Sukses

Seperti Apa Sakit Kepala Gejala Tumor Otak?

Liputan6.com, Jakarta Sakit kepala merupakan salah satu gejala dari tumor otak. Keluhan sakit kepala muncul karena telah terjadi pendesakan massa tumor pada jaringan sekitarnya. Namun, jangan mentang-mentang gejala dari tumor otak adalah sakit kepala, Anda langsung mendiagnosis orang yang mengalami sakit kepala dengan tumor otak.

"Untuk mendiagnosis keluhan kanker (maupun tumor) otak diperlukan bantuan berbagai pemeriksaan penunjang, seperti MRI (Magnetic Resonance Imaging)," kata dr Alvin Nursalim yang dia tulis ke dalam salah satu artikel yang terbit di situs Klik Dokter dikutip Health Liputan6.com, Kamis (5/1/2017).

Salah satu artikel di situs May Field Clinic dan Medicine.net menjelaskan bahwa penyebab dari tumor otak yang kini dapat menyerang siapa saja tidak diketahui pasti. Ilmu Kedokteran sendiri tidak tahu apa yang menyebabkan terjadinya tumor otak dan bagaimana mencegahnya. Sementara itu, orang yang paling berisiko terserang tumor otak adalah orang-orang yang memiliki riwayat kanker; terlalu lama berhadapan dengan pestisida, pelarut industri, dan bahan kimia lainnya; dan penyakit warisan seperti neurofibromatosis.

Berhubung tumor dapat memengaruhi otak dengan menghancurkan jaringan normal, mengompresi jaringan normal atau meningkatkan tekanan intrakranial, gejala dari tumor otak yang terjadi pun bisa bervariasi, tergantung ukuran, jenis, dan keberadaan tumor di dalam otak. Berikut gejala-gejala dari tumor otak

  1. Sakit kepala yang cenderung memburuk di pagi hari
  2. Kejang
  3. Pusing dan sulit berjalan
  4. Sulit menemukan kata-kata yang tepat
  5. Masalah penglihatan dan gerakan mata yang abnormal
  6. Peningkatan tekanan intrakranial yang menyebabkan kantuk, sakit kepala, mual, muntah, dan lambat untuk merespons suatu hal.

Ada baiknya jika Anda mengalami semua gejala di atas, segera mendatangi dokter agar dokter dapat membuat diagnosis yang pasti. Sebab, selain memeriksa kesehatan Anda secara umum, dokter akan melakukan pemeriksaan neurologis untuk memeriksa status mental dan memori, fungsi saraf kranial (penglihatan, pendengaran, penciuman, lidah), kekuatan otot, koordinasi, refleks, dan respons terhadap nyeri. Anda bisa tahu apakah mengarah ke tumor otak atau tidak.

Loading
Artikel Selanjutnya
Waspadai Kilat dan Angin Kencang di Dua Kawasan Jakarta Ini
Artikel Selanjutnya
Wisata Selfie di Jakarta Makin Canggih, Pakai Teknologi Slow Mo hingga Imersif