Liputan6.com, Jakarta Revisi Protokol Tatalaksana COVID-19 yang disusun oleh 5 organisasi profesi menjelaskan Oseltamivir tidak lagi direkomendasikan untuk terapi rutin pasien COVID-19 kecuali yang terinfeksi virus influenza.
Dalam revisi protokol tersebut dipaparkan bahwa Oseltamivir adalah obat antiviral yang digunakan untuk pengobatan dan pencegahan infeksi influenza tipe A dan B.
Obat ini bekerja dengan menghambat neuraminidase yang dibutuhkan oleh virus influenza untuk merilis virus-virus baru di akhir proses replikasi.
Advertisement
Oseltamivir diberikan secara empiris pada masa awal pandemi COVID-19 karena sulitnya membedakan gejala pasien COVID-19 dan pasien yang terinfeksi virus influenza.
Saat ini, Oseltamivir dapat ditambahkan pada kondisi di mana pasien dengan COVID-19 dan diduga terinfeksi virus influenza dengan dosis 2 kali 75 miligram.
Simak Video Berikut Ini
Kasus COVID-19 di Indonesia kembali meningkat sejak momen Lebaran pertengahan Mei lalu. Jakarta, Kudus dan Bangkalan adalah 3 wilayah yang mengalami peningkatan kasus COVID-19, Virus corona varian delta mendominasi kasus COVID di 3 wilayah tersebut.
Alasan Oseltamivir Tak Lagi Direkomendasikan
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban ikut angkat bicara terkait Oseltamivir.
Melalui akun Twitter pribadinya @ProfesorZubairi, ia menyampaikan alasan mengapa penggunaan Oseltamivir direvisi.
“Sebenarnya Oseltamivir adalah obat bagus. Obat antivirus ini digunakan untuk terapi infeksi Influenza dalam tubuh. Bukan untuk COVID-19. Jadi jelas, prinsipnya, Oseltamivir itu bukan obat COVID-19,” tulisnya dikutip Senin (19/7/2021).
Advertisement
Baru Usulan
Sebelumnya, dokter umum dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Adam Prabata juga membahas terkait revisi penggunaan Oseltamivir yang masih berupa usulan.
Melalui Instagram pribadinya, @adamprabata, ia menjelaskan, sebelumnya Oseltamivir merupakan obat yang direkomendasikan di Indonesia untuk pasien COVID-19, termasuk untuk pasien yang gejala ringan dan sedang menjalani isolasi mandiri.
“Baru-baru ini muncul revisi protokol tatalaksana COVID-19 dari 5 organisasi profesi dokter di Indonesia yang tidak lagi menyertakan oseltamivir sebagai terapi rutin pasien COVID-19,” katanya dalam unggahan tersebut dikutip Senin (19/7/2021).
Lebih lanjut, Adam menyampaikan bahwa Oseltamivir pada akhirnya hanya direkomendasikan untuk diberikan pada pasien COVID-19 yang diduga terinfeksi virus influenza.
Hingga unggahan tersebut dibuat pada 15 Juli 2021, belum ada revisi tatalaksana COVID-19 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menyesuaikan dengan revisi terbaru protokol dari 5 organisasi profesi dokter di Indonesia.
“Perlu diingat bahwa revisi protokol tatalaksana ini baru sebatas usulan dan hingga unggahan ini dibuat belum diadopsi menjadi protokol tatalaksana COVID-19 dari Kemenkes,” pungkasnya.
Infografis Sudah Vaksinasi COVID-19? Jangan Kendor 5M!
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3473316/original/057210700_1622800572-kendor.jpg)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5221825/original/025442000_1747374422-VaksinTb1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385628/original/052784000_1793262302-Screenshot_2026-10-29_145400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385832/original/052292900_1793271387-Bimas_Hindu_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385643/original/061071200_1793262745-cek_fakta_bpjs_kopdes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3513680/original/089629000_1626514463-20210717-Obat-COVID-19-4.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4550558/original/043753400_1692872973-towfiqu-barbhuiya--jthScuVWT0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3457027/original/073442900_1621150601-20210516-COVID-19-Taiwan-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4958108/original/084997400_1727840128-20241002-Topan_Kraton-AFP_5.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Buku dari Warga untuk Warga di HUT Jakarta](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/EyKU3eLgkKpcPpD5ZVoZieqU4Qo=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583700/original/080762500_1782546052-Prof_Tjandra_Yoga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8303352/original/055143700_1782168148-Sidang_kasus_korupsi_wastafel_Covid-19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3910505/original/020707300_1642741792-20220121-FOTO---BERBAGI-SAYURAN-HERMAN-5.jpg)