Liputan6.com, Den Haag - Ratko Mladic, jenderal yang memimpin pasukan kelompok Serbia di Bosnia selama perang Balkan pada 1990-an, meninggal di penjara pada Kamis (27/8/2026).
Mladic berada di balik sejumlah kekejaman dalam perang tersebut, termasuk pembantaian Srebrenica dan pengepungan Sarajevo. Ia kemudian dikenal dengan julukan "Jagal Bosnia".
Pada 2017, Pengadilan Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY) menyatakan Mladic bersalah karena mendalangi pembersihan etnis terhadap penduduk Bosnia yang bukan etnis Serbia pada awal 1990-an.
Advertisement
Pembersihan etnis itu dilakukan melalui pembunuhan, deportasi, dan pemindahan paksa warga sipil dari tempat tinggal mereka.
ICTY merupakan pengadilan yang dibentuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menangani berbagai kejahatan yang terjadi setelah Yugoslavia pecah dan perang melanda kawasan tersebut.
Pengadilan menyatakan Mladic bersalah atas genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, persekusi, pemusnahan, pembunuhan, teror, serangan ilegal terhadap warga sipil, dan penyanderaan.
Ketika Mladic didakwa, hakim ICTY Fouad Riad menggambarkan berbagai tindakan yang terjadi di bawah kendalinya sebagai kebiadaban yang tak terbayangkan.
Mladic meninggal ketika menjalani hukuman penjara seumur hidup di Unit Penahanan PBB di Den Haag, Belanda. Kabar kematiannya disampaikan pengacaranya, Dragan Ivetic, kepada CNN.
Menurut lembaga penyiaran publik Serbia, RTS, kondisi kesehatan Mladic memburuk selama masa tahanan. Ia dilaporkan beberapa kali mengalami stroke dan gangguan jantung.
Ia telah mendekam di penjara selama 15 tahun sejak penangkapannya di Serbia pada tahun 2011.
Sejak divonis bersalah, Mladic beberapa kali mengajukan banding dan meminta dibebaskan karena alasan kesehatan. Permohonan terakhir diajukan para pengacaranya pada pekan lalu.
Mereka meminta Mladic dibebaskan lebih awal atas alasan kemanusiaan. Para pengacara mengutip keterangan dokter di tempat penahanannya yang menyebut kondisi Mladic memburuk dengan cepat dan memperingatkan bahwa ia dapat meninggal kapan saja.
Namun, permohonan tersebut ditolak.
Â
"Bak Neraka"
Mladic lahir pada 12 Maret 1942 di Kalinovik, wilayah yang ketika itu masih menjadi bagian dari Yugoslavia.
Ia lahir saat Perang Dunia II sedang berlangsung. Konflik tersebut sangat memengaruhi masa kecilnya karena ayahnya, Nedja Mladic, dibunuh oleh Ustasha.
Ustasha merupakan gerakan fasis Kroasia yang berkuasa di wilayah Yugoslavia yang diduduki dengan dukungan Nazi Jerman dan Italia Fasis. Rezim tersebut melakukan genosida terhadap orang Yahudi, Serbia, dan Roma.
Mladic kemudian menempuh pendidikan di akademi militer Tentara Rakyat Yugoslavia di Beograd. Ia lulus pada 1965, bergabung dengan Partai Komunis dan menjadi tentara profesional.
Karier Mladic memasuki babak baru setelah Yugoslavia pecah.
Di Bosnia, kelompok Serbia membentuk sebuah republik yang memisahkan diri. Mladic kemudian menjadi kepala staf angkatan bersenjata republik tersebut.
Pasukannya mendapat dukungan dan persenjataan dari pemimpin Serbia, Slobodan Milosevic.
Sebagai pemimpin militer, Mladic menjadi tokoh utama dalam kampanye pembersihan etnis terhadap penduduk Bosnia yang bukan etnis Serbia.
Ia secara langsung mengawasi pembunuhan dalam skala luas dan tanpa pandang bulu, deportasi, serta pemindahan paksa warga sipil.
Dari berbagai kekejaman yang membuatnya dinyatakan bersalah, dua peristiwa paling melekat pada nama Mladic adalah pengepungan Sarajevo dan pembantaian Srebrenica.
Kedua peristiwa tersebut menjadi simbol teror yang dialami penduduk muslim dan Kroasia di Bosnia selama perang.
Pada 1992, pasukan kelompok Serbia di Bosnia yang dipimpin Mladic mengepung Sarajevo dari daerah yang lebih tinggi di sekitar kota.
Penduduk Sarajevo yang berada di lembah terjebak selama hampir empat tahun. Mereka berulang kali menjadi sasaran tembakan artileri dan penembak jitu.
Lebih dari 10.000 orang tewas dalam pengepungan tersebut, termasuk banyak anak-anak.
Kekejaman lain terjadi pada Juli 1995 di Srebrenica, kawasan berpenduduk muslim yang telah ditetapkan PBB sebagai "zona aman".
Mladic memimpin serangan ke Srebrenica. Dalam beberapa hari, lebih dari 8.000 muslim, sebagian besar laki-laki dan anak lelaki, dibunuh.
Pembantaian tersebut menjadi kekejaman terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II.
Hakim ICTY Fouad Riad menyebut peristiwa di Srebrenica sebagai "pemandangan seperti neraka" yang tercatat dalam salah satu bab paling kelam sejarah manusia.
"Ribuan laki-laki dieksekusi dan dikuburkan di kuburan massal, ratusan laki-laki dikubur hidup-hidup, laki-laki dan perempuan dimutilasi dan dibantai, anak-anak dibunuh di depan mata ibu mereka, seorang kakek dipaksa memakan hati cucunya sendiri," tutur Riad ketika dakwaan terhadap Mladic diumumkan.
Â
Advertisement
Buron Selama 16 Tahun
Mladic telah didakwa ICTY pada November 1995, tetapi ia berhasil menghindari penangkapan selama 16 tahun.
Pada awalnya, Mladic berlindung di Beograd dan mendapat perlindungan dari Milosević.
Setelah mantan presiden Serbia itu ditangkap pada 2001, Mladic bersembunyi dan kembali berhasil menghindari pihak berwenang selama satu dekade.
Ia akhirnya ditangkap di Serbia pada Mei 2011. Tak lama kemudian, Mladic dibawa ke Den Haag untuk menjalani persidangan.
Persidangannya berlangsung lebih dari empat tahun. Kasus Mladic menjadi kasus besar terakhir yang ditangani ICTY dan menghadirkan kesaksian mengerikan dari ratusan saksi.
Selama persidangan, Mladic hanya menunjukkan sedikit penyesalan dan membantah bertanggung jawab atas berbagai kejahatan yang didakwakan kepadanya.
Ia menyalahkan bawahannya yang menjalankan perintah-perintah tersebut.
Dalam argumen penutup persidangan, jaksa ICTY Alan Tieger menggambarkan Mladic sebagai "penguasa hidup dan mati".
"Sudah saatnya Jenderal Mladic dimintai pertanggungjawaban atas kejahatan terhadap setiap korbannya dan komunitas yang ia hancurkan," kata Tieger.
"Tak seorang pun dapat membayangkan besarnya penderitaan yang menjadi tanggung jawab Ratko Mladic."
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334325/original/020353700_1787832097-cek_fakta_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334197/original/046223400_1787824544-HOAX__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334225/original/010172500_1787825621-demo_motor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333889/original/091356200_1787811731-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-27T131833.691.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334402/original/036738500_1787840158-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333365/original/004399100_1787746708-WhatsApp_Image_2026-08-26_at_19.10.45.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4810736/original/050619100_1713881750-matt-palmer-kbTp7dBzHyY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5109127/original/037476200_1737797645-Untitled.jpg)