Liputan6.com, Jakarta Bagi Anda yang baru saja patah hati, mungkin hal ini bisa menjadi perhatian. Sebab sebuah penelitian menemukan dampak serius pada orang yang patah hati atau putus cinta.
Seperti diberitakan Newser, Selasa (17/3/2015) kasus kematian akibat patah hati memang jarang terjadi, tapi menurut Profesor Psikologi UC Davis, Karen Bales, kehilangan pasangan bisa menyebabkan detak jantung meningkat, aritmia, kecemasan dan fungsi jantung menurun. Dia sendiri menyebutnya sindrom patah hati.
"Gejala sindrom patah hati sangat rentan karena menyerupai serangan jantung. Beberapa kasus bahkan mengalami sesak napas, angina atau nyeri dada, sirkulasi darah yang buruk, aritmia (irama jantung yang tidak teratur) dan detak jantung yang cepat karena patah hati," katanya.
Sebelumnya, Para peneliti yang telah mempelajari kasus di Johns Hopkins University School of Medicine memperkirakan hanya 1 sampai 2 persen pasiennya mengalami sindrom patah hati dan meninggal di rumah sakit. Studi lainnya di Minneapolis menemukan bahwa patah hati menyebabkan masalah serius kesehatan, termasuk Alzheimer, kanker stadium lanjut, dan pendarahan otak.
Menurut tinjauan studi di American Journal of Medicine, sindrom patah hati menyebabkan guncangan emosional lainnya dapat memicu kecelakaan mobil atau tindakan kriminal. Dalam sindrom patah hati, dokter Mayo Clinic juga sempat terkejut saat melihat elektrokardiogram. Mereka menemukan seperti ada pembekuan jantung namun gejala dapat mereda dalam beberapa hari atau minggu.
Ya, Anda Bisa Meninggal Akibat Putus Cinta
Sebuah penelitian menemukan dampak serius pada orang yang patah hati atau putus cinta.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/830291/original/059266300_1426584553-Xray-broken-heart1.jpg)
Perbesar
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Ketika Antibiotik Tak Lagi Mempan, AI Bikin Virus untuk Bunuh Infeksi Kronis1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
- Abrasi dan Rob Ancam 400 Hektare di Batang, 1.000 Mangrove Ditanam2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
- PHE Bidik Peluang Indonesia Jadi Hub Penyimpanan Karbon Asia3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
- Limbah Dibidik Jadi Sumber Energi Rendah Karbon3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
- Startup Ini Klaim Sembuhkan Infeksi Pakai Virus Buatan AI, Ilmuwan Minta Bukti4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
- Cerita Puluhan Istri Petani di Sorong Ubah Jantung Pisang Jadi Abon5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
- Menyemai Harapan dari Limbah Kelapa Lewat Karya Kreatif Komunitas Disabilitas1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
- Sustainable Fashion Lebih Dari Bahan Organik, Dilema yang Perlu Dipahami1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
- Mengikuti Perjalanan Sampah Organik dari Rumah sampai Jadi Kompos1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
- Konservasi Penyu Lekang di Pantai Biaung Perkuat Perlindungan Ekosistem Pesisir1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
- Taman Kuliner Ramah Lingkungan di Embung Doho Wonogiri, Dukung UMKM Lokal2 minggu yang lalu
- Menag Nasaruddin Ajak Tobat Ekologis, Ingatkan Bahaya Eksploitasi Alam2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5502785/original/075044200_1771042664-alat_pertanian_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383132/original/088044500_1793074246-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__6_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382785/original/072637300_1793009878-cek_fakta_-_bantuan_pupuk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361587/original/019138200_1790739278-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-30T103330.320.jpg)