Sukses

Bahayakah Tidur dengan Kondisi Rambut Basah?

Liputan6.com, Jakarta Saat mandi sebelum tidur, mungkin Anda akan bertanya apakah tidur dengan rambut basah akan menimbulkan penyakit?

Ada rumor yang mengatakan bahwa hal itu dapat membuat sakit atau bisa merusak rambut dan kulit. 

Dilansir dari Time pada Selasa (28/1/2020), profesor kedokteran Divisi Penyakit Menular di Vanderbilt University Medical Center, Dr. William Schaffner mengatakan, "Pernyataan itu tampaknya sesuai dengan cerita lama bahwa mandi dan membasahkan rambut sebelum tidur dapat membuatmu kedinginan dan basah akan menyebabkan kamu terserang flu.".

Sementara itu, Schaffner juga mengatakan bahwa sebenarnya itu sudah lama dibantah. Memang benar itu dapat menyebabkanmu lebih mungkin terserang flu biasa. Namun, ini juga ada hubungannya dengan cara bagaimana virus pernapasan berkembang biak dan menyebar.

"Kamu tidak bisa masuk angin karena kedinginan," kata Schaffner.

Tidur dengan kondisi rambut basah dikatakan juga dapat bersarangnya bakteri di bantal. Namun, Schaffner mengatakan bahwa bakteri dan virus penyebab penyakit tidak muncul secara spontan.

"Jadi, kamu tidak akan sakit hanya karena bantal yang sedikit lembab di malam hari," ucap dokter divisi penyakit menular itu.

Meskipun begitu, ada kemungkinan munculnya pengecualian. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bantal , terutama yang terbuat dari bahan sintetis dapat menampung jamur yang memicu asma dan alergi.

Menurut ahli alergi dan juru bicara untuk American Lung Association, Dr. Payel Gupta, mikroorganisme ini cenderung bekerja dengan baik di lingkungan yang lembab dan demikian pula tungau serta debu.

"Tidak ada bukti bahwa orang-orang yang tidur dengan rambut basah mengalami lebih banyak alergi atau gejala asma. Jadi, kekhawatiran tentang itu adalah teoritis," kata Gupta.

2 dari 3 halaman

Lakukan hal ini jika muncul penyakit

Dikatakan juga olehnya bahwa jika kamu bangun dengan hidung tersumbat, mata gatal atau berair, masalah pernapasan atau gejala alergi lainnya, sebaiknya segera mencucui sarung bantal dan sprei dalam air panas.

Lakukan hal itu setidaknya seminggu sekali untuk mengurangi paparan terhadap potensi iritasi.

Penjelasan lain datang dari profesor dermatologi di Parelman School Medicine University of Pennsylvania, Dr. George Cotsarelis yang mengatakan bahwa umumnya tidak baik jika rambut basah ketika tidur.

"Dari waktu ke waktu, air dapat menurunkan lapisan luar pelindung folikel rambut (kutikula). Jika kutikula rusak, air dapat menembusnya dan menghancurkan korteks dalam folikel," ucap George.

Apabila kamu tidur dengan posisi miring atau posisi dimana kamu menjepit rambut basah diantara bantal dan kulit wajah, air akan menguap dan bisa menyebabkan kekeringan di wajah atau kulit kepala.

Meskipun begitu, ada juga orang yang tidur dalam keadaan rambut basah dan tampaknya tidak muncul masalah pada dirinya. Dari beberapa risiko di atas, lebih baik tidak membasahkan rambut ketika hendak tidur.

 

Penulis: Vina Muthi A.

3 dari 3 halaman

Simak video menarik berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Kurang Tidur Ternyata Bisa Ganggu Kehidupan Sosialmu, Ini Alasannya
Artikel Selanjutnya
Efek Tidak Tidur Selama 36 Jam, Wajah Kusam dan Daya Ingat Buruk