Liputan6.com, Jakarta Mata adalah salah satu indera paling vital bagi kehidupan sehari-hari. Dengan mata, kita dapat melihat dunia, belajar, bekerja, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.Â
Namun, di tengah gaya hidup modern yang semakin bergantung pada layar digital, kondisi mata sering kali terabaikan. Paparan sinar biru dari gadget, kurangnya istirahat mata, pola makan yang kurang sehat, hingga polusi udara, dapat menyebabkan masalah penglihatan dan kelelahan mata.Â
Menjaga kesehatan mata bukan hanya soal menghindari penyakit, tetapi juga memastikan kualitas penglihatan tetap optimal seiring bertambahnya usia. Oleh karena itu, penting untuk memahami langkah-langkah sederhana namun efektif dalam merawat mata agar tetap sehat dan berfungsi dengan baik.Â
Advertisement
Artikel ini akan membahas berbagai cara menjaga kesehatan mata, mulai dari kebiasaan harian yang harus dilakukan, nutrisi penting untuk mata, hingga perlindungan dari faktor eksternal yang dapat merusak penglihatan.Â
Kebiasaan yang Merusak Mata
![[Bintang] Gara-gara Sibuk Main Hp, Wanita Ini Akhirnya Meninggal Dunia](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/h8zz8MuExubBfDRDtci4S2AkgPI=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1745752/original/026238900_1508491124-instagram-girls.jpg)
Di era digital ini, penggunaan perangkat elektronik yang berlebihan seringkali menjadi pemicu utama ketegangan mata digital atau Computer Vision Syndrome (CVS). Terlalu lama menatap layar komputer atau laptop dapat meningkatkan risiko kerusakan pada mata. Mengutip dari Vista Eye Center, Jumat (8/8) setidaknya ada beberapa kebiasaan yang tanpa sadar akan merusak mata, apa saja?
1. Terlalu Lama Menatap Layar Gadget
Paparan layar komputer, ponsel, atau tablet dalam waktu lama tanpa istirahat menyebabkan mata lelah, kering, dan berisiko gangguan penglihatan jangka panjang seperti digital eye strain.
2. Menggosok Mata dengan Tangan Kotor
Kebiasaan ini dapat memperkenalkan kuman dan bakteri ke mata, meningkatkan risiko infeksi seperti konjungtivitis (mata merah) atau iritasi.
3. Kurang Tidur
Tidur yang tidak cukup membuat mata tidak punya waktu yang cukup untuk beristirahat dan pulih, sehingga menyebabkan mata merah, kering, dan penglihatan kabur.
4. Paparan Sinar UV Berlebihan Tanpa Perlindungan
Mata yang sering terpapar sinar ultraviolet (UV) tanpa kacamata pelindung dapat mengalami kerusakan pada kornea, lensa, dan meningkatkan risiko katarak serta degenerasi makula.
5. Mengabaikan Nutrisi untuk Mata
Kurangnya asupan vitamin A, C, E, serta mineral seperti zinc dan omega-3 dapat melemahkan fungsi mata dan mempercepat kerusakan sel-sel mata.
Advertisement
Cara Merawat Mata Agar Tetap Sehat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137228/original/012463000_1739937892-pexels-chuck-19434045.jpg)
Kesehatan mata adalah fondasi penting bagi kehidupan sehari-hari, mengingat mata adalah salah satu indra terpenting dalam tubuh manusia. Melansir dari Alodoc, terdapat beberapa cara merawat mata agar tetap sehat yaitu:
1. Pemeriksaan Mata Rutin
Pemeriksaan mata secara rutin menjadi langkah fundamental untuk menjaga kesehatan mata. Pemeriksaan rutin ke dokter spesialis mata setiap tahun, terutama jika memiliki riwayat gangguan kesehatan mata. Setiap orang, dari anak-anak hingga lansia, dianjurkan memeriksakan mata secara rutin setidaknya dua tahun sekali, dan bagi orang dewasa di atas 40 tahun, disarankan setahun sekali.Â
Pemeriksaan ini krusial untuk mendeteksi gangguan mata sejak dini, mencegah perkembangan penyakit seperti glaukoma, degenerasi makula, atau katarak, seperti yang diungkapkan Siloam Hospitals. Dengan deteksi dini, penanganan yang tepat dapat segera dilakukan.
2. Asupan Makanan Bergizi
Selain pemeriksaan, asupan makanan sehari-hari juga sangat memengaruhi kesehatan mata. Halodoc menyebutkan bahwa makanan bisa memengaruhi kesehatan mata. Penuhi piring makan Anda dengan sumber makanan tinggi asam lemak omega-3, zinc, vitamin A, C, E, dan karotenoid. Nutrisi ini bisa didapatkan dari wortel, jeruk, sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, telur, serta ikan salmon, tuna, dan sarden, menurut Hello Sehat.
3. Lindungi Mata dari Sinar UV
Melindungi mata dari sinar ultraviolet (UV) juga tak kalah penting, sebab sinar UV dapat menyebabkan kerusakan serius pada mata. Mata yang terlalu sering terpapar sinar UV berisiko mengalami katarak, degenerasi makula, pinguecula, bahkan kanker mata. Oleh karena itu, gunakan kacamata hitam yang dapat memantulkan setidaknya 98% radiasi UV saat beraktivitas di luar ruangan, sebagaimana disarankan oleh Dinkes Deli Serdang.
4. Jaga Kebersihan Mata dan Tangan
Mata adalah area yang sangat sensitif dan rentan terhadap infeksi. Hindari kebiasaan menggosok mata dengan tangan yang kotor karena dapat memperkenalkan kuman dan menyebabkan iritasi atau infeksi mata seperti konjungtivitis.Â
5. Hindari MerokokÂ
Merokok tidak hanya merusak paru-paru, tetapi juga berdampak negatif pada kesehatan mata. Zat kimia dalam rokok dapat mempercepat kerusakan saraf optik dan meningkatkan risiko penyakit mata seperti katarak serta degenerasi makula.
6. Tidur yang Cukup dan Berkualitas
Tidur memberikan waktu bagi mata untuk beristirahat dan pulih dari aktivitas sepanjang hari. Kurang tidur dapat menyebabkan mata merah, kering, dan penglihatan kabur. Usahakan tidur 7-8 jam per malam agar mata tetap segar dan sehat.
Mengenal Berbagai Penyakit Mata Umum
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4878283/original/050216600_1719580989-IMG-20240628-WA0014.jpg)
Ada berbagai jenis penyakit mata yang umum terjadi, beberapa di antaranya dapat menyebabkan gangguan penglihatan serius jika tidak ditangani dengan tepat. Penyakit ini terjadi karena kebiasaan buruk yang seringkali dianggap remeh.
1. Katarak
Salah satunya adalah Katarak, kondisi di mana lensa mata menjadi keruh, menyebabkan penglihatan kabur. Katarak umumnya terjadi pada orang berusia di atas 60 tahun, namun bisa juga terjadi pada usia muda atau bayi baru lahir.
2. Glaukoma
Glaukoma terjadi ketika saraf optik pada mata rusak, seringkali akibat peningkatan tekanan pada bola mata karena penumpukan cairan. Penyakit ini dapat menyebabkan penurunan penglihatan hingga kebutaan. Konjungtivitis, atau mata merah, adalah peradangan pada jaringan lunak di sekitar mata, menyebabkan mata merah, berair, nyeri, dan gatal. Penyakit ini bisa disebabkan oleh iritasi, alergi, atau infeksi (virus, bakteri, jamur).Â
3. Kelainan Refraksi
Kelainan Refraksi adalah gangguan penglihatan yang menyebabkan cahaya yang masuk ke mata tidak terpusat pada retina dengan benar. Gejala umumnya meliputi ketidakmampuan melihat benda dengan jelas (baik jauh atau dekat), pandangan kabur atau berbayang, dan pusing saat memfokuskan penglihatan. Contoh kelainan refraksi meliputi miopia (rabun jauh), hiperopia (rabun dekat), dan astigmatisme.
4. Degenerasi MakulaÂ
Degenerasi Makula adalah kondisi yang memengaruhi makula, bagian retina yang bertanggung jawab untuk penglihatan sentral yang tajam. Ini seringkali terkait dengan usia (Age-related Macular Degeneration/AMD). Penyakit ini dapat sangat memengaruhi kemampuan melihat detail.
5. Retinopati DiabetikÂ
Retinopati Diabetik adalah komplikasi diabetes yang merusak pembuluh darah di retina, dan dapat menyebabkan kebutaan jika tidak diobati. Penting bagi penderita diabetes untuk melakukan pemeriksaan mata rutin. Mata Kering adalah kondisi umum di mana mata tidak menghasilkan cukup air mata atau air mata menguap terlalu cepat, menyebabkan mata terasa perih, gatal, atau seperti ada benda asing.
6. PterigiumÂ
Pterigium adalah pertumbuhan selaput lendir yang menutupi bagian putih mata, seringkali disebabkan oleh paparan sinar matahari yang berlebihan. Kondisi ini bisa mengganggu penglihatan jika tumbuh terlalu besar. Terakhir, Amblyopia atau Mata Malas adalah gangguan penglihatan pada salah satu mata yang disebabkan oleh kerja mata dan otak yang tidak sinkron, di mana otak lebih bersinkronisasi dengan mata yang tidak terganggu.
Advertisement
People Also Ask
1. Mengapa penting menjaga kesehatan mata?
Jawaban: Menjaga kesehatan mata sangat penting karena mata adalah indra utama untuk melihat dunia dan melakukan aktivitas sehari-hari, serta untuk mencegah risiko berbagai masalah penglihatan dan penyakit mata.
2. Apa saja kebiasaan yang dapat merusak mata?
Jawaban: Kebiasaan yang dapat merusak mata meliputi menatap layar gawai terlalu lama, merokok, menggosok mata, kurang tidur, penggunaan lensa kontak yang tidak sesuai anjuran, membaca di tempat gelap.
3. Bagaimana cara melindungi mata dari sinar UV?
Jawaban: Untuk melindungi mata dari sinar UV, gunakan kacamata hitam yang dapat memantulkan setidaknya 98% radiasi ultraviolet saat beraktivitas di luar ruangan.
4. Apa itu aturan 20-20-20 untuk mata?
Jawaban: Aturan 20-20-20 adalah metode untuk mengurangi ketegangan mata digital: setelah 20 menit di depan layar, lihat objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3885022/original/ACg8ocIrZvMVl-u2I-JBNMPhL9S2NJ0dYRjczRX5JQS5QFyq5vvmT_M%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5184066/original/070275800_1744262389-Pemeriksaan_mata.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3864017/original/044019100_1738389296-1596670441577.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261677/original/091626500_1781753480-063_2282078791.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8405832/original/011890700_1782288653-000_B83J62M.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261521/original/040972300_1781736777-Croatia_s_Josko_Gvardiol__4__challenges_for_the_ball_with_England_s_Noni_Madueke__20_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258037/original/028342400_1781299407-000_B6XD8QZ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1541481/original/029951000_1489915850-2022-World-Cup-006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8581680/original/086573300_1782542126-AP26178050808259.jpg)