Sukses

Musim DBD, 6 Makanan Ini Bantu Tingkatkan Jumlah Trombosit

Liputan6.com, Jakarta Trombosit adalah komponen penting dari darah Anda. Sel-sel kecil berbentuk pelat, lengket, dan tidak berwarna ini membantu membekukan darah. Trombosit juga dapat mencegah seseorang kehilangan darah yang berlebihan ketika terluka.

Struktur aktif dari trombosit mudah pecah apabila sudah berada di luar pembuluh darah atau terkena benda keras. Kadang-kadang, jumlah trombosit darah dapat menurun karena penyakit virus, kanker, atau kelainan genetik.

Akibat dari kekurangan trombosit antara lain adalah mengalami penyakit tifus, memar, pendarahan di lambung, pendarahan di hidung dan gusi, demam berdarah, anemia aplastik, leukimia, mielofibrosis, dan terutama pendarahan akan sulit berhenti.

Pada musim hujan, penyakit demam berdarah rentan menyerang. Demam berdarah berasal dari gigitan nyamuk yang memiliki virus dengue. Orang yang mengalami DBD atau Demam Berdarah Dengue akan mengalami penurunan trombosit.

Jika Anda memiliki jumlah trombosit yang rendah karena suatu kedaan tertentu, selain membutuhkan perawatan medis, Anda perlu mengonsumsi makanan yang secara alami mampu menstabilkan jumlah trombosit darah. Berikut 6 makanan untuk membantu meningkatkan jumlah trombosit Anda dilansir Liputan6.com dari Stylecrazer, Kamis (21/2/2019).

2 dari 7 halaman

Buah dan Daun Pepaya

Sangat disarankan untuk mengkonsumsi pepaya jika kadar trombosit darah Anda rendah. Selain memakan buah pepaya yang sudah matang, Anda dapat minum ramuan yang terbuat dari daun pepaya. Keduanya sama-sama membantu tubuh dalam meningkatkan jumlah trombosit darah.

Menurut para peneliti di Institut Sains dan Teknologi Asia di Malaysia, ekstrak daun pepaya sangat efektif dalam meningkatkan jumlah trombosit pada pasien yang menderita demam berdarah.

Rebus daun pepaya dengan air dalam panci. Saring dan minum ekstraknya dua kali sehari. Anda dapat mencoba mengonsumsi ekstrak daun dan buah pepaya untuk meningkatkan jumlah trombosit darah dengan cepat.

3 dari 7 halaman

Rumput Gandum

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Universal Pharmacy and Life Sciences edisi 2011, wheatgrass atau rumput gandum bermanfaat dalam meningkatkan jumlah trombosit. Para peneliti menemukan bahwa rumput gandum membantu meningkatkan sel darah merah, hemoglobin, dan jumlah sel darah putih diferensial.

Hal ini karena wheatgrass atau rumput gandum kaya akan klorofil dan memiliki struktur molekul yang hampir mirip dengan hemoglobin.

Minum setengah cangkir jus rumput gandum yang dicampur dengan beberapa tetes jus lemon setiap hari untuk membantu meningkatkan jumlah trombosit.

4 dari 7 halaman

Delima

Biji delima merah dipenuhi dengan nutrisi yang memiliki sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan meningkatkan imunitas. Penelitian ilmiah mengonfirmasi bahwa delima dapat membantu meningkatkan jumlah trombosit, sehingga mencegah risiko penyakit.

Buat jus delima segar dan minumlah. Atau tambahkan buah delima ke salad, atau smoothie setiap pagi.

5 dari 7 halaman

Labu Kuning

Labu kaya akan vitamin A, membantu mendukung pengembangan trombosit, dan mengatur protein yang diproduksi oleh sel-sel tubuh. Pengaturan sel protein sangat penting untuk meningkatkan jumlah trombosit dalam darah.

Siapkan setengah gelas jus labu segar dan tambahkan satu sendok teh madu ke dalamnya. Minumlah ramuan ini dua atau tiga kali sehari untuk mendapatkan manfaat maksimal.

Anda juga bisa menambahkan labu ke dalam makanan yang dipanggang, smoothie, semur, sup, dan atau dimakan langsung.

6 dari 7 halaman

Minyak Ikan

Pusat Kesehatan Regional Thunder Bay, Kanada merekomendasikan makanan tinggi protein untuk meningkatkan jumlah trombosit. Daging dan ikan tanpa lemak diketahui dapat meningkatkan jumlah trombosit, tetapi tidak ada bukti ilmiah yang signifikan untuk membuktikan hal ini.

Namun, para peneliti telah menemukan bahwa minyak ikan memiliki potensi untuk meningkatkan jumlah dan aktivitas trombosit dan mencegah berbagai penyakit yang berhubungan dengan jumlah trombosit yang rendah.

Minyak hati ikan kaya akan vitamin D. Vitamin D berkontribusi pada tulang, otot, saraf, dan sistem kekebalan tubuh. Vitamin D memiliki peran penting dalam menghasilkan trombosit dan sel darah lainnya. Orang dewasa yang berusia sekitar 19 tahun hingga 70 tahun membutuhkan 15 mcg vitamin D setiap harinya.

Tingkatkan konsumsi protein tanpa lemak Anda. Konsumsilah ikan, dada ayam,daging. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk mengetahui suplemen minyak ikan terbaik dan dosis yang pas untuk Anda.

7 dari 7 halaman

Sayuran Hijau

Sayuran hijau seperti bayam, kangkung, dan sawi, kaya akan vitamin K. Anda perlu mengkonsumsinya ketika jumlah trombosit Anda mencapai titik terendah.

Selama sakit atau cedera, tubuh mengaktifkan protein untuk merangsang pembentukan gumpalan darah dan menghentikan pendarahan. Protein ini bergantung pada vitamin K untuk aktivasi, yang tanpanya pembekuan darah tidak mungkin terjadi.

Itulah sebabnya ketika trombosit darah rendah, Anda harus meningkatkan konsumsi sayuran hijau. Terutama kangkung karena mengandung vitamin K dalam jumlah tinggi. 1 cangkir kangkung cincang mengandung 547 mikrogram vitamin K.

Tambahkan sayuran hijau ke salad, atau jadikan jus dan smoothie. Anda juga bisa mengonsumsinya dengan cara direbus.

Wanita Ini Punya Tanda Lahir di Sekujur Tubuh
Loading
Artikel Selanjutnya
Jangan Sering Unggah Foto Anak di Media Sosial, Ini Dampaknya
Artikel Selanjutnya
8 Foto Editan Artis Ternama Lagi Jualan Ini Gokil Abis