Sukses

Bercinta di Klub Malam, Pria Ini Terserang Bakteri Mematikan

Liputan6.com, Jakarta Sebuah klub malam di Berlin, Jerman diserang bakteri meningitis. Dilaporkan, tamu yang mengunjungi klub ini sering melakukan hubungan seks di lantai dansa.

Melansir New York Post pada Senin (8/10/2018), seorang pengunjung pria dari klub bernama KitKatClub itu dilarikan ke rumah sakit setelah dia dicurigai tertular bakteri meningitis. Kejadian ini dilaporkan oleh The Mirror.

Pihak berwenang setempat segera mengeluarkan peringatan di seluruh kota. Mereka meminta para tamu yang baru-baru ini mengunjungi tempat tersebut untuk segera mendapatkan perawatan medis.

Dalam akun Facebooknya, pemilik KitKatClub menuliskan: "Sementara infeksi di klub sangat tidak mungkin menurut dokter dan otoritas... siapa pun yang menderita gejala harus segera menemui dokter."

Selain itu, mereka juga mengatakan bahwa pria itu berada dalam kondisi serius. Dilaporkan bahwa pengunjung tersebut tidak bisa mengingat apa yang terjadi di klub.

"Untuk alasan ini, Departemen Kesehatan memutuskan untuk mengeluarkan siaran pers. Idenya adalah untuk menginformasikan sebanyak mungkin orang yang juga mengunjungi klub Sabtu lalu," kata mereka.

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

2 dari 2 halaman

Tamu Didorong untuk Berhubungan Seks

Meningitis adalah infeksi yang dapat disebarkan oleh air liur dan cairan tubuh. Setelah tertular, bakteri tersebut dapat menyebabkan peradangan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang.

Jika tidak tertangani, akibatnya fatal dan terjadi hanya dalam beberapa jam saja.

Penyiar Deutsche Welle melaporkan, pria itu berada di pesta bertemakan "CarneBall Bizarre". Dalam acara tersebut, para tamu menggunakan peralatan BDSM dan fetish.

Klub malam tersebut dibukan pada tahun 1994 oleh pembuat film porno Simon Thaur. The Mirror melaporkan, para tamu didorong untuk melakukan hubungan seksual di tempat tersebut.

Walaupun begitu, para pejabat setempat tidak menutup klub karena dianggap tidak terkontaminasi. Menurut pihak pengelola, bangunan tersebut bebas dari gejala-gejala penyakit dan karyawan telah ditawarkan terapi antibiotik sebagai tindakan pencegahan.

Saksikan juga video menarik berikut ini: