Sukses

Tonton Livestreaming: Kesaksian Keluarga Pasien Positif Corona COVID-19

Liputan6.com, Jakarta Penyakit COVID-19 yang disebabkan oleh Virus Corona SARS-CoV-2 menyebar dengan cepat. Penularan penyakit tersebut melalui percikan cairan tubuh (droplet) antar manusia. Guna mencegah penularan Corona COVID-19 lebih meluas, Pemerintah mengimbau agar masyarakat menerapkan jaga jarak fisik dan sosial antar satu individu dengan individu lainnya (social distancing), menjaga kebersihan diri dan lingkungan, dan menerapkan pola hidup sehat.

Hanya saja, kekhawatiran akan cepatnya penularan virus ini membuat sebagian masyarakat bertindak melampaui batas seperti menolak tenaga medis yang telah merawat pasien Corona hingga warga yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tinggal di wilayah mereka.

Corona COVID-19 memiliki perjalanan penyakit yang cepat dan sangat mudah menular melalui droplet, kontak, dan bisa bertahan di permukaan benda cukup lama. Meski demikian, menolak warga yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan yang merawat pasien COVID-19 atau pun ODP dan PDP untuk kembali ke tempat tinggalnya bukanlah hal bijak.

Tinggal bersama individu yang berstatus ODP dan PDP bisa dilakukan dengan berbekal pengetahuan yang cukup. Sesuai pernyataan dan imbauan Pemerintah, ODP dan PDP dengan gejala ringan bisa melakukan isolasi mandiri di rumah. Selama berada di rumah, ODP atau pun PDP harus menjaga jarak dan membatasi kontak fisik dengan anggota keluarga lainnya, memakai masker, menggunakan peralatan makan khusus dan mencucinya secara terpisah. Dengan begitu, ODP dan PDP telah meminimalisasi risiko penyebaran COVID-19.

Bicara mengenai tinggal bersama dengan ODP atau pun PDP COVID-19, siang ini Sahabat Liputan6.com bisa menyaksikan testimoni keluarga dari pasien positif COVID-19 yang telah meninggal dunia. Dalam tayangan Livestreaming melalui Facebook Liputan6.com pukul 15.00 WIB, narasumber kami akan berbagi pengalamannya hidup bersama sang kakak yang kemudian diketahui positif Corona COVID-19. Klik di sini.