Sukses

Sebelum Temui Jokowi, Rombongan PM Yoshihide Dites PCR Tak Lebih dari 1,5 Jam

Liputan6.com, Jakarta Sebelum bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, Jawa Barat beberapa waktu lalu, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga beserta rombongan rupanya menjalani tes PCR. Tes PCR pun tak lebih dari 1,5 jam, yang mana membuat para tamu negara Jepang ini kaget.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menceritakan, siapapun tamu negara yang bertemu dengan Jokowi harus menjalani tes PCR. Kehadiran rombongan PM Yoshihide pada 20 Oktober 2020 termasuk kunjungan pertama kali tamu negara selama COVID-19.

"Adanya kunjungan tamu dari Perdana Menteri Jepang, kita harus menunjukkan bahwa negara Republik Indonesia menerapkan protokol kesehatan. Ini yang kita jaga dan perlu komunikasi diplomasi," tutur Heru saat sesi dialog virtual Sekretariat Presiden Menyapa di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (27/10/2020).

"Jadi, kami harus melakukan tes PCR dengan siapapun tamu negara yang akan bertemu Bapak Presiden. Ya, walaupun komunikasi awalnya, rombongan tamu dari Negeri Jepang itu sudah tes PCR di Jepang. Tapi sebelum ke sini (Indonesia), mereka melakukan kegiatan di Vietnam."

Untuk melakukan tes PCR, Heru menegaskan, tim protokolnya hanya punya waktu 1,5 jam. Sebuah waktu yang terbilang cepat dan singkat. Namun, hal itu tidak menjadi kendala.

"Alhamdulillah, kami sudah bekerja sama dengan rumah sakit terkenal. Misalnya, RS Medistra, RS Bunda, RS Pertamina. Dan tentunya RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD), RS Kepresidenan, dan RS Siloam," ujar Heru.

"Kami dibantu rumah sakit ini, sehingga pihak Jepang kaget juga, kita melakukan tes PCR tidak lebih dari 1,5 jam."

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 5 halaman

Apresiasi dari Penasihat PM Jepang

Ketika rombongan PM Yoshihide tiba dan menuju hotel Vermont, Jakarta, lalu tes PCR dilakukan. Usai tes PCR, rombongan baru diperbolehkan melanjutkan perjalanan dan bertemu Jokowi di Istana Bogor.

Penerapan tes PCR dan serangkaian protokol kesehatan sewaktu bertemu Jokowi diapresiasi pihak Jepang. Penasihat Khusus Perdana Menteri Jepang Hiroto Izumi menyampaikan apresiasi.

Pertama-tama, perkenankan Saya mengucapkan terima kasih kepada Yang Terhormat Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara serta  semua pihak Indonesia yang bersangkutan atas kehangatan hati menyambut Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga beserta rombongan di Istana Bogor beberapa waktu lalu.

Pada saat acara di Istana Bogor, pihak Indonesia secara ketat menerapkan pencegahan virus dengan mewajibkan penggunaan masker dan memasang akrilik, memastikan jarak fisik tetap terjaga (social distancing), dan menggunakan alat pelindung lainnya.

Walaupun langkah pencegahan diterapkan secara ketat, rombongan Jepang tetap merasakan kesan yang ramah dan merasakan perhatian Presiden Joko Widodo kepada Perdana Menteri Suga dalam menjamu dan melindungi dari penyebaran virus. Karena hal itu, kami melakukan pembahasan yang berarti dengan rasa aman dalam pertemuan Jepang-Indonesia.

Menurut Saya, pelayanan pihak Indonesia dalam menerima kunjungan Perdana Menteri Suga dapat menjadi salah satu contoh pertemuan diplomasi antar pemimpin secara tatap muka dengan mempertimbangkan pencegahan penyebaran COVID-19. Sekali lagi, Saya ucapkan terima kasih.

 

3 dari 5 halaman

Tidak Menyangka Protokol Kesehatan Ketat

Heru menambahkan, rombongan PM Jepang tidak menyangka bahwa Indonesia menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

"Iya, mereka bilangnya protokol kesehatan kita sangat ketat. Tentu saja, selain melakukan tes PCR, beliau-beliau ini tetap kami wajibkan memakai masker. Kemudian meja pertemuan bilateral ada sekat akrilik," tambahnya.

"Jadi, mereka merasa tetap nyaman. Selanjutnya, penerimaan tamu negara kali ini, kami tidak seperti biasa banyak masukan segala macam. Kami terapkan minimalis, tapi pesan-pesan pesan-pesan ini tersampaikan dan beliau (tamu negara) terkesan."

Di tengah COVID-19, menerima tamu negara dengan protokol kesehatan tetap bisa dilakukan.

"Mereka melihat Indonesia angka COVID-19 tinggi. Ternyata kita bisa menunjukkan bahwa kita tetap melakukan protokol kesehatan dengan ketat," pungkas Heru.

4 dari 5 halaman

Infografis Mini Lockdown ala Jokowi

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: