Kopi, Cinta, dan Inklusi: Anak Down Syndrome Jadi Bagian dari FHI 2025

Anak Down Syndrome tampil sebagai barista di FHI 2025 bersama POTADS dan Kopi Kamu, dorong inklusi dan keberagaman dalam industri kuliner dan perhotelan.

Diterbitkan 17 Juli 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pameran dagang internasional Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2025 tak hanya menyuguhkan inovasi terbaru dari industri kuliner dan perhotelan. Tahun ini, FHI mengangkat nilai inklusi dan keberagaman dengan memberikan ruang khusus bagi anak-anak dengan Down Syndrome untuk menunjukkan kemampuannya.

Bekerja sama dengan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) dan brand Kopi Kamu, FHI 2025 menghadirkan program sosial yang mengedepankan pemberdayaan anak berkebutuhan khusus lewat dunia kopi.

Program ini memungkinkan anak Down Syndrome menjadi barista dalam acara berskala internasional yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 22 s.d 25 Juli 2025.

Salah satu sorotan dari program inklusi FHI 2025 adalah kehadiran barista Down Syndrome yang mendapat pelatihan dan kesempatan menyajikan kopi bagi pengunjung. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FHI terhadap pembangunan industri yang lebih inklusif dan berkelanjutan. 

"Anak Down Syndrome juga memiliki potensi luar biasa. Dengan pendampingan yang tepat, mereka bisa mandiri, berkarya, bahkan memberi inspirasi bagi masyarakat luas," ujar Marketing Communications Manager FHI 2025, Leonarita Hutama. 

Leonarita menambahkan bahwa tahun ini, FHI tidak hanya menjadi ajang bisnis, tetapi juga panggung untuk mempromosikan kesetaraan dan partisipasi sosial.

"Kami ingin menjadikan pameran ini inklusif untuk semua kalangan, termasuk teman-teman difabel yang selama ini kurang mendapat ruang," tambahnya.

Purple Picnic: Aksi Nyata untuk Inklusi

Sebagai bagian dari peringatan Disability Awareness Month, FHI 2025 juga menyelenggarakan acara bertajuk Purple Picnic pada hari kedua pameran, 23 Juli 2025.

Acara ini menjadi simbol solidaritas terhadap anak-anak dengan Down Syndrome sekaligus bentuk edukasi kepada pengunjung tentang pentingnya mendukung keberagaman dalam lingkungan sosial dan kerja.

Purple Picnic akan melibatkan para anggota POTADS dan komunitas lainnya dalam berbagai aktivitas interaktif seperti seni, kreasi makanan, serta storytelling bersama anak-anak Down Syndrome. 

"Purple Picnic ini bukan hanya kegiatan seremonial, tapi bentuk nyata dari komitmen FHI terhadap inklusivitas dan pemberdayaan kelompok rentan. Kami ingin menunjukkan bahwa industri hospitality pun bisa menjadi agen perubahan sosial," ujar Leonarita.

Dari Minyak Jelantah hingga Cinta Tanpa Batas

Tak hanya itu, anak-anak Down Syndrome juga dilibatkan dalam program pengumpulan minyak goreng bekas (UCollect Station) bekerja sama dengan Noovoleum.

Minyak jelantah yang dikumpulkan akan diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan dan disumbangkan ke organisasi sosial, menjadi bagian dari ekonomi sirkular yang melibatkan semua pihak. 

Kehadiran barista Down Syndrome di booth Kopi Kamu menjadi contoh bagaimana inklusi bisa berjalan berdampingan dengan inovasi. Di balik secangkir kopi, ada nilai keberanian, cinta, dan penerimaan yang patut diapresiasi.

FHI 2025 menjadi platform penting yang menghubungkan lebih dari 700 pelaku bisnis dari 35 negara. Dengan melibatkan komunitas seperti POTADS dalam skala sebesar ini, FHI menunjukkan bahwa industri hospitality masa depan harus inklusif, ramah lingkungan, dan berorientasi pada kesejahteraan sosial. 

"FHI ingin jadi contoh bahwa pameran dagang tidak hanya soal transaksi dan teknologi, tetapi juga soal kemanusiaan," ujar Leonarita. Ia berharap program-program ini bisa diadopsi oleh lebih banyak industri di Indonesia.

Â