Sukses

Gejala Kanker Serviks, Kenali Sejak Dini Penyebabnya Sebelum Terlambat

Liputan6.com, Jakarta Kanker serviks merupakan jenis kanker berbahaya yang mengintai para wanita. Penyakit yang menyerang sistem reproduksi wanita ini telah menyebabkan banyak kasus kematian.

Menurut WHO, kanker serviks merupakan jenis kanker nomor empat yang paling sering menyerang wanita. Pengamatan WHO juga menghasilkan kesimpulan bahwa angka kejadian kanker serviks lebih besar di negara-negara berkembang daripada di negara-negara maju. Hal ini juga yang membuat kanker serviks momok bagi para wanita Indonesia.

Kementerian Kesehatan mencatat kanker serviks menempati peringkat kedua untuk jenis kanker yang paling banyak ditemui setelah kanker payudara. Setiap tahunnya, ada sekitar 40.000 kasus baru kanker serviks yang terdeteksi pada perempuan Indonesia.

Tingginya tingkat kematian pada pengidap kanker serviks diduga karena keterlambatan diagnosis. Banyak pengidap kanker serviks yang sulit mendeteksi gejala kanker serviks itu sendiri.

Nah, seperti apa gejala kanker serviks sebenarnya? Simak ulasan mengenai penyebab, gejala kanker serviks dan penanganannya yang berhasil Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (15/3/2019).

2 dari 5 halaman

Penyebab Kanker Serviks

Kanker serviks dipicu oleh pertumbuhan sel tak terkendali (kanker) yang terjadi pada leher rahim atau serviks. Sel kanker yang muncul kemudian menyerang jaringan di sekitarnya. Sel kanker dapat melepaskan diri dari lokasi awal dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Proses ini disebut sebagai metastasis.

Leher rahim merupakan bagian dari saluran reproduksi wanita yang menghubungkan vagina dengan rahim atau uterus. Hampir semua kasus penyebab kanker serviks adalah human papillomavirus (HPV). HPV merupakan sekumpulan virus yang menginfeksi manusia pada sel epitel kulit dan membran mukosa yang salah satunya ada di daerah kelamin.

Hingga saat ini hampir seratus tipe HPV berhasil diidentifikasi. Sebagian besar jenis HPV tidak berbahaya. Namun, ada beberapa jenis HPV yang diketahui dapat mengganggu fungsi normal sel-sel leher rahim sehingga memicu kanker. Virus ini adalah HPV 16 dan 18.

Di dalam tubuh wanita, virus ini menghasilkan dua jenis protein, yaitu E6 dan E7. Keduanya bisa menonaktifkan gen-gen tertentu dalam tubuh wanita yang berperan dalam menghentikan perkembangan tumor.

Virus HPV sangat umum ditularkan melalui hubungan seksual dengan adanya kontak langsung antara kelamin yang disertai pertukaran cairan tubuh.

Virus HPV penyebab kanker serviks sendiri terbagi ke dalam dua tipe, yaitu tipe high risk dan low risk. Virus HPV tipe low risk biasanya berisiko kecil menjadi penyebab kanker serviks dan dapat dilawan dengan antibodi tubuh. Sementara, virus dengan high risk lah yang harus diwaspadai.

Infeksi HPV sendiri belum ada obatnya. HPV bisa menetap di dalam tubuh dengan atau tanpa penanganan. Untuk wanita pada umumnya dianjurkan untuk mendapat vaksinasi HPV sebagai langkah pencegahan tertularnya jenis virus ini.

Diagnosis kanker serviks dapat dilakukan melalui serangkaian proses pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter. Pemeriksaan ini umumnya dapat berupa pap smear, prosedur kolposkopi, biopsi kerucut, tes darah, pemeriksaan organ panggul, CT scan, MRI scan, PET seca, serta X ray dada.

3 dari 5 halaman

Stadium Kanker Serviks

Setelah dokter melakukan serangkaian pemeriksaan dan menemukan sel kanker pada serviks wanita, dokter akan menetukan stadium kanker yang diderita pengidapnya sesuai dengan tingkat keparahannya. Stadium tersebut meliputi:

Stadium 0

Stadium prakanker. Tidak ada sel kanker dalam serviks, tapi ada perubahan biologis yang berpotensi memicu kanker di kemudian hari. Tahap ini disebut sebagai cervical intraepithelial neoplasia (CIN) atau carcinoma in situ (CIS).

Stadium 1

Kanker masih berada di dalam serviks dan belum ada penyebaran.

Stadium 2

Kanker sudah menyebar ke luar serviks dan di jaringan sekitarnya. Tapi belum mencapai dinding panggul atau bagian bawah vagina.

Stadium 3

Kanker sudah menyebar ke bagian bawah vagina dan atau dinding panggul.

Stadium 4

Kanker sudah menyebar ke usus, kandung kemih, atau organ lain, seperti paru-paru.

4 dari 5 halaman

Gejala Kanker Serviks

Pada tahap awal gejala kanker serviks sulit untuk dikenali. Bahkan pada kasus tertentu gejala kanker serviks awal tidak timbul sama sekali hingga memasuki stadium lanjut.

Gejala kanker serviks yang paling umum adalah flek atau pendarahan yang tidak normal pada organ reproduksi seperti menstruasi diluar siklus atau pendarahan usai berhubungan seks.

Selain pendarahan gejala yang mungkin muncul adalah terdapat cairan yang keluar dari vagina dengan aroma dan warna tidak wajar. Rasa sakit atau tidak nyaman saat berhubungan seks juga dapat menjadi gejala kanker serviks awal.

Segera lakukan konsultasi pada dokter jika menemukan gejala ini untuk memastikan kebenaran akan kanker serviks.

Bila kanker serviks sudah memasuki stadium lanjut atau stadium 4, sel kanker akan menyebar keluar rahim menuju organ penting lainnya. Pada tahap ini muncul gejala kanker serviks yang cukup signifikan seperti:

· Sembelit

· Urine bercampur darah

· Terjadi pembengkakan pada salah satu kaki

· Nyeri pada tulang

· Hilang nafsu makan

· Rasa nyeri pada perut bagian bawah dan panggul

· Kelelahan

· Rasa nyeri pada punggung atau pinggang yang disebabkan oleh pembengkakan ginjal (hidronefrosis).

5 dari 5 halaman

Penanganan Kanker Serviks

Penanganan terhadap kanker serviks dapat meliputi bedah, kemoterapi, radioterapi, atau kombinasi ketiganya. Metode yang dipilih tergantung kepada beberapa faktor, yaitu stadium kanker, jenis kanker, serta kondisi kesehatan pasien. Biasanya, ada tiga pilihan penanganan utama untuk kanker serviks, yakni operasi, radioterapi dan kemoterapi.

Loading
Artikel Selanjutnya
Penyakit Kanker Serviks, Penyebab dan Cara Mencegahnya Sejak Dini
Artikel Selanjutnya
Pasien Lebih Banyak Datang dengan Kanker Serviks Stadium Lanjut