Liputan6.com, Jakarta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI sudah mengeluarkan persetujuan penggunaan dalam kondisi kedaruratan (emergency use authorization)Â dua obat COVID-19. Obat-obat tersebut sudah mempublikasikan hasil uji klinis secara internasional.
"Saat ini ada dua obat yang dipercaya dapat meningkatkan angka kesembuhan dan menurunkan angka kematian pasien COVID-19," kata Kepala BPOM, Penny Lukito dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI pada Selasa, 17 November 2020.
Obat COVID-19 pertama yang mengantongi persetujuan penggunaan darurat BPOM adalah favipiravir (tablet). Dengan nama produk AVIGAN dan Faviravir.
Advertisement
Indikasi penggunaan obat ini untuk pasien COVID-19 derajat ringan hingga sedang pada pasien dewasa di atas 18 tahun yang dirawat di rumah sakit.
Obat kedua berbentuk serbuk injeksi bernama remdesivir. Dengan nama produk Covifor, Desrem, Jubi-R, Remdac, Cipremi.
"Remdesivir untuk pasien COVID-19 derajat berat yang dirawat di rumah sakit," terang Penny. Obat tersebut mendapatkan persetujuan untuk digunakan darurat salah satu aspeknya karena sudah mempublikasikan hasil uji klinis secara internasional.
Â
BPOM dampingi penelitian herbal terkait COVID-19
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3226844/original/036207800_1599070103-WhatsApp_Image_2020-09-02_at_17.27.28.jpeg)
Saat ini BPOM juga mendampingi beberapa instansi dalam penelitian herbal dalam pengobatan COVID-19. Ada 14 produk yang saat ini didampingi BPOM, salah satunya Bejo dari PT Bintang toedjo yang dalam pengujian sebagai imunomodulator.
"Tujuananya (produk tersebut) sebagai pendamping dalam pengobatan COVID-19, seperti untuk meningkatkan daya tahan tubuh (imunomodulator). Ada juga yang mengusulkan dalam penelitianya untuk perbaikan kondisi saat sakit COVID-19," terang Penny masih di kesempatan yang sama.Â
Advertisement
Infografis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3214380/original/025630400_1597918235-200820_Deretan_Kandidat_Obat_Covid-19.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318340/original/035315600_1786092351-Screenshot_2026-08-07_154428.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317456/original/060618600_1786013917-Screenshot_2026-08-06_164447.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317507/original/011159500_1786016808-cek_fakta_gibran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3213595/original/016461500_1597830844-20200819-BPOM-Beberkan-Uji-Klinis-Obat-Covid-19-Temuan-UNAIR-2.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295776/original/092321600_1783944725-WhatsApp_Image_2026-07-13_at_19.06.45.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291649/original/044532900_1783571561-taruna_ikrar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5545951/original/047112300_1775226794-ilustrasi_obat_anti_nyeri.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9252834/original/048374100_1783147615-bpom.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5123862/original/090587400_1738831381-alexander-grey-tr1po6kOWEc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555589/original/034645700_1776167675-Taruna_Ikrar__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3514141/original/067492100_1626602154-Ilustrasi_vitamin_atau_Obat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258067/original/007020400_1781312688-WhatsApp_Image_2026-06-12_at_11.27.00_AM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256068/original/018149700_1781146804-20260609_153019.jpg)