Sukses

6 Fungsi Protein Bagi Tubuh dan Gejala Saat Kekurangan Protein Melanda

Liputan6.com, Jakarta Seperti air, protein adalah zat yang paling melimpah dan terdapat di setiap sel dalam tubuh kita. Tubuh kita memproduksi protein dalam bentuk yang beraneka ragam dengan memanfaatkan sumber-sumber makanan yang mengandung protein ketika kita mengonsumsinya.

Fungsi protein sendiri hampir berhubungan dengan segala aktivitas yang kita lakukan sehari-hari. Bagaimana tidak, protein menjadi bagian dari struktur tubuh dan perannya sangat penting, seperti membuat kita bisa bergerak dengan leluasa, mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh, membekukan darah saat kita terluka, melawan infeksi, mengangkut zat masuk dan keluar dari sel, mengendalikan reaksi kimia, dan membawa pesan dari satu bagian tubuh ke tubuh lainnya. 

Molekul protein sendiri terbuat dari rantai asam amino. Prosesnya kira-kira seperti ini, tubuh kita mencerna protein yang kita dapat dari makanan, mengubahnya menjadi asam amino yang kemudian diserap ke dalam aliran darah. Sel kita kemudian menggunakan asam amino ini untuk menghasilkan protein spesifik yang kita butuhkan sesuai fungsinya masing-masing.

Sumber protein yang terdapat dalam makanan, meliputi daging termasuk daging unggas, ikan, produk susu, telur, kacang polong atau kacang lentil. Sebagian besar ahli gizi menganjurkan agar kita makan daging tanpa lemak dan susu rendah lemak. 

Nah, penasaran apa fungsi protein bagi tubuh? Berikut fungsi protein bagi tubuh yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (20/11/2018).

2 dari 8 halaman

1. Perbaikan dan Perawatan

Fungsi protein disebut sebagai pondasi suatu bangunan yang bernama tubuh manusia. Fungsi protein sangat vital dalam pemeliharaan jaringan tubuh, termasuk pengembangan dan perbaikan. Mulai dari rambut, kulit, mata, otot dan organ semuanya terbuat dari protein. 

Inilah sebabnya mengapa anak-anak membutuhkan lebih banyak protein dibandingkan orang dewasa. Karena anak-anak masih dalam masa pertumbuhan maka kehadiran protein yang cukup dalam tubuh mereka menjadi sangat dibutuhkan, agar pertumbuhan berjalan dengan baik. Begitu pula pada wanita hamil, mereka perlu meningkatkan asupan protein untuk membantu tumbuh kembang si jabang bayi serta menjaga kesehatan sang ibu.

3 dari 8 halaman

2. Sebagai Sumber Energi.

Energi adalah komponen utama yang dibutuhkan agar manusia dapat terus bergerak dan beraktivitas menjalankan kewajibannya sehari-hari. Fungsi protein yang utama adalah sebagai sumber energi, sama seperti karbohidrat dan lemak.

Dalam hal kelebihan asupan, protein mirip dengan karbohidrat. Jika kamu mengonsumsi lebih banyak protein daripada yang dibutuhkan tubuh untuk perawatan jaringan dan fungsi penting lainnya, maka tubuh akan mengalihkan kelebihan protein itu dalam bentuk lemak dan akan menjadi sumber energi cadangan untuk tubuh.

4 dari 8 halaman

3. Pembentukan Hormon

Fungsi protein selanjutnya yaitu terlibat dalam pembentukan beberapa jenis hormon. Zat ini membantu tubuh mengendalikan fungsi-fungsi tubuh yang melibatkan interaksi beberapa organ. Insulin, yang merupakan bentuk lain dari protein, adalah contoh hormon yang mengatur gula darah. Dalam prosesnya insulin akan melibatkan interaksi antara organ pankreas dan hati.

Secretin, adalah contoh lain dari hormon yang terbentuk dari protein. Zat ini membantu proses pencernaan dengan merangsang pankreas dan usus untuk menciptakan cairan yang diperlukan selama proses pencernaan berlangsung. 

Beberapa contoh lain hormon yang merupakan molekul protein yaitu erythropoietin dan HCG. Erythropoietin, adalah hormon protein yang dibuat oleh ginjal untuk merangsang produksi sel darah merah di sumsum tulang. Sedangkan HCG (Human Chorionic Gonadotropin) merupakan hormon yang diproduksi oleh embrio dan plasenta selama masa awal kehamilan.

Fungsi HCG untuk mempertahankan kadar estrogen dan progesteron pada wanita yang sedang dalam masa kehamilan. Ketika tes kehamilan dilakukan, akan diperiksa apakah terdapat HCG dalam urin atau darah yang dites. Jika HCG terlihat maka wanita tersebut dipastikan hamil, karena tanpa embrio atau plasenta hormon ini tidak dapat dibentuk.

5 dari 8 halaman

4. Pembentukan Enzim.

Fungsi protein selanjutnya adalah dalam proses pembentukan enzim. Enzim merupakan protein yang dapat meningkatkan laju reaksi kimia dalam tubuh. Faktanya, sebagian besar reaksi kimia dalam tubuh kita tidak akan berjalan lancar tanpa enzim. Misalnya pada enzim pencernaan, enzim ini memecah makanan yang kita makan, menghasilkan partikel kecil yang dapat diserap melalui lapisan usus halus. Partikel tadi memasuki aliran darah, yang kemudian diangkut ke seluruh tubuh dan sel-sel kita. Sel kemudian menggunakan partikel makanan yang dicerna tadi sebagai nutrisi.

6 dari 8 halaman

5. Sebagai Alat Transportasi dan Penyimpanan Molekul Tubuh.

Fungsi protein adalah elemen utama dalam pengangkutan molekul tertentu. Misalnya, hemoglobin yang merupakan protein pengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Hemoglobin mengambil oksigen dari paru-paru, kemudian saat sel darah merah bergerak mengelilingi tubuh, hemoglobin melepaskan oksigen ke sel jaringan tubuh.

Fungsi protein juga untuk menyimpan molekul tertentu, Ferritin misalnya. Ferritin merupakan protein yang dikombinasikan dengan zat besi, zat di simpan di hati (liver) yang fungsinya sebagai buffer jika tubuh mengalami kekurangan atau kelebihan zat besi.

7 dari 8 halaman

6. Sebagai Pembentuk Antibodi.

Antibodi dibentuk oleh protein untuk membantu mencegah serangan penyakit dan infeksi pada tubuh. Fungsi protein ini mengidentifikasi dan membantu menghancurkan antigen seperti bakteri dan virus. Antibodi sering kali bekerjasama dengan sel sistem kekebalan lainnya. Sebagai contoh, antibodi akan mengidentifikasi dan kemudian mengelilingi antigen agar tetap terkurung sampai dapat dihancurkan oleh sel darah putih.

8 dari 8 halaman

Gejala dan Tanda Kekurangan Protein

1. Otot Kecil dan Lemah.

Kelemahan otot atau nyeri sendi mendadak bisa menjadi pertanda bahwa makanan yang kamu konsumsi mengandung protein yang kurang. Fungsi protein adalah bahan bakar untuk menambah massa otot, jadi otot akan kesulitan saat tubuh kekurangan protein.

Hal ini bisa menjadi perhatian terutama bagi pria seiring bertambahnya usia. Karena pria lebih beresiko mengalami kehilangan massa otot akibat penuaan, dan otot-otot tersebut mungkin akan kehilangan lebih banyak lagi jika tidak cukup mengonsumsi protein sehari-hari. 

2. Rambut Rusak.

Rambut rusak juga bisa jadi tanda kekurangan protein. Rambut sebagian besar terdiri dari protein yang dikenal sebagai keratin, dan molekul ini penting untuk kesehatan rambut. Fungsi protein adalah pondasi dari semua sel tubuh- termasuk folikel rambut. Sebenarnya, setiap helai rambut memerlukan asupan protein yang cukup agar bisa tumbuh dengan baik. 

3. Sering Mengidam Makanan.

Tanda lain ketika tubuh kekurangan protein adalah sering mengidam makanan. Mengidam permen sangat umum terjadi pada orang-orang yang kekurangan protein. Mengidam atau keinginan yang menggebu-gebu ini akan terjadi lebih sering, dan bahkan setelah makan sesuatu yang manis, dan Anda tidak akan pernah merasa puas. Hal ini terjadi karena kekurangan asupan protein dan terlalu berlebihan mengonsumsi karbohidrat atau gula. 

4. Retensi Cairan.

Edema (pembengkakan) akibat kelebihan cairan, terutama di bagian bawah tubuh, merupakan salah satu tanda kekurangan protein. Fungsi protein berperan penting dalam menjaga cairan agar tidak berlebihan dalam jaringan, terutama di kaki dan pergelangan kaki. Sistem kerjanya yaitu dengan menahan garam dan air di pembuluh darah. 

5. Imunitas Menurun.

Tingkat protein yang rendah dalam makanan mungkin membuat kamu lebih rentan terserang penyakit. Fungsi protein membantu menjaga agar sistem kekebalan tubuh tetap berfungsi dengan baik, karena sel imun sebagian besar terbuat dari protein. 

Fungsi protein membentuk sel darah putih, antibodi, protein darah dan berbagai molekul imun, termasuk interleukin dan sitokin. Semua molekul tersebut bekerja sama untuk menyerang penyerbu asing, baik secara biologis maupun kimia.

6. Kuku Rapuh dan Mudah Patah.

Kuku lemah dan rapuh, serta bercak putih di kuku, adalah beberapa tanda awal bahwa tubuh kekurangan protein. Kuku terdiri dari lapisan laminasi protein yang disebut keratin. Jadi, untuk memiliki kuku yang kuat dan sehat, asupan protein yang tepat adalah suatu keharusan. 

7. Kabut Otak.

Kabut otak atau ‘brain fog’ merupakan kondisi ketika fungsi otak sedikit terganggu, di mana orang yang mengalaminya akan merasa lelah, moody dan sulit konsentrasi. Kondisi ini terkait dengan kadar gula darah yang berfluktuasi dan kekurangan protein. 

Fungsi protein berperan penting pada fungsi neurologis yang sehat. Kenyataannya, kabut otak, konsentrasi yang buruk, kurangnya motivasi dan kesulitan belajar dapat mengindikasikan bahwa tubuh kekurangan protein.

8. Sulit Tidur.

Sulit tidur merupakan salah satu tanda kekurangan protein. Otak mengendalikan semua hormon yang diperlukan untuk tidur nyenyak. Bila tubuh kekurangan protein yang diperlukan untuk menjaga kesehatan otak, maka hal itu dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang pada akhirnya akan mempengaruhi tidurmu. 

9. Siklus Menstruasi Tidak Teratur.

Diet yang tepat dan seimbang memainkan peran penting dalam menjaga siklus menstruasi yang sehat. Setiap jenis kekurangan gizi, termasuk kekurangan protein, dapat menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur. 

Selain itu, diet rendah protein, gula dan karbohidrat tinggi dapat menyebabkan peradangan berlebih, kelelahan, dan berat badan bertambah. Semua faktor ini dapat menyebabkan terganggunya keseimbangan hormon-hormon dalam tubuh  seperti dehydroepiandrosterone (DHEA), estrogen dan progesteron.

10. Perubahan Mood.

Kurangnya protein dalam tubuh bisa menyebabkan kamu jadi lebih moody. Pasalnya, asam amino yang ada dalam makanan tinggi protein sangat diperlukan supaya hormon bisa tetap seimbang secara alami. Hal ini akan berpengaruh terhadap pengendalian mood sekaligus sebagai cara alami untuk menghindari kecemasan.

Jika sampai kekurangan asam amino, maka tubuh akan mengalami kelemahan, muram dan meningkatnya depresi serta kecemasan. Fungsi protein juga akan membuat glukosa dalam darah menjadi lebih stabil, sehingga mencegah perubahan mood yang ekstrem dan menghindari mudah tersinggung yang bisa terjadi saat gula darah berfluktasi.