Liputan6.com, New Delhi - Perdana Menteri (PM) Narendra Modi pada Minggu (10/5/2026) meminta masyarakat India untuk kembali menerapkan kerja dari rumah (work from home/WFH), mengurangi pembelian emas, dan membatasi perjalanan ke luar negeri guna menghadapi lonjakan harga energi global akibat perang Iran.
Mengutip laporan BBC, India yang memenuhi 90 persen kebutuhan minyaknya dari luar negeri kini menghadapi lonjakan biaya pembelian minyak mentah hingga miliaran dolar sejak perang Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pecah. Situasi semakin memburuk setelah Selat Hormuz, jalur sempit penting di kawasan Teluk, ditutup selama lebih dari dua setengah bulan.
"Patriotisme bukan hanya soal kesediaan mengorbankan nyawa di perbatasan. Dalam situasi seperti sekarang, patriotisme berarti hidup secara bertanggung jawab dan menjalankan kewajiban kita kepada negara dalam kehidupan sehari-hari," kata Modi.
Advertisement
"Dalam situasi saat ini, kita harus memberikan perhatian besar pada penghematan devisa."
Modi turut mengimbau masyarakat untuk menggunakan transportasi umum seperti metro dan menyarankan warga berbagi kendaraan untuk menghemat bahan bakar. Ia turut meminta para petani mengurangi penggunaan pupuk hingga separuhnya.
Dampak pernyataan Modi dilaporkan langsung terlihat di pasar India pada Senin (11/5). Para analis mengatakan komentar Modi menjadi salah satu penyebab indeks acuan Sensex anjlok lebih dari 1.000 poin pada awal perdagangan, di tengah kekhawatiran akan gangguan ekonomi berkepanjangan.
Sejauh ini, India masih menahan kenaikan harga bensin dan solar di tingkat konsumen meskipun tekanan terhadap perusahaan bahan bakar milik negara terus meningkat. Namun, konflik yang berkepanjangan dan terganggunya pasokan minyak mulai membebani perekonomian secara lebih luas.
Dampaknya terlihat di sejumlah industri, dengan ratusan ribu pekerjaan terancam di pabrik-pabrik yang memproduksi kaca, plastik, dan ubin. Pasokan pupuk yang menipis memicu kekhawatiran terhadap penurunan hasil pertanian dan kenaikan harga pangan.
Namun, dampak paling nyata terlihat pada nilai tukar rupee India yang dalam beberapa pekan terakhir menyentuh titik terendah sepanjang sejarah. Kondisi ini meningkatkan biaya impor dan menambah tekanan terhadap inflasi.
Para analis menilai pernyataan Modi mengindikasikan pemerintah kemungkinan akan segera mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk membatasi penggunaan energi. Revisi harga produk minyak bumi juga diperkirakan akan segera dilakukan.
Â
Kritik Oposisi
Tokoh oposisi India mengkritik pernyataan Modi dan menilai hal itu menunjukkan buruknya perencanaan pemerintah federal.
Pemimpin Partai Kongres Rahul Gandhi mengatakan pemerintah sedang mengalihkan tanggung jawab kepada rakyat dan menghindari akuntabilitas mereka sendiri.
"(Saran Modi) bukanlah nasihat moral — ini adalah bukti kegagalan," tulis Gandhi dalam unggahan di X.
Perang di Iran dan penutupan Selat Hormuz telah memengaruhi perekonomian di berbagai belahan dunia, khususnya di Asia, dengan banyak negara mengalami kenaikan biaya bahan bakar. Badan Energi Internasional (IEA) menyebut situasi ini sebagai "gangguan pasokan terbesar dalam sejarah".
Dalam beberapa hari setelah perang dimulai, sejumlah negara menerapkan berbagai langkah untuk membatasi dampaknya terhadap konsumen dan perekonomian.
China memerintahkan kilang minyaknya untuk sementara menghentikan ekspor bahan bakar. Namun harga bensin tetap meningkat di negara itu dan sejumlah maskapai China mengurangi penerbangan karena harga bahan bakar jet melonjak.
Beberapa negara bagian di Australia menggratiskan transportasi umum atau memangkas tarif hingga separuh untuk mendorong masyarakat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
Filipina menetapkan keadaan darurat nasional pada Maret. Pemerintah negara itu memberikan subsidi kepada pengemudi angkutan umum, mengurangi layanan feri, dan menerapkan empat hari kerja dalam sepekan bagi pegawai negeri sipil.
Sri Lanka juga memberlakukan penjatahan bahan bakar dan sementara menerapkan empat hari kerja dalam sepekan, dengan menutup sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga pemerintah setiap hari Rabu.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5164799/original/043621100_1742183216-dbe96acd3b3529457b7c0146890290a1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/535776/original/009019900_1469705798-share.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515138/original/022954200_1772162410-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411690/original/061832400_1479707390-India.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257100/original/080406300_1781208059-selebrasi_julian_quinones_meksiko_afrika_selatan_ap_eduardo_verdugo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520243/original/086003700_1782447581-063_2283364709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264064/original/002049400_1782077143-kevin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259465/original/002024800_1781501908-Manuel_Neuer.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8516358/original/046339900_1782441794-pepe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504143/original/019730100_1782424741-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264182/original/093339000_1782097612-063_2282690884.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258200/original/037838200_1781326433-000_B6XQ9ZM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258839/original/015610100_1781416618-IMG-20260614-WA0022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258474/original/070070600_1781346469-AP26163500989479.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3314597/original/073889600_1606993116-20201203-Kementan-Targetkan-8_2-Juta-Hektare-Sawah-untuk-20-Juta-Ton-Beras-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4984093/original/089195600_1730181989-secret-2681508_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260627/original/045299700_1781613980-IMG_3574.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/8259000/original/072319200_1781432690-260614-fanatik-tingkat-dewa-pria-india-cat-rumah-dan-mobil-demi-timnas-brasil-569a87.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/8258996/original/031770800_1781432340-260614-demam-piala-dunia-2026-menggila-di-india-raksasa-ronaldo-menjulang-4836f6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5163765/original/058418400_1742049945-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256970/original/080136900_1781179689-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537462/original/032392100_1774424542-AP26082515357693.jpg)