Liputan6.com, Jakarta - Peningkatan kasus meningitis di Kent, Inggris terjadi usai pesta mahasiswa di sebuah kelab malam kawasan Canterbury.
Pada 17 Maret, Menteri Kesehatan Inggris Wes Streeting mengungkapkan bahwa sebagian besar kasus meningitis terjadi pada mahasiswa yang datang ke klub malam terbesar di Kent itu. Penyakit ini khususnya memengarhui mereka yang menghabiskan malam di sana pada 5, 6, dan 7 Maret 2026 seperti mengutip Mirror, Kamis, (19/3/2026).
Beberapa hari sebelumnya, pihak klub malam Club Chemistry, merayakan 39 tahun berdirinya tempat hiburan malam itu. Ini adalah pesta ulang tahun spesial untuk merayakan kiprah mereka dalam menyediakan hiburan malam selama hampir empat dekade.
Advertisement
Terkait kasus ini, ahli epidemiologi Griffith University Australia, dr. Dicky Budiman, Ph.D., menyampaikan kepada Health Liputan6.com bahwa meningitis kerap menular di tempat berisiko tinggi seperti klub malam.
“Kasus meningitis di Inggris ini memiliki pola epidemiologi klaster, berbasis lokasi dan event, ini terkait super spreader event. Jadi ada acara di kelab malam yang akhirnya terjadi sumber penularan. Kasusnya populasi mahasiswa dan mode transmisinya droplet,” kata Dicky kepada Health Liputan6.com saat dihubungi pada Kamis (19/3/2026).
Ancaman di Balik Gegap Gempita Kelab Malam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5455103/original/042739000_1766631080-dicky_budi_natal.png)
Di klub malam, penularan meningitis sangat mungkin terjadi lantaran kelab umumnya merupakan ruangan tertutup (indoor) dengan kerumunan yang padat di dalamnya.
“Transmisinya droplet (butiran air liur), ketika bicara, bernyanyi, kontak erat dengan orang, berciuman, berbagi minuman dan vape (rokok elektronik),” kata Dicky.
Risiko ini menjadi lebih tinggi ketika mahasiswa tinggal di lingkungan asrama bersama mahasiswa lainnya.
“Umumnya mahasiswa sarjana tinggal di asrama dan umumnya hampir tiap malam pesta dan padat. Mereka banyak bercengkrama, aktivitas sosialnya banyak sekali sampai malam. Ini yang tipikal dari sisi epidemiologi menjadi wabah meningokokus yang berbasis komunitas tertentu,” jelasnya.
Advertisement
Dua Orang Meninggal
Sebelumnya, kasus meningitis di Kent, Inggris menyebabkan dua kematian dan 18 orang lainnya terkonfirmasi positif dan suspek. Kasus seperti ini diklaim belum pernah terjadi sebelumnya.
Sebagai tindakan pencegahan, lebih dari 2.500 dosis antibiotik telah diberikan kepada mereka yang mungkin telah terpapar, dan 5.000 mahasiswa di Universitas Kent ditawari vaksin Meningitis B.
Menteri Kesehatan Inggris, Wes Streeting mengatakan kepada BBC bahwa pejabat kesehatan sedang "secara proaktif menangani" situasi ini, dan mengatakan risiko umum bagi populasi luas cukup rendah.
Meningitis adalah infeksi pada selaput pelindung yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, tetapi paling umum terjadi pada bayi, anak kecil, remaja, dan dewasa muda. Penyakit ini bisa sangat serius jika tidak segera diobati.
Penyebab infeksi - baik bakteri atau virus tertentu - dapat ditentukan melalui tes. Meningitis bakteri lebih jarang terjadi tetapi dampaknya lebih serius daripada meningitis virus. Meningitis bakteri dapat menyebabkan keracunan darah atau sepsis, dan dapat menyerang otak.
Infeksi akut dan parah ini dikenal sebagai meningitis invasif. Artinya, infeksi telah menyerang aliran darah atau lapisan otak.
Meningitis B, atau MenB, adalah strain penyebab sebagian besar kasus penyakit meningokokus di Inggris, termasuk kematian terbaru di Kent.
Pada 2024-2025 terdapat 378 kasus penyakit meningokokus invasif, menurut data resmi. Meskipun wabah meningitis saat ini telah dinyatakan sebagai insiden nasional, bukan berarti infeksi tersebut menyebar di luar Kent. Reaksi seperti ini merupakan keputusan operasional yang memungkinkan otoritas kesehatan untuk mendatangkan staf dan antibiotik dari seluruh negeri.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493673/original/005478800_1770263148-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-05T103223.078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5449906/original/063102600_1766118428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-19T112523.408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1908458/original/066821200_1766619000-WhatsApp_Image_2025-12-25_at_06.29.31.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534823/original/008161400_1773894624-meningitis_kelab_malam.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263357/original/030094600_1781903941-063_2282397170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4804081/original/050119100_1713338584-20240417-Vaksin_Meningitis_untuk_Jamaah_Haji-HER_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534762/original/006958100_1773889618-meningitis__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3318053/original/089891900_1607399330-grave-2036220_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534702/original/094485400_1773886652-meningitis.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5362634/original/059308200_1758871354-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5517728/original/058219800_1772438128-ruam_campak_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5174665/original/013264800_1742958063-ffda6f17-6837-4dee-bb43-654572585f09.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4405935/original/077191100_1682414324-young-adult-sleeping-while-reading.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528151/original/042611600_1773243876-ban6.jpg)