggi terkena cedera seperti terkilir dan nyeri lutut.
“Mencegah cedera itu lebih baik. Latihan teknik yang benar, pemanasan, serta conditioning harus dilakukan sebelum main,” tegasnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3882770/original/ACg8ocLbv7jla1PF_pi9eZ1BFXtQePWMmKXxkFDYi_MhcbTaTwECPA%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5328412/original/043179400_1756219865-SnapInsta.to_497722018_558804857281029_2355236300709805300_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/262/original/004103300_1521089203-WhatsApp_Image_2018-03-15_at_12.45.09.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263981/original/061969400_1782040041-063_2282521575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259732/original/038298000_1781511216-000_B7396ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263772/original/067560900_1782010379-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258990/original/029859700_1781430570-AP26154680263164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260144/original/013036700_1781578034-AP26166147695589.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8362045/original/070572100_1782237587-AP26174619862047.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8385152/original/045727200_1782264420-panama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378005/original/081695500_1782256125-ghana.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264303/original/054619900_1782106281-AP26172737361128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264253/original/054046300_1782102358-uruguay.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258004/original/019893700_1781273697-20260612_114827.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7749028/original/025042200_1780557011-20260604_135914.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7059014/original/012830800_1779836720-ADY_2074.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6734573/original/062089900_1779547169-20260523_084345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6241636/original/038166200_1779118255-WhatsApp_Image_2026-05-18_at_14.03.53__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5668068/original/059149700_1778391271-WhatsApp_Image_2026-05-09_at_21.38.04.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558909/original/003801700_1776493418-Lucinta_Luna_0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5553511/original/087798700_1775980540-padel.jpeg)