Sukses

Mengapa Wanita Lebih Emosional?

Liputan6.com, Jakarta - Isak tangis tampaknya menjadi hal yang sangat alami bagi wanita, meski tidak semuanya. Banyak faktor berperan dalam membentuk perilaku seseorang, salah satunya kondisi masa kanak-kanaknya.

Dalam beberapa keluarga, wanita dibesarkan sedemikian rupa. Mereka diharapkan untuk memikirkan orang lain. Mereka juga diminta untuk melakukan banyak pengorbanan. Ini yang membuat mereka emosional dan rentan.

Umumnya, wanita yang dibesarkan untuk lebih fokus pada kemajuan dan keberhasilan diri, cenderung kurang emosional dibandingkan orang lain, dilansir Boldsky, Selasa (12/7/2016).

Hormon dalam beberapa kasus, siklus bulanan bisa bertanggungjawab menjadi emosi. Estrogen bisa menjadi alasan di balik fluktuasi emosional selama haid.

Tekanan sosial juga bisa menjadi salah satu alasan wanita tak stabil emosinya. Tekanan untuk menjadi sempurna sepanjang waktu di semua bidang adalah harapan yang tidak realistis tapi dipaksakan pada perempuan, akibatnya justru membuat ledakan emosi.

Wanita cenderung menggunakan otaknya di berbagai wilayah untuk beroperasi setiap hari, dibandingkan pria. Mungkin itu juga jadi asalan mengapa perempuan cenderung menunjukkan emosinya secara terbuka dibandingkan laki-laki yang kerap menyembunyikan air mata mereka.

Loading
Artikel Selanjutnya
Revitalisasi Kawasan Monas Ditargetkan Rampung pada 2021
Artikel Selanjutnya
3 Kebijakan Ahok Benahi Jakarta, Gusur Lokalisasi hingga Gagas Karya Monumental