Cara Jitu Nikmati Olahan Daging Kurban tanpa Bikin Kolesterol dan Asam Urat Meledak!

Simak cara jitu menikmati olahan daging kurban seperti sate dan gulai tanpa takut kolesterol, hipertensi, atau asam urat kambuh. Tips dari dr. Avina Alawya ini wajib kamu tahu!

Diperbarui 06 Juni 2025, 11:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hari Raya Idul Adha identik dengan daging kurban. Sate kambing, gulai sapi, hingga tongseng kerap tersaji di meja makan keluarga. 

Namun, di balik kelezatan hidangan khas ini, konsumsi daging merah secara berlebihan dapat memicu sejumlah masalah kesehatan seperti kolesterol tinggi, hipertensi, hingga asam urat. 

Menurut PhD candidate in Public Health and Health System di Nagoya University, Jepang, dr. Avina Alawya, kunci sehat makan daging kurban ada pada pengaturan porsi dan cara mengolahnya. 

"Bukan dagingnya yang salah, tapi jumlah dan cara konsumsinya yang perlu dijaga. Makan daging kurban tetap boleh, asal tidak berlebihan dan diimbangi dengan pola makan sehat," ujar dr. Avina kepada Health Liputan6.com pada Jumat, 6 Juni 2025.

Apa risikonya jika terlalu banyak daging merah?

1. Kolesterol Tinggi

Daging kambing dan sapi mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam tubuh.

"Jika tidak dikontrol, hal ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke," tambahnya.

2. Hipertensi

Lemak jenuh dan garam berlebih dalam olahan daging bisa mempersempit pembuluh darah dan menyebabkan tekanan darah naik, terutama bagi penderita hipertensi.

3. Asam Urat

Daging merah juga mengandung purin tinggi. Ketika purin dipecah oleh tubuh, akan menghasilkan asam urat.

Kelebihan asam urat bisa menumpuk di persendian dan memicu nyeri atau gout.

4. Gangguan Pencernaan

Makan daging tanpa disertai sayuran berserat bisa menyebabkan sembelit, perut kembung, atau rasa tidak nyaman di perut.

Kelompok Rentan Harus Lebih Waspada

Mereka yang memiliki riwayat kolesterol tinggi, darah tinggi, atau asam urat sebaiknya lebih berhati-hati dalam mengonsumsi daging kurban. 

Jika tidak, kondisi mereka bisa memburuk dan menimbulkan komplikasi serius seperti serangan jantung atau stroke.

Namun, bukan berarti mereka harus pantang makan daging sepenuhnya. Yang penting adalah bijak dalam menikmati makanan khas Idul Adha.

Tips Sehat Konsumsi Daging Kurban 

dr. Avina membagikan lima tips sederhana agar tetap bisa menikmati daging kurban tanpa takut efek samping kesehatan:

1. Masak dalam Porsi Kecil

Bagi daging kurban ke dalam beberapa bagian kecil dan masak secukupnya. Hindari memasak dalam jumlah besar sekaligus karena cenderung membuat kita makan berlebihan.

2. Hindari Santan dan Minyak Berlebih

Olahan seperti gulai dan rendang memang lezat, tapi mengandung santan dan minyak tinggi. Sebaiknya pilih metode memasak seperti dipanggang, direbus, atau ditumis ringan dengan sedikit garam.

3. Konsumsi dengan Sayuran Berserat Tinggi

Padukan daging dengan bayam, kacang panjang, wortel, atau lalapan segar. Serat membantu pencernaan dan mengurangi penyerapan lemak berlebih dalam tubuh.

4. Perbanyak Minum Air Putih

Air membantu proses metabolisme dan pembuangan sisa zat purin dari tubuh. Hindari minuman manis atau bersoda yang dapat memperburuk metabolisme lemak.

5. Minum Obat Secara Teratur

"Bagi penderita hipertensi, kolesterol tinggi, atau asam urat, penting untuk tetap disiplin minum obat sesuai anjuran dokter selama Idul Adha," ujar dr. Avina.

Tetap Nikmati Idul Adha dengan Bijak

Momen Idul Adha adalah saat untuk bersyukur dan berbagi, termasuk menikmati hidangan daging kurban bersama keluarga. 

Namun, bijaklah dalam porsi dan pilih cara pengolahan yang sehat agar perayaan tidak berujung pada keluhan kesehatan. 

Dengan langkah sederhana dan penuh kesadaran, perayaan Idul Adha bisa tetap bermakna tanpa harus mengorbankan kesehatan.Â