Sukses

3 Hal yang Dilakukan India untuk Redam Lonjakan Kasus COVID-19

Liputan6.com, Jakarta India telah menurunkan jumlah kasus harian COVID-19 hingga 8 kali lipat. Hal ini disampaikan Mantan Direktur WHO Asia Tenggara 2018-2020 Prof Tjandra Yoga Aditama.

Menurutnya, penurunan kasus yang signifikan tak lepas dari tiga hal yang dilakukan negara tersebut. Ketiga hal itu adalah meningkatkan vaksinasi, pembatasan sosial, dan meningkatkan jumlah tes.

Terkait vaksinasi, begitu kasus meningkat maka India juga melakukan vaksinasi secara besar-besaran dan jumlahnya meningkat amat tajam hampir 15 kali lipat dalam 4 bulan.

“Sehari dapat sampai 8 juta orang yang divaksinasi. Tentu saja selain upaya besar ini maka pelayanan kesehatan juga amat diperkuat di India pada bulan-bulan yang kasusnya amat tinggi,” kata Tjandra melalui tulisan yang dibagikan kepada Health Liputan6.com, Jumat (25/6/2021).

Simak Video Berikut Ini

2 dari 5 halaman

Pembatasan Sosial

Ketika kasus meningkat tajam di India maka beberapa daerah atau negara bagian di negara itu melakukan berbagai tingkat pembatasan sosial.

“Ada yang memperketat 3 M (yang di India disebut dengan 3 W, wear a mask, wash your hand, watch the distance), ada yang membatasi kegiatan dengan pemberlakuan jam malam, dan ada juga yang lockdown sebagian/parsial dan ada juga yang total penuh sampai beberapa waktu.”

Lalu, dianalisa dengan menghubungkan pola pergerakan penduduk pada saat pembatasan kegiatan hingga lockdown dengan penurunan jumlah kasus dari hari ke hari, dalam bentuk Movement Restriction and Mobility Change.

Pembatasan kegiatan sosial tidak dilakukan secara berkepanjangan. New Delhi misalnya, mulai menerapkan lockdown total pada 17 April 2021 dan ketika kasus mulai terkendali maka pada 31 Mei 2021 mulai dilakukan pelonggaran dalam bentuk unlocking process secara bertahap.

3 dari 5 halaman

Meningkatkan Jumlah Tes

Hal selanjutnya yang dilakukan di India menurut Tjandra adalah meningkatkan jumlah tes secara bermakna.

Pada Februari 2021 sebelum ada peningkatan kasus maka jumlah tes yang dilakukan per hari pernah berkisar antara 700 dan 800 ribu. Begitu ada peningkatan kasus maka jumlah tes dinaikkan secara besar-besaran dan mencapai lebih dari 2 juta tes seharinya pada Mei 2021.

“Kita tahu bahwa tes punya tiga manfaat amat penting. Pertama, mereka yang positif dapat ditangani dari aspek kesehatannya, kedua mereka dapat diisolasi atau dikarantina mandiri atau dirawat sesuai kebutuhan, dan ketiga dapat diputus rantai penularan dari yang positif ke masyarakat sekitarnya.”

Tentu saja sesudah tes maka harus diikuti dengan kegiatan telusur (tracing) yang massif pula, kata Tjandra.

4 dari 5 halaman

Selain Tiga Hal di Atas

Selain 3 hal itu, Tjandra mengimbau masyarakat untuk memperketat 3M dan 5M. Jika terpaksa keluar rumah maka perlu tetap patuh untuk jaga jarak atau disebut WHO sebagai farther away from others safer than close together

“Kalau toh harus berkumpul maka memang akan jauh lebih baik kalau dilakukan di udara terbuka, open air spaces safer than enclosed spaces. Kalau betul-betul terpaksa harus di dalam ruangan maka anjurannya adalah jendela dibuka agar ada ventilasi terbuka.”

Kemudian, mengurangi lamanya waktu kalau harus berada di luar rumah, yang disebut shorter time periods with others are safer, tutup Tjandra.

 

5 dari 5 halaman

Infografis 8 Tips Nyaman Pakai Masker Cegah COVID-19