Sukses

Tips Jitu Memilih Musik yang Tepat untuk Bantu Tingkatkan Produktivitas Saat WFH

Liputan6.com, Jakarta Bekerja dari rumah atau work from home (WFH) jadi suatu hal yang lazim dilakukan sejak pandemi COVID-19 berlangsung. Namun beberapa orang mengaku WFH sulit dilakukan lantaran produktivitas jadi terganggu.

Bila hal tersebut terjadi pada Anda, sudahkah Anda menggunakan bantuan musik untuk mengatasinya? Musik sendiri telah terbukti dapat meningkatkan produktivitas dan kinerja kognitif terutama pada orang dewasa.

Bahkan, mendengarkan musik juga diketahui dapat membantu seseorang untuk tetap produktif, mengelola kecemasan, dan meningkatkan motivasi.

Hal tersebut dianggap bisa terjadi bila Anda tahu bagaimana cara memilih playlist musik yang tepat. Lalu, bagaimanakah caranya? Mengutip laman The Guardian pada Senin (4/7/2022), berikut diantaranya.

1. Mulai dengan perlahan

Mengawali hari dengan trik yang dilakukan pada terapi musik. Konsep ini dikenal sebagai prinsip iso atau teknik yang digunakan para terapis untuk mengubah suasana hati pasien.

Dalam tahap ini, terapis biasanya akan mencocokkan musik dengan suasana hati pasien pada saat itu dan secara bertahap mengubah lagu untuk mencapai keadaan hati yang diinginkan.

Pada tahap awal, lagu juga tidak disarankan untuk memaksa seseorang agar langsung produktif. Melainkan secara bertahap membawa pendengarnya ke arah sana. Pilihan lagu juga akan sangat bervariasi bagi tiap orang.

Terapis musik di rumah sakit anak dan keluarga University of Iowa Stead, Kirsten Nelson menyarankan untuk memilih lagu-lagu yang memang nyaman untuk Anda dengar di pagi hari.

"Jika Anda merasa sangat sedih di pagi hari, carilah lagu yang damai untuk memulainya. Dari sana, Anda dapat membawa diri ke dalam lagu yang lebih memotivasi untuk sampai pada suasana hati yang Anda inginkan," ujar Kirsten.

2 dari 4 halaman

2. Transisi lagu ke tempo lebih tinggi

Para peneliti menemukan bahwa kecepatan tempo musik dapat menghasilkan peningkatan dalam kinerja seseorang. Hal tersebut pun tertuang dalam studi yang dipublikasikan dalam National Library of Medicine.

Peneliti menghubungkan antara tempo musik dan produktivitas. Hasilnya, sebagian besar partisipan menunjukkan adanya performa terbaik saat mendengarkan lagu dengan kecepatan 121 bpm.

Misalnya seperti lagu Call Me Maybe karya Carly Rae Jepsen, I Wanna Dance with Somebody milik Whitney Houston, dan I Will Survive oleh Diana Ross.

"Musik dapat mengaktifkan seseorang dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh hal lain. Jika kita ingin masuk pada momen dimana kita memiliki banyak energi dan motivasi, lagu-lagu dengan tempo lebih tinggi dapat sangat membantu," ujar Kirsten.

Nelson mengatakan bahwa menambahkan lagu-lagu yang kuat pada titik-titik strategis dalam playlist kerja, seperti saat hari dimulai, saat transisi antar tugas, dan saat hari berakhir dapat membantu seseorang untuk mempertahankan motivasi.

3 dari 4 halaman

3. Jeli dalam memilih lirik

Kirsten mengungkapkan bahwa pilihan untuk memasukan lagu dengan lirik tertentu dalam playlist merupakan preferensi masing-masing individu. Namun beberapa penelitian menyarankan untuk mendengarkan musik dengan lirik yang optimis.

Cara tersebut dianggap dapat membantu seseorang untuk tetap waspada dan termotivasi saat melakukan tugas yang berulang. Sedangkan lirik yang naratif dianggap dapat mengganggu mereka yang mencoba melakukan pekerjaan kognitif.

Sehingga para peneliti lebih menyarankan untuk memilih lagu dengan lirik yang tidak berbahaya dan dibawakan secara halus jika ingin membentuk motivasi dan semangat seseorang.

Penelitian lain yang dipublikasikan dalam SAGE Journals juga menemukan bahwa mendengarkan lagu yang akrab di telinga juga berkaitan dengan penurunan kinerja.

Sehingga meskipun penting untuk mendengarkan musik yang menyenangkan, memilih lagu yang sangat familiar dianggap dapat mengganggu. Terutama lagu-lagu yang memiliki ikatan emosional kuat dengan seseorang.

4 dari 4 halaman

4. Fleksibel dengan diri sendiri

Membuat playlist musik untuk WFH seharusnya bukanlah sebuah tugas. Sebaliknya, list tersebut bisa bertambah seiring waktu secara fleksibel.

"Jika Anda mendengar sebuah lagu dan tahu bahwa lagu tersebut dapat membuat Anda merasa lebih baik, maka masukkanlah itu ke dalam playlist Anda," kata Kirsten.

Kirsten juga menyarankan untuk mengatur lagu-lagu yang ada agar sesuai dengan urutan untuk mencapai titik kenyamanan yang pas.

"Biarkan diri Anda mendengarkan musik yang baru, mencoba hal baru, mengeluarkan sesuatu, dan membawa sesuatu. Biarkan dirimu memiliki fleksibilitas itu. Jangan juga memaksakan untuk mendengar lagu yang tidak ingin Anda dengar," katanya.

Para peneliti sendiri menyarankan untuk memiliki satu sampai empat lagu untuk awal, lima sampai 16 lagu untuk selanjutnya ketika sudah bekerja, dan 17 sampai 20 lagu untuk melakukan transisi kembali dari bersemangat menjadi suasana tenang.