Sukses

Mengapa Pusing Ketika Bangun dari Duduk?

Liputan6.com, Jakarta Kepala seperti berputar, atau pandangan berkunang-kunang ketika Anda berdiri bisa menjadi hal yang menakutkan. Namun apakah itu adalah pertanda hal yang lebih serius?

Jika merasakan pusing ketika berdiri dari duduk terkadang bukan hal yang perlu dikhawatirkan, ujar Christopher Gibbons, M.D, seorang rekanan professor neourologi pada Harvard Medical School.

Rasa pusing terjadi akibat penurunan sementara pada tekanan darah. Ketika Anda berdiri secara tiba-tiba, gaya gravitasi menarik darah menuju kaki.

Kompensasinya, sistem syaraf Anda berubah menjadi lebih cepat, meningkatkan detak jantung Anda dan mengencangkan saluran darah untuk mencoba menjaga tekanan darah Anda, ujar Dr. Gibbons.

Jika tubuh Anda mengembalikan tekanan darah menjadi normal cukup cepat, Anda tidak akan merasa pusing, tambah Gibbons.

Namun jika pembuluh darah Anda tetap terlalu mengendur, prosesnya akan menjadi tertunda. Hasilnya, aliran darah rendah ke otak yang akan menyebabkan Anda pusing beberapa detik. 

Anda akan mengalami hal ini jika tekanan darah Anda berjalan rendah secara alami atau jika Anda sedang dalam pengobatan tekanan darah yang mengendurkan pembuluh darah Anda.

Hal lain yang dapat memicu terjadinya hal ini seperti berbaring cukup lama atau sedang dehidrasi.

Itulah mengapa sangat umum untuk merasakan pusing ketika Anda berdiri selagi Anda berolahraga, atau setelah Anda bangun dari tempat tidur ketika Anda sedang sakit flu, ujar Dr. Gibbons, dilansir dari laman Men's Health, Sabtu (9/1/2016).

Umumnya pusing yang dialami hanya bertahan beberapa detik saja. Dan itu sepenuuhnya normal.

Namun jika Anda menyadari semakin lama berdiri semakin pusing, Anda mungkin mempunyai masalah serius.

“Ini bisa menjadi bahwa tekanan Anda turun dan tidak membaik,” ujar Dr. Gibbons.

Penurunan pada tekanan darah sistolik-angka tertinggi pada pembacaan tekanan darah-paling tidak mencapai 20 milimeter mercury setelah berdiri lebih dari 3 menit dianggap sebagai kondisi medis yang diketahui sebagai orthostatic hypotension. Hal ini terutama terjada pada lansia, walapun ada sekitar 5 persen orang dibawah umur 50 juga mengalaminya.

Dan hal ini harus segera diperiksakan. Orang dengan orthostatic hypotension berpotensi secara siginifikan meninggal setelah lebih dari 10 tahun mengidap kondisi medis tersebut dibanding dengan orang yang bukan pengidap kondisi tersebut, yang ditemukan dari studi yang dilakukan oleh Dr. Gibbons baru-baru ini.

Orthostatic hypotension bisa menyeybabkan pingsan dan terjatuh, yang bisa menyebabkan cedera, namun kondisi tersebut juga menandakan bahwa ada seusatu ditubuh Anda yang tidak bekerja dengan baik, ujar Dr. Gibbons.

Kemungkinan hal itu menunjukkan gejala penyakit seperti diabetes atau Parkinson, yang mana keduanya dapat merusak syaraf Anda dan mengganggu regulasi tekanan darah Anda.

Jika memang Anda menyadari Anda menjadi pusing ketika terbangun dari duduk Anda, atau jika pusing tersebut menjadi lebih buruk ketika Anda berdiri lebih lama, buatlah janji temu dengan dokter Anda.