Belajar di Alam dan Berinteraksi dengan Satwa Bantu Stimulasi Anak Down Syndrome

Belajar di alam dan interaksi dengan satwa memberikan stimulasi komprehensif dari aspek sensorik, sosial, dan emosional anak down syndrome.

Diterbitkan 31 Mei 2026, 15:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Belajar di alam bisa menjadi hal menarik dan bermanfaat bagi anak-anak down syndrome. Penasihat Rumah Kreasi Anak Spesial (RKAS), Profesor Anik Djuraidah mengatakan pembelajaran berbasis pengalaman langsung di alam memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan anak berkebutuhan khusus.

“Pendekatan ini mampu memberikan stimulasi yang lebih komprehensif, baik dari aspek sensorik, sosial, maupun emosional anak,” kata Anik dalam kegiatan edukasi inklusif berbasis alam di IPB University, Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 9 Mei 2026.

Sebanyak 16 anak down syndrome, didampingi orang tua atau wali, diajak belajar langsung melalui pendekatan berbasis alam dengan menggabungkan eksplorasi lingkungan, interaksi dengan satwa, serta pengenalan ekosistem secara langsung.

Kepala Bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Kantor Manajemen Keamanan, Keselamatan, dan Perlindungan Kampus, Dr. Lina Noviyanti Sutardi menegaskan bahwa aspek keamanan dan kenyamanan peserta menjadi perhatian utama selama kegiatan berlangsung. Ia memastikan kegiatan berlangsung dengan aman dan nyaman untuk para peserta.

Rangkaian diawali dengan kunjungan ke Taman Hutan Kampus. Peserta diajak untuk mengenal berbagai flora dan fauna yang ada di kawasan tersebut, serta berinteraksi langsung dengan rusa melalui kegiatan pemberian pakan. Aktivitas ini menjadi bagian penting dalam memberikan stimulasi sensorik sekaligus meningkatkan keberanian dan rasa ingin tahu anak.

“Kegiatan ini sejalan dengan pemanfaatan kawasan kampus sebagai ruang edukasi terbuka yang inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Sekretaris Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (KSHE), Dr. Eva Rachmawati.

Interaksi dengan Hewan Ternak

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke kandang sapi dan domba di Divisi Produksi Ternak Daging Kerja dan Aneka Ternak, Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan.

Peserta diperkenalkan secara langsung dengan hewan ternak serta lingkungan peternakan sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual. Di lokasi ini peserta juga mempraktikkan pemerian makan ternak sapi dan domba.

“Interaksi langsung dengan hewan ternak memberikan pengalaman yang berharga bagi peserta. Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat lebih mengenal hewan sekaligus melatih keberanian dan rasa percaya diri mereka,” ujar dosen Teknologi Produksi Ternak, Edit Lesa Aditia.

Kunjungi Rumah Sakit Hewan

Selanjutnya, peserta mengunjungi Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Sekolah Kedokteran Hewan (SKHB) IPB untuk belajar tentang perawatan dan interaksi aman dengan satwa.

Kunjungan disambut oleh Dr drh Arni Diana Fitri, yang memberikan edukasi agar anak-anak dapat berinteraksi dengan hewan secara lebih terarah dan aman. Selain itu, mereka juga diajak melihat langsung berbagai fasilitas peralatan medis yang ada di sana.

RKAS berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan inklusif berbasis pengalaman langsung bagi anak berkebutuhan khusus.