Sukses

Studi: Waktu Berkualitas Antara Orangtua dan Anak Lebih Penting dari Kuantitasnya

Liputan6.com, Jakarta - Sebagai orangtua, memiliki tanggung jawab diluar mengurus anak mungkin tak jarang membuat Anda merasa bersalah lantaran tidak memiliki waktu yang cukup untuk mereka.

Anda mungkin khawatir tumbuh kembang anak akan terdampak karena kekurangan sosok orangtua di sampingnya selama masa pertumbuhan.

Namun sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Marriage and Family justru mengungkapkan hal berbeda.

Para peneliti menemukan bahwa jumlah waktu yang dihabiskan oleh orangtua dengan anak pada usia tiga hingga 11 tahun tidak memiliki hubungan dengan bagaimana mentalitas dan sikap anak kedepannya.

Hal tersebut lantaran faktanya seringkali orangtua merasa khawatir karena tidak cukup banyak menghabiskan waktu dengan anak (kuantitas).

Padahal, meski tidak banyak, menghabiskan waktu dengan cara yang berkualitas justru dapat lebih membantu tumbuh kembang anak lebih baik.

"Dari 20 grafik yang ada, 19 diantaranya tidak menunjukkan hubungan antara jumlah waktu orangtua dan bagaimana anak kedepannya," ujar sosiolog di University of Toronto sekaligus penulis penelitian tersebut, Melissa Milkie dikutip Washington Post, Sabtu (18/6/2022).

Penelitian tersebut menemukan contoh kunci ketika orangtua bisa sangat berbahaya untuk anak. Seperti saat seorang ibu sedang stres atau kurang tidur.

Stres yang dialami oleh orangtua justru dianggap lebih berbahaya bagi anak. Khususnya stres yang dialami oleh seorang ibu.

"Stres ibu, terutama ketika harus menyeimbangkan waktu untuk bekerja dan mencari waktu dengan anak sebenarnya dapat lebih mempengaruhi anak," ujar Kei Nomaguchi, sosiolog Bowling Green State University yang juga menjadi penulis dalam penelitian tersebut.

2 dari 4 halaman

Kuantitas Waktu Lebih Penting Saat Remaja

Para peneliti mengungkapkan bahwa bukan berarti memiliki waktu yang cukup banyak tidaklah penting. Hanya saja, dibandingkan kuantitas waktu, para peneliti menemukan bahwa kualitasnya yang jauh lebih penting pada usia tiga hingga 11 tahun.

"Dalam dunia yang ideal, penelitian ini diharapkan bisa mengurangi rasa bersalah orangtua soal jumlah waktu yang mereka habiskan dengan anak. Sebaliknya, lakukanlah apa yang benar-benar penting bagi anak," ujar Melissa.

Sedangkan, penelitian yang dilakukan oleh Melissa dan rekannya juga ikut meneliti lebih lanjut soal waktu bersama anak.

Dalam penelitian yang berbeda tersebut, Melissa menemukan bahwa banyaknya jumlah waktu yang dihabiskan dengan anak bisa menjadi lebih penting ketika mereka ada di usia remaja.

"Semakin banyak waktu yang dihabiskan dengan orangtuanya, semakin sedikit perilaku nakal yang mungkin terjadi. Semakin banyak waktu yang dihabiskan dengan keluarga, semakin kecil juga kemungkinan mereka terperosok menyalahgunakan narkoba dan alkohol dan terlibat dalam perilaku berisiko atau ilegal lainnya," tulis para peneliti.

3 dari 4 halaman

Cara Sederhana Buat Waktu Berkualitas

Mengutip laman Verywell Family, memiliki waktu berkualitas dengan anak ternyata tidaklah sulit dan tidak membutuhkan durasi yang terlalu panjang.

Psikolog yang berkecimpung dalam perilaku anak, Amy Morin mengungkapkan bahwa memiliki waktu yang berkualitas dengan anak minimal 10-15 menit per hari ternyata lebih baik daripada hanya menghabiskan waktu dengan gadget seperti menonton tv bersama selama lima jam.

"Kurangi khawatir tentang kehadiran fisik selama berjam-jam. Pastikan Anda hadir dengan mentalitas yang baik ketika sedang bersama anak," ujar Amy.

Apabila memungkinkan, Amy menyarankan untuk menjauhkan ponsel dan berikanlah perhatian penuh pada anak. Dengan begitu, anak dapat merasa lebih dihargai dan dicintai ketika Anda memberikan perhatian positif yang berkualitas tinggi.

"Berfokuslah untuk mendengarkan anak Anda, melakukan kontak mata yang baik, dan terlibat dalam interaksi yang sehat selama waktu Anda bersama, apapun yang Anda lakukan," kata Amy.

4 dari 4 halaman

Menjadwalkan Waktu Bersama

Hal ini pun berlaku bagi orangtua yang memiliki jadwal sangat padat dalam keseharian. Menurut Amy, penting untuk membuat jadwal tersendiri untuk anak.

"Bagi keluarga yang sibuk, waktu berkualitas tidak akan terjadi jika tidak dijadwalkan. Jadi jadwalkanlah itu 10-15 per harinya untuk masing-masing anak," kata Amy.

Amy menambahkan, Anda juga mungkin perlu menjadwalkan waktu untuk pergi hanya berdua dengan masing-masing anak. Kesempatan tersebut dapat digunakan untuk lebih mengenal satu sama lain di tengah kesibukan yang ada.

"Memutuskan untuk menjadwalkan pergi bersama juga bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga. Putuskanlah apa yang masuk akal bagi keluarga Anda dan pertimbangkan untuk bagaimana mewujudkannya," kata Amy.