Sukses

Pertama Kalinya, Indonesia Canangkan ASEAN Car Free Day

 

Liputan6.com, Jakarta Hari Minggu pertama di Bulan Agustus tahun ini dua momentum besar tercipta. Untuk pertama kalinya dalam sejarah ASEAN, Indonesia mendapat kepercayaan sebagai lead country untuk mencanangkan ASEAN Car Free Day di Ruang Heritage Kemenko PMK, Jakarta, Minggu pagi (5/8).

Pencanangan ASEAN Car Free Day oleh Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek; didampingi Secretary General of ASEAN, Dato Lim Jock Hoi, dan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK, Sigit Priohutomo, dilakukan usai Pemecahan Rekor Dunia Tari Poco-poco Terbesar yang melibatkan lebih dari 65.000 orang di sepanjang jalan protokol di Jakarta.

“Pertama kalinya dalam sejarah ASEAN, kita canangkan hari bebas kendaraan bermotor di ASEAN. Ini merupakan sebuah kehormatan bagi Indonesia mendapat kepercayaan dari masyarakat ASEAN,” tutur Menkes Nila Farid Moeloek.

Dalam sambutannya, Menkes menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara pertama yang menerapkan car free day (CFD). Melihat sejarahnya, bebas kendaraan bermotor secara resmi dimulai pertama kali di Jakarta pada tahun 2002. Setelah itu, kegiatan serupa dilaksanakan di berbagai daerah lainnya di tanah air.

“Saat pertama kali diterapkan di Indonesia, CFD dilakukan sebulan sekali, lalu ditambah menjadi dua kali dalam sebulan. Antusiasme masyarakat cukup tinggi, dan keberadaan CFD telah berhasil mendorong masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik,” jelas Menkes.

Hal ini sejalan dengan semangat Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Sebagaimana kita ketahui, mempraktekan gaya hidup sehat, seperti olahraga, adalah bagian dari upaya pencegahan penyakit karena menjadikan tubuh kita lebih bugar dan pikiran lebih positif.

“Kita akan mengupayakan agar hal-hal positif ini dapat menjadi budaya yang diadopsi oleh masyarakat kita, masyarakat ASEAN,” tambah Menkes.

Secretary General of ASEAN, Dato Lim Jock Hoi, ancaman penyakit tidak menular (PTM) seperti Diabetes Mellitus dan penyakit jantung koroner menjadi masalah di hampir seluruh negara di ASEAN.

Dikatakan olehnya, para menteri kesehatan negara ASEAN dalam pertemuan dua tahunan ASEAN Health Ministers Meeting (AHMM) pada September 2017 di Brunei Darussalam membahas inisiatif untuk memperkuat komitmen sektor kesehatan ASEAN dalam mempromosikan gaya hidup sehat dan mengatasi ancaman yang utamanya ditimbulkan oleh penyakit tidak menular, seperti diabetes, kanker, penyakit kardiovaskular dan pernapasan, melalui ASEAN Car Free Day.

Prakarsa ini juga merupakan bagian dari pelaksanaan ASEAN Declaration on Culture of Prevention for a Peaceful, Inclusive, Resilient, Healthy and Harmonious Society, yang telah diadopsi oleh para pemimpin negara ASEAN pada Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-31 pada 13 November 2017 di Manila, Filipina.

ASEAN CFD diharapka dapat menjadi sarana untuk menyatukan masyarakat serta berbagai sektor dan pemangku kepentingan, untuk bekerja sama dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat dan yang terkait, termasuk pengendalian polusi, melalui promosi olahraga, keterlibatan pemuda dan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan yang berwawasan kesehatan sangat diperlukan untuk menyehatkan masyarakat.

ASEAN CFD merupakan prakarsa advokasi di tingkat regional oleh Kemenkes RI dengan dukungan dari kementerian kesehatan negara anggota ASEAN lainnya untuk mempromosikan gaya hidup sehat, dengan melakukan aktifitas fisik dan berbagai bentuk kegiatan positif lainnya yang dilakukan oleh masyarakat di area khusus atau jalan yang bebas dari kendaraan bermotor, dalam waktu dan hari tertentu dalam sebulan. Kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk mempromosikan gaya hidup sehat dan mengurangi tingkat polusi udara dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor di jalan, tetapi juga untuk mendorong terciptanya masyarakat yang damai, inklusif, tangguh, sehat, dan harmonis.

“ASEAN CFD menjadi sebuah kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan aktivitas fisik. Mereka bisa berjalan, jogging, bersepeda, dan kegiatan lain yang bermanfaat dalam rangka menurunkan risiko penyakit tidak menular,” ujarnya.

Di masing-masing negara, secara simultan, Brunei Darussalam dan Malaysia bergabung dalam launching ASEAN CFD, dengan melakukan weekly car-free days atau car-free mornings. Negara Anggota ASEAN lainnya juga telah memulai hari bebas kendaraan bermotor, seperti Singapura yang mengadakan acara serupa pada tanggal 27 Juli 2018, sementara negara anggota ASEAN lainnya telah menjadwalkan kegiatan hari bebas kendaraan bermotor dalam beberapa bulan mendatang.

Pada kesempatan yang sama, diperkenalkan logo ASEAN CFD yang akan menjadi logo tetap pada pelaksanaan kegiatan car free day di negara-negara kawasan regional ASEAN. Logo tersebut mewakili tekad ASEAN untuk bekerja sama dalam meningkatkan kualitas udara yang bersih, sekaligus mempromosikan gaya hidup sehat dan membangun budaya masyarakat yang gemar melakukan upaya pencegahan.